Koranindopos.com, JAKARTA-Tim Search and Rescue (SAR) berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban tertimbun akibat gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 di Caracas, Venezuela pada Rabu (24/6/2026). Dua gempa dahsyat tersebut dilaporkan media lokal menewaskan 164 orang per Kamis (25/6/2026).
Para Tim SAR menggunakan tangan kosong untuk menyelamatkan korban dari reruntuhan gedung Residencias Obelisco yang kemungkinan masih hidup. Obelisco merupakan salah satu bangunan yang runtuh di Caracas.
Setelah pukul 23.50 waktu setempat, kelompok penyelamat, dibantu oleh petugas Kepolisian Chacao dan Garda Nasional Bolivarian, berusaha menembus reruntuhan bangunan lima lantai tersebut, yang terletak di Jalan Luis Roche di Altamira, di seberang CAF.
Pada saat itu, mereka berhasil menyelamatkan lima orang, kata seorang petugas Polichacao tanpa menyebutkan kondisi para korban selamat tersebut, dikutip dari media lokal Efecto .Kurang dari 50 meter dari hunian Obelisco, tragedi meluas ke gedung Petunia I, di jalan transversal Los Palos Grandes, yang runtuh lantai demi lantai hingga menjadi puing beton tempat kelompok petugas pemadam kebakaran, perlindungan sipil, dan sukarelawan melakukan apa yang mereka bisa.
Sedikitnya 17 penghuni gedung Petunia yang memiliki 14 lantai, telah diselamatkan dan dibawa ke Klinik Ávila untuk perawatan. Erick Martinez, seorang penghuni Petunia 1 selama 14 tahun, adalah salah satu korban yang berhasil diselamatkan malam itu.
Dia sedang menonton Piala Dunia ketika gempa bumi terjadi. Gempa itu begitu kuat dan cepat sehingga ia hampir tidak sempat mencapai pintu untuk berlindung. Martinez berhasil meminta saudara perempuannya untuk melakukan hal yang sama. Seketika, semuanya runtuh, dan ia terjebak di reruntuhan apartemen tempat tinggalnya di lantai pertama.
Pelaksana Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan, selain korban tewas, sekitar 971 orang lainnya mengalami luka berat. Jumlah korban tersebut diperkirakan masih akan bertambah menyusul tim SAR dan pihak berwenang yang masih melakukan pencarian dan evakuasi warga dari reruntuhan gedung dan bangunan lainnya.
Dikutip AFP, Rodriguez juga menuturkan otoritas berwenang juga mencatat Venezuela diguncang 30 kali gempa susulan setelah dua gempa dahsyat menerjang negaranya itu. Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 dan berpusat di San Felipe, Negara Bagian Yaracuy. Sekitar39 detik kemudian, gempa yang lebih kuat kembali terjadi dengan magnitudo 7,5. (cnni/mmr)










