Koranindopos.com, JAKARTA-Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengampanyekan gerakan pencegahan kanker serviks secara masif. Salah satunya menyasar komunitas pecinta padel. Oleh karena itu, mereka me-launching program Youth Sprinter & Sprin Padel Fun Game 2026 di Jalan Pulo Mas, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Kamis (14/5/2026).
Ketua Umum POGI Prof. Dr. dr. Budi Wiweko menjelaskan, 36 ribu kasus baru kanker serviks terdiagnosis setiap tahun. ”Lebih dari 21 ribu perempuan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Setara satu perempuan meninggal setiap 25 menit,” ujar Budi di sela peluncuran program tersebut.
Budi menambahkan, melalui Youth Sprinter, POGI ingin mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan perempuan di lingkungan sekitar. ”Kami percaya pendekatan yang dekat dengan keseharian anak muda akan membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima dan dijalankan. Karena itu, hari ini kami menghadirkan Padel Fun Game melalui friendship tournament antara PP POGI dan para stakeholders strategis,” beber Budi.
Youth Spinter yang diawali bersama siswa-siswi SMA Labschool Jakarta dan nantinya akan berkembang ke lebih banyak sekolah serta komunitas anak muda lainnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan, dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi inisiatif POGI. Termasuk peluncuran Youth SPRINTER. Menurut Arifatul, kegiatan itu sebagai langkah nyata dalam membangun kepedulian terhadap kesehatan perempuan Indonesia. ”Perempuan memiliki peran yang sangat penting sebagai pilar utama keluarga dan akan melahirkan generasi-generasi berkualitas di masa depan, sehingga isu kesehatan perempuan harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menambahkan, pihaknya menyambut baik dan mendukung program-program SPRIN sebagai bentuk kolaborasi positif antara kementerian, lembaga, dan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan perempuan Indonesia. ”Saya percaya perempuan selalu memiliki daya dan potensi, tinggal bagaimana kita membuka lebih banyak ruang agar mereka mendapatkan hak untuk bersuara dan akses kesehatan yang baik,” ungkapnya.(rls/mmr)










