Selasa, 14 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Badan Pengkajian MPR Gelar FGD Bahas Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
14 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Badan Pengkajian MPR Gelar FGD Bahas Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA  – Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melalui Kelompok I menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kedaulatan Rakyat dalam Perspektif Demokrasi Pancasila” di Hotel Aryaduta, Bandung, Senin (13/7/2026). Forum ini menjadi ruang diskusi untuk mengkaji berbagai tantangan pelaksanaan kedaulatan rakyat di Indonesia, terutama di tengah praktik demokrasi yang dinilai masih cenderung bersifat prosedural dan belum sepenuhnya menghadirkan partisipasi publik yang bermakna.

FGD dipimpin Ketua Badan Pengkajian MPR RI Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., serta dihadiri sejumlah anggota Badan Pengkajian MPR RI, di antaranya I.G.N. Kesuma Kelakan, Guntur Sasono, Endang Setyawati Thohari, Saadiah Uluputty, Andreas Hugo Paraera, Dedi Iskandar Batubara, Denty Eka Widi Pratiwi, Hasan Basri Agus, dan Aji Mirni Mawarni.

Hadir sebagai narasumber Guru Besar Ilmu Politik Kontemporer Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Caroline Paskarina, S.IP., M.Si., Ketua Program Pascasarjana Ilmu Politik FISIP Universitas Padjadjaran Ari Ganjar Herdiansah, Ph.D., serta akademisi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bilal Dewansyah, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Yasonna H. Laoly menjelaskan bahwa FGD merupakan bagian dari rangkaian kajian Badan Pengkajian MPR RI untuk menghimpun pandangan akademisi, pakar, dan masyarakat mengenai pelaksanaan konstitusi serta arah penguatan demokrasi Indonesia.

Artikel Terkait

Gerakan Ruang Aman Anak Butuh Dukungan Keluarga dan Masyarakat

Mengapa Presiden Prabowo Membentuk Koperasi Merah Putih? Ini Alasan di Balik Program 81 Ribu Koperasi Desa

LCC Empat Pilar MPR RI Papua Barat Berlangsung Dramatis, SMAN 1 Manokwari Melaju ke Final Nasional

Menurutnya, hasil diskusi dan berbagai forum penyerapan aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan awal dalam penyelenggaraan Konferensi Konstitusi yang direncanakan MPR RI pada masa mendatang.

“Konferensi Konstitusi diharapkan menjadi forum nasional yang mempertemukan lembaga negara, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, kelompok strategis, generasi muda, masyarakat daerah, serta berbagai unsur masyarakat untuk mengevaluasi pelaksanaan konstitusi dan merumuskan arah penguatan kehidupan ketatanegaraan Indonesia,” ujar Yasonna.

Dalam paparannya, Caroline Paskarina menilai Indonesia telah memiliki sistem Pemilu dan Pilkada yang didukung landasan konstitusional serta prosedur yang relatif kuat. Namun, menurutnya, pelaksanaan kedaulatan rakyat belum sepenuhnya terwujud secara substantif.

Ia menyoroti masih kuatnya dominasi elite partai dalam proses pencalonan, tingginya biaya politik, praktik politik uang, ketergantungan kandidat terhadap pemilik modal, hingga lemahnya hubungan antara wakil rakyat dan konstituen setelah pemilu berlangsung.

Caroline menegaskan bahwa persoalan utama demokrasi Indonesia bukan terletak pada ketiadaan institusi demokrasi, melainkan adanya kesenjangan antara mekanisme yang tersedia dengan kemampuan masyarakat untuk benar-benar memengaruhi, mengawasi, dan mengoreksi jalannya kekuasaan negara.

Menurutnya, rakyat tidak boleh hanya berperan sebagai pemilih pada hari pemungutan suara, tetapi harus terlibat sebelum, selama, dan setelah proses pemilu berlangsung.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip partisipasi bermakna dalam penyusunan kebijakan publik dan peraturan perundang-undangan. Prinsip tersebut mencakup hak masyarakat untuk didengar, hak agar pendapatnya dipertimbangkan, serta hak memperoleh penjelasan atas diterima atau ditolaknya suatu masukan.

Sementara itu, Ari Ganjar Herdiansah menyoroti meningkatnya mobilisasi mahasiswa dan generasi muda dalam berbagai gerakan sosial beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, demonstrasi maupun gerakan digital menunjukkan bahwa saluran formal penyampaian aspirasi masyarakat belum sepenuhnya berjalan efektif.

