Senin, 6 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Di SDG’S Youth Summit, Eddy Soeparno Paparkan Program Prioritas Ketahanan Energi Nasional

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
6 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Eddy Soeparno

Eddy Soeparno Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com , JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN menegaskan bahwa pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 8 persen harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Eddy saat memberikan keynote speech pada Indonesia Youth SDGs Summit 2026 yang diselenggarakan Universitas Bakrie mengusung tema “Next-Gen Solutions for Energy and Food Security”.

Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh lingkungan hidup Indonesia Prof. Emil Salim, yang pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, serta Rektor Universitas Bakrie Prof. Sofia Alisjahbana, bersama para akademisi, mahasiswa, dan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam paparannya, Eddy Soeparno menekankan bahwa dunia tengah menghadapi tantangan besar akibat krisis iklim dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak langsung terhadap ketahanan energi, rantai pasok global, serta stabilitas ekonomi.

Artikel Terkait

Siti Fauziah: LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Ajang Pelajar Bali Tunjukkan Prestasi dan Wawasan Kebangsaan

Bareskrim Polri Berduka, Bripda Nopandri Gugur dalam Operasi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Momentum Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

Menurutnya, situasi tersebut harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi pembangunan nasional melalui implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Keberlanjutan bukan hanya sekedar pilihan namun juga menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Ketahanan energi, ketahanan pangan, dan pembangunan rendah karbon harus dipandang sebagai investasi strategis untuk menjaga daya saing Indonesia di masa depan,” ujar Eddy.

Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan bahwa berbagai bencana akibat perubahan iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan besarnya biaya ekonomi yang harus ditanggung apabila pembangunan tidak memperhatikan aspek keberlanjutan.

Karena itu, implementasi SDGs perlu diposisikan sebagai instrumen pembangunan nasional yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Eddy juga menyoroti dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan energi dunia. Menurutnya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan LPG masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan nasional.

“Paradoksnya, Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya energi, namun masih sangat rentan terhadap gejolak pasokan global. Ketahanan energi harus menjadi bagian dari strategi ketahanan nasional sehingga kita tidak terus bergantung pada dinamika geopolitik internasional,” tegasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Eddy menilai transisi energi harus dilaksanakan secara realistis dan bertahap. Ia menolak pendekatan yang hanya berorientasi pada pengurangan energi fosil tanpa mempertimbangkan kebutuhan pembangunan nasional.

“Indonesia memerlukan transisi energi yang berkeadilan. Energi baru terbarukan harus terus dipercepat, tetapi pada saat yang sama kita tetap membutuhkan gas sebagai bridging fuel, peningkatan eksplorasi energi domestik, pengembangan bioenergi, hingga pemanfaatan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS),” jelas Waketum PAN ini.

Lebih lanjut, Eddy memaparkan tiga prioritas penguatan ketahanan energi nasional. Dalam jangka pendek, pemerintah perlu memperkuat kapasitas kilang nasional, mempercepat elektrifikasi, serta melakukan substitusi energi untuk mengurangi ketergantungan impor.

Pada jangka menengah, Indonesia harus mengoptimalkan pengembangan bioenergi yang memanfaatkan keunggulan nasional seperti biodiesel, bioetanol, biogas, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF). Sementara itu, pada jangka panjang, pengembangan energi baru seperti hidrogen dan pembangkit listrik tenaga nuklir perlu dipersiapkan sebagai bagian dari strategi menuju net-zero emissions.

Secara khusus, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan transformasi tersebut.

“Anak-anak muda adalah aktor utama yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia. Inovasi, riset, kewirausahaan hijau, dan kepemimpinan generasi muda akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia mencapai target pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Menutup pidatonya, Eddy menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengikut dalam agenda transisi energi global.

“Kita harus menjadi policy shaper, bukan sekadar policy taker. Indonesia memiliki sumber daya alam, potensi energi terbarukan, dan modal demografi yang sangat besar. Dengan strategi yang tepat, kita mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini. (hai)

Topik: Di SDG’S Youth Summiteddy soeparnoMPR

TerkaitBerita

Siti Fauziah: LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Ajang Pelajar Bali Tunjukkan Prestasi dan Wawasan Kebangsaan
Nasional

Siti Fauziah: LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Ajang Pelajar Bali Tunjukkan Prestasi dan Wawasan Kebangsaan

oleh Editor : Affandy
6 Juli 2026
Bareskrim Polri Berduka, Bripda Nopandri Gugur dalam Operasi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan
Nasional

Bareskrim Polri Berduka, Bripda Nopandri Gugur dalam Operasi Penggerebekan Bandar Sabu di Katingan

oleh Editor : Affandy
6 Juli 2026
Sampah
Nasional

Kebakaran TPA Jatiwaringin Momentum Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

oleh Editor : Hairul
6 Juli 2026
Pengelolaan Sampah
Nasional

Dari Aspirasi Menjadi Aksi, Ibas Bantu Operasional TPS 3R Demi Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik

oleh Editor : Hairul
5 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Festival Workout di 14 Kota Ajak Masyarakat Mulai #NabungOtot demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik

Festival Workout di 14 Kota Ajak Masyarakat Mulai #NabungOtot demi Kualitas Hidup yang Lebih Baik

6 Juli 2026
MPR Gelar LCC Empat Pilar di Bali, SMKN 1 Amlapura Raih Juara dan Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

MPR Gelar LCC Empat Pilar di Bali, SMKN 1 Amlapura Raih Juara dan Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional

6 Juli 2026
Bank Jakarta

Sinergi BEI dan Bank Jakarta: Dorong Transparansi Pasar dan Investasi Berkualitas

30 Juni 2026
Siti Fauziah: LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Ajang Pelajar Bali Tunjukkan Prestasi dan Wawasan Kebangsaan

Siti Fauziah: LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Ajang Pelajar Bali Tunjukkan Prestasi dan Wawasan Kebangsaan

6 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3727 shares
    Share 1491 Tweet 932
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    489 shares
    Share 196 Tweet 122
  • Daihatsu Ayla, City Car LCGC Favorit yang Irit BBM dan Ramah di Kantong

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Tunggu Pengumuman Resmi

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya