AMERIKA SERIKAT, koranindopos.com – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan, kini waktunya para legislator mendukung pengetatan aturan kepemilikan senjata. Menurut Biden, aksi penembakan brutal oleh siswa SMA, Salvador Ramos, di Sekolah Dasar Robb, Texas, yang menewaskan 18 anak dan 3 orang dewasa sudah cukup menjadi tragedi terakhir.
Insiden yang terjadi SD Robb merupakan penembakan ke-30 yang terjadi di sekolah dasar dan menegah Negeri Paman Sam selama 2022. ”Atas nama Tuhan, kapan kita akan mendukung reformasi hukum kepemilikan senjata (gun lobby)? Ini waktunya mengubah rasa sakit dan kehilangan dalam aksi nyata bagi seluruh orang tua dan warga di negara ini. Kita harus memperjelas kepada para pejabat terpilih: Ini waktunya beraksi,” ujar Biden dalam pidato emosionalnya di Gedung Putih pada Selasa (24/5) seperti dikutip AFP.
Hukum kepemilikan senjata memang menjadi isu sengit di Kongres AS. Sebagian besar legislator, terutama kaum konservatif, masih banyak menganggap kepemilikan senjata merupakan bentuk kebebasan dalam demokrasi. Meski begitu, hukum tersebut memberikan banyak konsekuensi bagi AS, terutama soal tingkat kriminalitas.
Dengan fakta tersebut, Biden berharap pejabat AS dapat terbuka hati dan matanya untuk mendukung pengetatan hukum kepemilikan senjata di Negeri Paman Sam. ”Anak kelas dua, tiga, dan empat SD yang cantik dan polos. Dan berapa banyak anak kecil yang menyaksikan kejadian itu, melihat teman mereka tewas, mereka seperti berada di zona pertempuran,” tutur Biden.
Salvador pelaku penembakan maut tersebut dilaporkan sempat menembak sang nenek sebelum melancarkan aksinya. Insiden nahas itu sejauh ini menewaskan 18 orang anak-anak dan tiga orang dewasa.
Senator Negara bagian Texas Roland Gutierrez mengatakan, sang nenek segera diterbangkan ke San Antonio untuk mendapat perawatan dan berhasil bertahan, menurut informasi yang diberikan Texas Rangers kepadanya. ”Pemuda ini menembak neneknya dan melarikan diri dari kejadian itu,” kata Gutierrez kepada CNN.
Hal serupa juga dikatakan Gubernur Texas Greg Abbott. Ia mengatakan Salvador menembak neneknya tepat sebelum dia pergi menuju SD Robb sambil membawa pistol dan senapan menggunakan kendaraan. ”Pelaku dilaporkan siswa di SMA Ulvade dan merupakan warga AS,” ujar Abbott. (cnni/mmr)