Ia menjelaskan bahwa persoalan utama bukan rendahnya partisipasi masyarakat, melainkan lemahnya proses konversi aspirasi menjadi respons kelembagaan dan perbaikan kebijakan.

“Kedaulatan rakyat perlu bekerja melalui rantai yang jelas, mulai dari suara warga, pembentukan agenda publik, proses deliberasi, respons lembaga, hingga koreksi kebijakan,” ujarnya.

Ari juga mengingatkan bahwa keresahan generasi muda sering kali dipicu persoalan nyata, seperti sulitnya memperoleh pekerjaan, meningkatnya biaya pendidikan, tekanan ekonomi, hingga menurunnya kepercayaan terhadap institusi. Karena itu, aspirasi tersebut perlu dipandang sebagai masukan penting dalam proses demokrasi.

Pada kesempatan yang sama, Bilal Dewansyah menilai sistem perwakilan saat ini masih menghadapi tantangan berupa dominasi partai politik dan fraksi terhadap anggota legislatif.

Menurutnya, meski anggota legislatif dipilih langsung oleh rakyat, dalam praktiknya mereka sering kali lebih bergantung pada keputusan partai dibandingkan aspirasi konstituen.

Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi akuntabilitas wakil rakyat sekaligus membuka ruang bagi pengaruh kelompok kepentingan, termasuk oligarki dan tingginya biaya politik.

Bilal juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan akademik dan ruang kritik publik sebagai bagian dari mekanisme kontrol demokrasi.

“Kritik terhadap kebijakan negara harus ditempatkan sebagai bagian dari kontrol demokratis, bukan sebagai ancaman yang dibalas dengan intimidasi atau penggunaan instrumen hukum secara berlebihan,” tegasnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral melalui penelitian, kajian hukum, pendidikan publik, serta kritik yang berbasis data dan fakta.

Melalui FGD ini, Badan Pengkajian MPR RI berharap berbagai masukan dari kalangan akademisi dapat memperkaya kajian mengenai penguatan kedaulatan rakyat dalam perspektif Demokrasi Pancasila, sekaligus menjadi landasan bagi penyempurnaan sistem ketatanegaraan Indonesia yang lebih partisipatif, akuntabel, dan berkeadilan.(dhil)

Topik: badan pengkajian mprfgd

TerkaitBerita

Gerakan Ruang Aman Anak
Pendidikan

Gerakan Ruang Aman Anak Butuh Dukungan Keluarga dan Masyarakat

oleh Editor : Hairul
14 Juli 2026
Koperasi Merah Putih
Nasional

Mengapa Presiden Prabowo Membentuk Koperasi Merah Putih? Ini Alasan di Balik Program 81 Ribu Koperasi Desa

oleh Editor : Hairul
14 Juli 2026
LCC Empat Pilar MPR RI Papua Barat Berlangsung Dramatis, SMAN 1 Manokwari Melaju ke Final Nasional
Nasional

LCC Empat Pilar MPR RI Papua Barat Berlangsung Dramatis, SMAN 1 Manokwari Melaju ke Final Nasional

oleh Editor : Affandy
14 Juli 2026
Truk Pengangkut Crane Tabrak JPO Tendean, Kemacetan Mengular hingga Kuningan dan Warung Buncit
Peristiwa

Truk Pengangkut Crane Tabrak JPO Tendean, Kemacetan Mengular hingga Kuningan dan Warung Buncit

oleh Editor : Affandy
14 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Gerakan Ruang Aman Anak

Gerakan Ruang Aman Anak Butuh Dukungan Keluarga dan Masyarakat

14 Juli 2026
Umrah

PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

14 Juli 2026
Koperasi Merah Putih

Mengapa Presiden Prabowo Membentuk Koperasi Merah Putih? Ini Alasan di Balik Program 81 Ribu Koperasi Desa

14 Juli 2026
Fadly Faisal dan Yasamin Jasem Melawan Kutukan Lebah di Film Paket Santet

Fadly Faisal dan Yasamin Jasem Melawan Kutukan Lebah di Film Paket Santet

14 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3865 shares
    Share 1546 Tweet 966
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    531 shares
    Share 212 Tweet 133
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Swiss Siap-Siap Hadapi Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya