Rabu, 30 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

BEM UI Tuding Kemenhub Intimidasi Aksi Demo, Armada Kopaja Mendadak Dibatalkan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
19 Agustus 2026
in Megapolitan
A A
0
BEM UI Tuding Kemenhub Intimidasi Aksi Demo, Armada Kopaja Mendadak Dibatalkan

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com – Jakarta – Massa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menuding adanya intimidasi terhadap gerakan unjuk rasa yang mereka gelar pada Selasa (18/8/2026). Dugaan tersebut disampaikan setelah sejumlah armada Kopaja yang sebelumnya disiapkan untuk mengangkut mahasiswa dari Kampus UI, Depok, menuju Jakarta, tiba-tiba dibatalkan.

Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UI, Dimas, menyampaikan tudingan tersebut ketika massa hendak membubarkan diri dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Menurut Dimas, pembatalan armada angkutan umum itu diduga berkaitan dengan adanya surat atau komunikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun, ia mengakui pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai penyebab pembatalan tersebut.

“Pertama, hari ini kita tahu bahwa Kopaja-kopaja ini mendapat intimidasi melalui surat, kabarnya dari Kementerian,” kata Dimas kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Ketika ditanya mengenai kementerian yang dimaksud, Dimas menyebut Kementerian Perhubungan. Kendati demikian, ia meminta agar dugaan tersebut dikonfirmasi langsung kepada pihak Kemenhub maupun pengelola dan sopir Kopaja.

“Yang pasti, tiba-tiba di-cancel semua Kopaja-nya dan kita enggak tahu kenapa. Ada kabar seperti itu, silakan dikonfirmasi ke Kementerian Perhubungan untuk mengeluarkan pernyataan, atau mungkin sopir-sopir Kopaja bisa mengeluarkan pernyataan resminya,” ujarnya.

Artikel Terkait

KAI Dampingi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Jadi Tersangka Kecelakaan di Bekasi

Kecamatan Periuk Tangerang Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kebakaran Terbanyak

Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Jaktim, Truk Damkar Tabrak Colt Diesel hingga Terdorong ke Depan

Pembatalan armada yang sebelumnya akan digunakan untuk membawa mahasiswa tidak membuat massa BEM UI membatalkan aksi. Para mahasiswa tetap mencari alternatif transportasi untuk menuju lokasi demonstrasi.

Massa akhirnya menggunakan angkutan umum lain dari Kampus UI di Depok menuju Jakarta. Setelah tiba di sekitar Grha BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, mahasiswa disebut diminta turun dari kendaraan.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Namun, perjalanan massa kembali terhenti ketika mereka sampai di depan Gedung UOB di Jalan Jenderal Sudirman. Di lokasi tersebut, petugas telah memasang barikade atau barrier untuk membatasi pergerakan massa.

Situasi tersebut kemudian menjadi perhatian BEM UI. Dimas mengatakan berbagai hambatan yang mereka alami tidak seharusnya membuat masyarakat takut menyampaikan aspirasi.

“Lalu bagaimana cara kita memitigasinya? Gerakan ini bukan gerakan milik mahasiswa belaka, ini adalah gerakan milik rakyat. Berarti untuk selanjutnya, kami berharap rakyat juga tidak perlu takut untuk turun ke jalan,” kata Dimas.

Ia menilai masyarakat terkadang perlu menghadapi ketidaknyamanan demi memperjuangkan kondisi yang dianggap lebih baik di masa mendatang.

“Mungkin kita perlu mengorbankan sedikit kenyamanan dan rasa aman kita saat ini, agar ke depannya kita bisa memiliki rasa nyaman dan aman yang benar-benar hakiki,” tambahnya.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa UI berkumpul di lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI sebelum bergerak menuju Bundaran HI untuk menggelar demonstrasi.

Mahasiswa membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi kritik terhadap pemerintah. Mereka juga mengenakan almamater kuning dan merapatkan barisan sebelum menuju pusat aksi.

Dalam demonstrasi tersebut, BEM UI membawa delapan tuntutan yang mencakup persoalan ekonomi, korupsi, reforma agraria, kebijakan pemerintah, hingga keterlibatan aparat dalam ruang sipil.

Delapan tuntutan tersebut antara lain:

  1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
  2. Menghentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
  3. Mewujudkan reforma agraria sejati.
  4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.
  7. Menetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
  8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan YON TP.

Aksi mahasiswa tersebut menjadi salah satu dari puluhan kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung di Jakarta pada 18 Agustus 2026. Polda Metro Jaya sebelumnya menyiapkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan berbagai aksi dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Sementara itu, terkait tudingan intimidasi terhadap armada angkutan umum, pihak yang disebut BEM UI perlu memberikan klarifikasi untuk memastikan penyebab pembatalan Kopaja tersebut. Dengan demikian, informasi mengenai dugaan tekanan terhadap transportasi yang digunakan massa aksi dapat diketahui secara lebih jelas.(dhil/kmps)

Topik: Aksi Demobem ui

TerkaitBerita

KAI Dampingi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Jadi Tersangka Kecelakaan di Bekasi
Megapolitan

KAI Dampingi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Jadi Tersangka Kecelakaan di Bekasi

oleh Editor : Affandy
30 September 2026
Kecamatan Periuk Tangerang Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kebakaran Terbanyak
Megapolitan

Kecamatan Periuk Tangerang Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kebakaran Terbanyak

oleh Editor : Affandy
30 September 2026
Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Jaktim, Truk Damkar Tabrak Colt Diesel hingga Terdorong ke Depan
Megapolitan

Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Jaktim, Truk Damkar Tabrak Colt Diesel hingga Terdorong ke Depan

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
Polisi Ungkap Motif Gangster Serang Permukiman Warga di Sawah Besar
Megapolitan

Polisi Ungkap Motif Gangster Serang Permukiman Warga di Sawah Besar

oleh Editor : Affandy
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

KAI Dampingi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Jadi Tersangka Kecelakaan di Bekasi

KAI Dampingi Masinis KA Argo Bromo Anggrek yang Jadi Tersangka Kecelakaan di Bekasi

30 September 2026
Kecamatan Periuk Tangerang Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kebakaran Terbanyak

Kecamatan Periuk Tangerang Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kebakaran Terbanyak

30 September 2026
KPK Sita Apartemen Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Tebet

KPK Sita Apartemen Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Tebet

30 September 2026
Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

30 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4801 shares
    Share 1920 Tweet 1200
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    365 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya