Koranindopos.com, Jakarta – Masyarakat pencinta sinema mistis di tanah air akan segera disuguhkan sajian visual yang mencekam menjelang akhir bulan ini. Sebuah karya layar lebar bergenre horor terbaru produksi PIM Pictures, Sajen Satu Suro, dijadwalkan resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 30 Juli 2026.
Sinematografi garapan sutradara Gatot Subroto ini tidak sekadar menjual kejutan instan yang menakutkan. Sang sutradara secara apik mengawinkan ketegangan supranatural dengan konflik internal keluarga, yang semuanya dibungkus dalam kentalnya tradisi ritual malam satu suro di tanah Jawa.
Kisah mencekam ini bermula ketika seorang pemuda bernama Tania, yang diperankan oleh aktris berbakat Aisyah Aqila, memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran mendiang ayahnya. Perjalanan menuju Desa Maduabang tersebut tidak ia lakukan sendirian.
Tania ditemani oleh rekan-rekannya, yaitu Jeff (Cinta Brian), Laura (Frisly), dan Robby (Munggaran). Misi utama rombongan ini sebenarnya adalah misi penyelamatan keluarga yang cukup krusial.
Tujuan mereka datang ke desa terpencil tersebut adalah untuk memulangkan sebuah keris pusaka kuno. Benda pusaka itu sangat diyakini menjadi akar penyebab dari kondisi kesehatan ibunda Tania yang kian hari kian merosot tanpa penjelasan medis yang logis.
Akan tetapi, harapan untuk mendapatkan kesembuhan justru berubah menjadi mimpi buruk yang nyata bagi mereka semenjak menginjakkan kaki di perbatasan desa. Kedatangan rombongan anak muda ini tampaknya memicu penolakan dari kekuatan kasat mata yang mendiami tempat tersebut.
Sederet peristiwa ganjil dan teror di luar nalar mulai membayangi setiap langkah kaki mereka di Desa Maduabang. Langkah demi langkah yang mereka tempuh untuk melacak pemilik asli keris pusaka itu justru menuntun mereka pada sebuah kenyataan pahit.
Pencarian tersebut perlahan-lahan menguak tabir misteri dan rahasia kelam yang terkubur rapat. Sebuah tragedi berdarah pada malam satu suro yang sempat terjadi tepat tiga dekade silam kini mulai terungkap kembali.
Di samping menyajikan rentetan teror mistis yang menegangkan, kekuatan utama dari film Sajen Satu Suro ini terletak pada kedalaman emosional karakternya. Penonton akan disuguhkan dinamika hubungan interpersonal yang penuh ketegangan di antara para tokoh utama.
Masing-masing karakter dalam cerita ini digambarkan memikul beban masa lalu, rahasia kelam, serta konflik batin tersendiri. Pendekatan narasi multidimensi ini membuat konflik yang terjadi terasa sangat manusiawi dan relevan bagi penonton.
Sederet nama besar dalam industri perfilman Indonesia turut memperkuat jajaran departemen akting film ini. Selain nama-nama muda di atas, ada pula penampilan dari Bramasta, Clift Sangra, Yurike Prastika, Harris Syaus, hingga Assila Corina.
”Melalui Sajen Satu Suro, kami ingin menghadirkan kombinasi horor, misteri dan drama emosional yang intens dengan pendekatan sinematik yang kuat. Setelah Kutukan 9 Setan dan Perjamuan Iblis, film ini merupakan film ketiga sekaligus menjadi bagian dari konsistensi PIM Pictures dalam menghadirkan film horor Indonesia dengan karakter dan atmosfer yang kuat,” ujar Agustinus Sitorus produser sekaligus CEO PIM Pictures, saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Tidak berhenti sampai di situ, pihak PIM Pictures juga telah menyusun rencana jangka panjang untuk terus memanjakan para pencinta adrenalin di bioskop pada masa mendatang.
”Ke depannya, kehadiran Sang Penggali Kubur sebagai film horor keempat PIM Pictures menjadi bentuk komitmen kami untuk terus mengembangkan horor Indonesia,” katanya. (BRG/Hend)










