Sabtu, 12 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Kekerasan terhadap Perempuan Jadi Alarm Serius bagi Masa Depan Bangsa

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
18 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, langkah pencegahan dan perlindungan korban harus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan bangsa.

“Tindak kekerasan terhadap perempuan bukan sekadar masalah rumah tangga, melainkan pelanggaran nilai-nilai kehidupan yang harus segera diatasi,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/7).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul tingginya angka pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan yang tercatat sepanjang semester pertama 2026.

Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), hingga 30 Juni 2026 terdapat 1.833 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan atau rata-rata sekitar 10 pengaduan setiap hari.

Artikel Terkait

Gempa di Pesisir Jakarta Disebabkan Oleh Batu Lempeng Samudra Australia Patah

PT Mayawana Persada Salurkan Peralatan Pemadam untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Toyota Innova Terperosok ke Parit di Cengkareng, Sopir Diduga Mengantuk

DKI Jakarta menjadi wilayah dengan jumlah pengaduan tertinggi, yakni 561 kasus, disusul Jawa Barat dengan 457 kasus.

Selain itu, analisis Komnas Perempuan menunjukkan 520 kasus terjadi di ranah personal, yang meliputi kekerasan terhadap istri dan kekerasan dalam hubungan pacaran.

Sementara di ranah publik tercatat 320 kasus, terdiri atas kekerasan di ruang publik, 232 kasus kekerasan berbasis siber, 31 kasus di tempat kerja, 31 kasus di lingkungan tempat tinggal, serta 29 kasus lainnya.

Lestari yang akrab disapa Rerie menilai tingginya angka tersebut harus segera direspons melalui penguatan sistem perlindungan perempuan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.

Menurut anggota Komisi X DPR RI itu, Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai regulasi yang mengatur perlindungan terhadap perempuan. Namun, tantangan terbesar masih terletak pada konsistensi implementasi di lapangan.

“Indonesia tidak kekurangan regulasi. Yang dibutuhkan saat ini adalah implementasi yang konsisten agar setiap korban memperoleh perlindungan dan keadilan,” ujarnya.

Rerie menekankan sejumlah langkah prioritas yang perlu segera diwujudkan, antara lain peningkatan kapasitas aparat penegak hukum agar memiliki perspektif yang berpihak kepada korban, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta memperluas akses layanan pengaduan dan perlindungan hukum yang mudah dijangkau masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan juga harus dibarengi dengan edukasi yang berkelanjutan untuk membangun lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Ia menegaskan bahwa kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kualitas sumber daya manusia dan masa depan Indonesia.

“Kondisi darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera direspons dengan langkah nyata dan masif, sebagai bagian upaya menjalankan amanah konstitusi yang mewajibkan perlindungan bagi setiap warga negara,” pungkas Lestari. (hai)

Topik: MPR RI

TerkaitBerita

WISATA PANTAI: Pulau Kelapa memegang predikat sebagai wilayah dengan konsentrasi penduduk tertinggi sekaligus pusat perputaran ekonomi paling aktif di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. (Foto Ilustrasi:exploreseribu.com)
Nasional

Gempa di Pesisir Jakarta Disebabkan Oleh Batu Lempeng Samudra Australia Patah

oleh Editor : Memoarto
12 September 2026
PT Mayawana Persada
Nasional

PT Mayawana Persada Salurkan Peralatan Pemadam untuk Perkuat Penanganan Karhutla

oleh Editor : Hana
12 September 2026
Toyota Innova Terperosok ke Parit di Cengkareng, Sopir Diduga Mengantuk
Peristiwa

Toyota Innova Terperosok ke Parit di Cengkareng, Sopir Diduga Mengantuk

oleh Editor : Affandy
12 September 2026
Nasional

8 Orang Hilang di Selat Sunda, 7 di Antaranya Jurnalis yang Liput Anak Krakatau Masih Dicari

oleh Editor : Affandy
12 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

WISATA PANTAI: Pulau Kelapa memegang predikat sebagai wilayah dengan konsentrasi penduduk tertinggi sekaligus pusat perputaran ekonomi paling aktif di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. (Foto Ilustrasi:exploreseribu.com)

Gempa di Pesisir Jakarta Disebabkan Oleh Batu Lempeng Samudra Australia Patah

12 September 2026
Mahasiswa dan Diaspora RI di India Sambut Prabowo, Ada Momen Ditanya Kuliah di Mana

Mahasiswa dan Diaspora RI di India Sambut Prabowo, Ada Momen Ditanya Kuliah di Mana

12 September 2026
Diet Pemula Tak Harus Stop Nasi, Dokter Gizi Ungkap Takaran Sarapan yang Pas

Diet Pemula Tak Harus Stop Nasi, Dokter Gizi Ungkap Takaran Sarapan yang Pas

12 September 2026
Telkom Siapkan Relokasi Karyawan dari Graha Merah Putih, Gedung BUMN Bakal Dipakai BGN

Telkom Siapkan Relokasi Karyawan dari Graha Merah Putih, Gedung BUMN Bakal Dipakai BGN

12 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4497 shares
    Share 1799 Tweet 1124
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya