Koranindopos.com, IRAN-Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengomentari nota kesepahaman (MoU) yang baru saja diteken Amerika Serikat dan Iran. Hal tersebut dia sampaikan di media sosial X pada Kamis (18/6/2026).
Mojtaba mengatakan, MoU itu dibuat karena keputusasaan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, MoU akhirnya diteken karena kepedulian dan niat baik para pejabat Iran, terutama Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
”Seperti yang telah Anda ketahui, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani antara Presiden Iran dan Amerika. Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat yang bertanggung jawab, dengan kepedulian dan niat baik yang tulus, telah melakukan upaya yang ekstensif dan tentu saja, Presiden Amerika-lah yang, karena putus asa, menggunakan segala macam pengaruh untuk mewujudkannya,” kata Mojtaba.
Mojtaba mengakui dia sebetulnya tak setuju dengan isi nota kesepahaman. Namun, komitmen yang disampaikan Pezeshkian pada akhirnya membuatnya luluh karena mengedepankan perlindungan terhadap hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan.
“Pada prinsipnya, saya memiliki pandangan yang berbeda; namun, berdasarkan komitmen yang diberikan oleh Presiden yang terhormat, sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, kepada saya atas nama dirinya sendiri dan atas nama anggota lainnya mengenai perlindungan hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan, dan penerimaannya yang jelas atas tanggung jawab tersebut, saya memberikan izin. Beliau juga secara eksplisit menyatakan bahwa jika pihak Amerika berupaya mengajukan tuntutan yang berlebihan, mereka tidak akan tunduk pada tuntutan tersebut,” beber Mojtaba.
Mojtaba melanjutkan, rakyat Iran saat ini dapat menunggu hingga semua janji AS diwujudkan. Dia juga menekankan negosiasi lanjutan yang akan dilakukan pasca penandatanganan MoU bukan berarti Iran menerima posisi AS. “Kami berhadap doa-doa mulia dari para pemimpin kita akan membawa segala macam kemenangan dan kejayaan bagi bangsa Iran yang terhormat,” tutur Mojtaba. (cnni/mmr)










