Senin, 5 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Makanan Low Calorie atau yang Diklaim Sehat, Mana yang Lebih Berisiko Menggagalkan Diet?

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
19 Agustus 2026
in Kesehatan
A A
0
Makanan Low Calorie atau yang Diklaim Sehat, Mana yang Lebih Berisiko Menggagalkan Diet?

Foto: getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Upaya menurunkan berat badan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Sebagian orang merasa sudah memilih makanan rendah kalori maupun produk yang dikenal sehat, tetapi angka timbangan tetap sulit turun.

Kondisi tersebut ternyata tidak selalu berkaitan dengan jenis makanan yang dikonsumsi. Menurut spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, baik makanan berlabel low calorie maupun makanan yang dianggap sehat sama-sama dapat menjadi masalah apabila dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlah dan kandungan gizinya.

“Dua-duanya berbahaya sebenarnya, dua-duanya punya kelicikan masing-masing,” ujar dr. Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (13/8/2026).

Label rendah kalori sering membuat seseorang merasa lebih aman untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak. Padahal, kandungan kalori tetap perlu diperhitungkan berdasarkan total porsi yang dikonsumsi.

Artikel Terkait

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300

Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu

Dr. Yaze menjelaskan, makanan rendah kalori sekalipun tetap dapat berkontribusi terhadap kelebihan asupan energi apabila dikonsumsi secara berlebihan.

“Kalau misalnya makanan yang low calorie tapi kalau dimakan terlalu banyak, ya pasti akan meningkat juga kalorinya,” jelasnya.

Artinya, status rendah kalori pada sebuah produk bukan berarti makanan tersebut dapat dikonsumsi tanpa batas. Jumlah porsi dan total asupan dalam sehari tetap menjadi faktor penting dalam proses pengendalian berat badan.

Hal serupa berlaku pada makanan yang mendapatkan label atau citra sebagai makanan sehat. Menurut dr. Yaze, konsumen sering kali hanya memperhatikan klaim yang terdapat di bagian depan kemasan tanpa membaca informasi nilai gizi secara lebih lengkap.

Salah satu contohnya adalah granola. Makanan tersebut kerap dianggap sebagai pilihan sehat, tetapi kandungan gula dan kalori pada produk tertentu dapat cukup tinggi.

“Di belakangnya kan biasanya ada labelnya tuh, terus ternyata gulanya di atas 10 gram misalnya. Akhirnya kamu makan dua bungkus, ya itu pasti akan berlebihan walaupun kamu menganggapnya itu sehat,” ungkapnya.

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya mengandalkan klaim seperti “sehat”, “alami”, atau “rendah kalori” ketika menentukan pilihan makanan.

Smoothies juga menjadi contoh lain yang sering dianggap otomatis sehat karena dibuat dari buah atau sayuran. Padahal, kandungan akhirnya sangat bergantung pada bahan yang digunakan dalam pembuatannya.

Penambahan gula, sirup, pemanis, susu dengan kandungan kalori tinggi, maupun bahan lainnya dapat meningkatkan total energi dalam minuman tersebut.

Apabila smoothies dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, asupan kalori harian pun dapat meningkat tanpa disadari.

“Kalau misalnya ternyata di dalam smoothies itu ada tambahan gula, pemanis buatan, terus kamu minumnya berlebihan, ya sudah pasti akan meningkatkan kalori,” kata dr. Yaze.

Untuk membantu mengontrol berat badan, masyarakat dianjurkan lebih teliti ketika memilih makanan dan minuman kemasan. Klaim pada bagian depan produk sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan.

Informasi mengenai jumlah kalori, gula, lemak, protein, karbohidrat, serta ukuran sajian dapat membantu konsumen memahami apa yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh.

“Jadi jangan terlalu terkecoh sama kata-kata ‘sehat’ di dalam kemasan makanan,” pesan dr. Yaze.

Ia menambahkan, konsumen juga perlu melihat label yang terdapat di bagian belakang kemasan dan menyesuaikannya dengan jumlah makanan yang benar-benar dikonsumsi.

Pada akhirnya, keberhasilan program penurunan berat badan tidak cukup hanya dengan mengganti makanan biasa dengan produk berlabel low calorie atau sehat. Porsi, kandungan nutrisi, total asupan kalori, serta pola makan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.

Makanan yang sehat tetap dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menurunkan berat badan. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan tetap dapat membuat asupan energi melebihi kebutuhan tubuh.

Karena itu, daripada hanya berfokus pada tulisan di bagian depan kemasan, konsumen sebaiknya membiasakan diri membaca informasi nilai gizi dan memperhatikan ukuran porsi.

Dengan demikian, pilihan makanan dapat disesuaikan secara lebih realistis dengan kebutuhan tubuh dan target penurunan berat badan.(dhil/dtk)

Topik: dietlow calorie

TerkaitBerita

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini
Kesehatan

Mengenal Kelenjar Pituitari: Waspadai Sakit Kepala Hingga Gangguan Penglihatan Sejak Dini

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300
Kesehatan

Wabah Ebola di Kongo Tewaskan 4.018 Orang, Kasus Tembus 8.300

oleh Editor : Affandy
4 Oktober 2026
Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu
Kesehatan

Kasus Campak di AS Tembus 3.887 pada 2026, Lampaui Total Tahun Lalu

oleh Editor : Affandy
3 Oktober 2026
Mengenal Smartphone Brain, Kebiasaan Main HP yang Bisa Ganggu Fokus hingga Tidur
Kesehatan

Mengenal Smartphone Brain, Kebiasaan Main HP yang Bisa Ganggu Fokus hingga Tidur

oleh Editor : Affandy
2 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

5 Oktober 2026
Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

5 Oktober 2026
Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

5 Oktober 2026
Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

3 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4886 shares
    Share 1954 Tweet 1222
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1001 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya