Jumat, 3 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Eddy Soeparno Apresiasi Tarif Listrik Tetap, Nilai Kebijakan Prabowo Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Eddy Soeparno Apresiasi Tarif Listrik Tetap, Nilai Kebijakan Prabowo Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan tarif listrik. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis yang menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat di tengah tekanan yang masih membayangi sektor energi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Eddy menilai keputusan mempertahankan tarif listrik bukan sekadar menjaga biaya konsumsi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah fluktuasi harga energi global dan tantangan pasokan bahan bakar pembangkit.

“Saya mengapresiasi bahwa tarif listrik ini tidak akan naik. Karena kita lihat bahwa hari ini kita mengalami dua tantangan terbesar. Satu, tantangan untuk memberikan suplai batu bara sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pembangkit-pembangkit PLN. Kedua, ketersediaan pasokan gas, karena batu bara dan gas merupakan dua sumber energi utama untuk menggerakkan pembangkit listrik kita saat ini,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, sektor ketenagalistrikan Indonesia masih sangat bergantung pada batu bara dan gas sebagai sumber utama pembangkit listrik. Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan nasional rentan terhadap gejolak harga komoditas global maupun gangguan rantai pasok akibat dinamika geopolitik.

Artikel Terkait

Pemerintah Buka Rekrutmen Guru PNS Mulai 2027, Target Atasi Kekurangan 561 Ribu Tenaga Pendidik

DPR Desak Pelaku Penyembelihan Tapir di Mesuji Dihukum Tegas, Soroti Pentingnya Edukasi dan Perlindungan Habitat

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Asap Tebal Ganggu Warga dan Jadi Ancaman Lingkungan

Di tengah situasi tersebut, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik dinilai mampu memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus dunia usaha.

Ia menegaskan, apabila tarif listrik dinaikkan di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, dampaknya bisa meluas terhadap kenaikan biaya produksi, inflasi, hingga penurunan daya beli masyarakat.

Eddy menilai kebijakan mempertahankan tarif listrik harus dipandang sebagai instrumen stabilisasi ekonomi, bukan sekadar langkah populis.

Menurutnya, intervensi pemerintah dalam menjaga tarif listrik tetap stabil memiliki peran penting untuk mengendalikan tekanan inflasi dan menjaga aktivitas ekonomi nasional tetap berjalan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah tetap perlu menyiapkan skema penyesuaian tarif yang adil apabila kondisi di masa depan mengharuskannya.

“Yang perlu ditekankan adalah agar kenaikan harga listrik, kalau pun suatu ketika terjadi, tetap memperhatikan listrik untuk masyarakat kalangan ekonomi kelas bawah. Terutama mereka yang berada di kelas 450 VA, 900 VA, dan mungkin juga 1.300 VA. Untuk sektor industri, khususnya UMKM kecil dengan kapasitas 2.200 VA, itu juga perlu diperhatikan,” katanya.

Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu juga mendorong pemerintah melakukan pembenahan terhadap sistem subsidi energi agar semakin tepat sasaran.

Menurut Eddy, tantangan utama kebijakan subsidi selama ini bukan hanya besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga akurasi penerima manfaat sehingga bantuan benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Ia mendukung integrasi data antarlembaga sebagai dasar penyusunan kebijakan subsidi yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan.

Eddy juga menilai kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi seharusnya tidak lagi menikmati subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat rentan.

“Untuk golongan yang besar-besar, saya kira sama dengan analogi BBM; untuk Pertamax memang harus disesuaikan, Pertamax Turbo disesuaikan, tetapi Pertalite tetap dipertahankan. Jadi untuk UMKM serta masyarakat kelas ekonomi bawah, itu tetap dipertahankan. Bahkan kalau bisa, diskon listrik yang selama ini mereka nikmati juga tetap diteruskan,” tegasnya.

Selain menjaga tarif listrik tetap stabil, Eddy menilai pemerintah perlu memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat transformasi sektor energi nasional.

Ia menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan gas melalui diversifikasi sumber energi, termasuk mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan.

Langkah tersebut dinilai akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi dampak fluktuasi harga energi global terhadap perekonomian Indonesia.

“Ke depan, kita tidak bisa terus-menerus berada dalam siklus menahan harga setiap kali terjadi tekanan. Harus ada upaya membangun sistem energi yang lebih tahan terhadap guncangan global, sekaligus tetap menjamin akses energi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Eddy.

Dengan tetap mempertahankan tarif listrik sekaligus memperbaiki tata kelola subsidi dan mempercepat diversifikasi energi, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan terhadap masyarakat, keberlanjutan fiskal, dan ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.(dhil)

Topik: eddy soeparnoTarif Listrik

TerkaitBerita

Guru PNS
Nasional

Pemerintah Buka Rekrutmen Guru PNS Mulai 2027, Target Atasi Kekurangan 561 Ribu Tenaga Pendidik

oleh Editor : Hairul
3 Juli 2026
DPR Desak Pelaku Penyembelihan Tapir di Mesuji Dihukum Tegas, Soroti Pentingnya Edukasi dan Perlindungan Habitat
Nasional

DPR Desak Pelaku Penyembelihan Tapir di Mesuji Dihukum Tegas, Soroti Pentingnya Edukasi dan Perlindungan Habitat

oleh Editor : Affandy
3 Juli 2026
Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Asap Tebal Ganggu Warga dan Jadi Ancaman Lingkungan
Peristiwa

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Asap Tebal Ganggu Warga dan Jadi Ancaman Lingkungan

oleh Editor : Affandy
3 Juli 2026
Lestari Moerdijat
Nasional

Lestari Moerdijat: Angka Anak Tidak Sekolah Harus Diatasi dengan Intervensi yang Tepat

oleh Editor : Hairul
3 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

CHARLES & KEITH

CHARLES & KEITH Luncurkan Koleksi Summer’s Calling 2026, Hadirkan Kim You Jung sebagai Brand Ambassador Terbaru

3 Juli 2026
Astra Property Resmikan Arumaya Financial Center, Pionir Kantor Premium Berbasis Work-life Integration

Astra Property Resmikan Arumaya Financial Center, Pionir Kantor Premium Berbasis Work-life Integration

3 Juli 2026
Guru PNS

Pemerintah Buka Rekrutmen Guru PNS Mulai 2027, Target Atasi Kekurangan 561 Ribu Tenaga Pendidik

3 Juli 2026
Hyundai i20 Resmi Meluncur Juni 2026, Tampil dengan Gaya Crossover dan Teknologi Modern

Hyundai i20 Resmi Meluncur Juni 2026, Tampil dengan Gaya Crossover dan Teknologi Modern

3 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3685 shares
    Share 1474 Tweet 921
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    477 shares
    Share 191 Tweet 119
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Konsistensi Jaga Keamanan Pangan Jemaah Haji, PT Halalan Tayyiban Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi dari BPOM

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jadwal Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 di Kota Depok, Cek Nama Penerima di Sini!

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya