Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional Peristiwa

Kebakaran Permukiman Padat Jakarta Terus Berulang, Kelistrikan Jadi Biang Kerok

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
22 Agustus 2026
in Peristiwa
A A
0
Kebakaran Permukiman Padat Jakarta Terus Berulang, Kelistrikan Jadi Biang Kerok

Foto: dok. damkar jakbar

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Kebakaran masih menjadi ancaman serius di sejumlah permukiman padat Jakarta. Di balik kobaran api yang kerap menghanguskan rumah warga, persoalan kelistrikan menjadi salah satu pemicu utama yang terus berulang.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat, masalah kelistrikan mendominasi penyebab kebakaran di lima kelurahan dengan frekuensi kebakaran tertinggi sepanjang 2021-2026.

Kelima wilayah tersebut yakni Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Penjaringan, Pegadungan, dan Pulo Gebang.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara mengatakan, sekitar 70-80 persen kebakaran di lima wilayah tersebut dipicu persoalan kelistrikan.

Artikel Terkait

Kebakaran Rumah di Joglo Jakarta Barat, 10 Mobil Damkar Dikerahkan

Pencarian ASN Kota Bogor yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane Dihentikan Setelah 7 Hari

Orangutan Didi Berhasil Dievakuasi dalam 30 Menit Oleh Kemenhut dan Solo Safari

“Karakteristik pemicu utama kebakaran di Kelurahan Kapuk, Cengkareng Timur, Penjaringan, Pegadungan, dan Pulo Gebang cenderung sama (homogen), yaitu didominasi oleh masalah kelistrikan sekitar 70-80 persen dari total kasus),” kata Bayu saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/8/2026).

Menurut Bayu, persoalan kelistrikan yang ditemukan di lapangan cukup beragam. Salah satunya penggunaan kabel berukuran kecil yang tidak sesuai dengan kapasitas listrik.

Selain itu, penggunaan stop kontak atau steker bercabang secara berlebihan juga menjadi persoalan. Sambungan listrik yang tidak dilengkapi miniature circuit breaker (MCB) standar turut meningkatkan risiko.

Beban listrik berlebih atau overload juga menjadi salah satu faktor utama.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika sejumlah peralatan elektronik berdaya besar digunakan secara bersamaan pada jaringan listrik hunian lama yang kapasitasnya belum disesuaikan kembali.

Artinya, sumber kebakaran tidak selalu berasal dari api terbuka. Jaringan listrik di dalam rumah yang menerima beban melebihi kemampuannya juga dapat memicu panas berlebih dan berujung kebakaran.

Meski persoalan kelistrikan menjadi faktor dominan di lima wilayah tersebut, karakteristik lingkungan membuat tingkat risikonya berbeda.

Di Kapuk dan Penjaringan, misalnya, keberadaan kontrakan padat, hunian sewa murah, serta permukiman liar turut meningkatkan potensi kebakaran.

Gulkarmat menemukan praktik penyambungan listrik langsung tanpa MCB serta penggunaan bangunan berbahan kayu atau semi permanen. Material tersebut dapat mempercepat akumulasi panas dan membuat api lebih cepat membesar ketika kebakaran terjadi.

Sementara itu, Cengkareng Timur, Pegadungan, dan Pulo Gebang memiliki karakter kawasan campuran yang menggabungkan permukiman dengan aktivitas ekonomi.

Di sejumlah lokasi terdapat industri rumahan atau gudang kecil yang menambah potensi bahaya. Kegiatan konveksi, misalnya, dapat menghasilkan debu kain yang mudah terbakar.

Risiko juga berasal dari industri rumahan berbahan plastik, bengkel las, hingga penyimpanan bahan kimia atau tiner yang tidak dilengkapi sistem proteksi kebakaran memadai.

Dengan demikian, risiko kebakaran di permukiman padat bukan hanya ditentukan oleh kondisi instalasi listrik rumah tangga, tetapi juga aktivitas yang berlangsung di sekitarnya.

Persoalan tidak berhenti ketika api mulai muncul. Kondisi fisik permukiman turut menentukan seberapa cepat petugas pemadam kebakaran dapat mencapai lokasi.

Bayu mengatakan, sejumlah jalan lingkungan di kawasan padat memiliki lebar kurang dari 2-3 meter.

Akses tersebut sering kali semakin menyempit akibat kendaraan yang parkir, tiang listrik dan telekomunikasi, portal permukiman, hingga lapak pedagang.

Bangunan yang berdiri sangat rapat atau menggunakan pola zero lot line juga membuat api lebih mudah menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain.

Dominasi bangunan semi permanen yang menggunakan kayu, tripleks, dan seng turut menambah material yang mudah terbakar.

Masalah lain adalah keterbatasan sumber air. Infrastruktur air untuk pemadaman di sejumlah kawasan padat masih minim. Hidran mandiri tidak selalu tersedia atau berfungsi, sementara sumber air terbuka seperti sungai dan waduk dapat terkendala kondisi dangkal atau dipenuhi sampah.

Jaringan kabel utilitas udara yang tidak tertata juga dapat menghambat pergerakan armada sekaligus membahayakan petugas ketika melakukan pemadaman.

Berbagai hambatan tersebut berdampak langsung terhadap waktu respons petugas.

Gulkarmat menargetkan waktu tanggap maksimal 15 menit. Namun, di kawasan permukiman padat, armada utama kerap tidak dapat mencapai titik api secara langsung.

Petugas terkadang harus berhenti sekitar 100-300 meter dari lokasi kebakaran dan membawa selang secara manual melewati gang sempit.

Penggelaran sekitar 10-20 unit selang pada tahap awal pemadaman dapat memerlukan waktu 5-10 menit.

Keterlambatan beberapa menit sangat berarti karena api terus berkembang.

Bayu menjelaskan, keterlambatan penetrasi api sekitar lima menit dapat meningkatkan risiko terjadinya flashover, yakni kondisi ketika berbagai material di dalam ruangan dapat terbakar hampir secara serentak akibat panas yang sangat tinggi.

“Selain itu, semakin panjang selang yang digunakan, semakin besar pula kehilangan tekanan air akibat gesekan sehingga pasokan air ke titik api dapat terhambat,” kata Bayu.

Bagi petugas pemadam, gang sempit bukan sekadar persoalan kendaraan yang sulit masuk. Di lapangan, mereka juga harus menghadapi gang yang menyerupai labirin, jebakan asap, serta keterbatasan jalur keluar ketika berada di dalam permukiman.

Kondisi tersebut membuat pencegahan menjadi bagian penting dalam menekan risiko kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik, menghindari penggunaan stop kontak bercabang secara berlebihan, memastikan perlindungan MCB sesuai standar, serta menjaga akses jalan lingkungan tetap terbuka menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi potensi kebakaran sekaligus mempercepat penanganan ketika insiden terjadi.(Dhil/kmps)

Topik: JAKARTAKebakaran

TerkaitBerita

Kebakaran Rumah di Joglo Jakarta Barat, 10 Mobil Damkar Dikerahkan
Peristiwa

Kebakaran Rumah di Joglo Jakarta Barat, 10 Mobil Damkar Dikerahkan

oleh Editor : Affandy
21 Agustus 2026
Pencarian ASN Kota Bogor yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane Dihentikan Setelah 7 Hari
Peristiwa

Pencarian ASN Kota Bogor yang Diduga Hanyut di Sungai Cisadane Dihentikan Setelah 7 Hari

oleh Editor : Affandy
20 Agustus 2026
Orangutan Didi Berhasil Dievakuasi dalam 30 Menit Oleh Kemenhut dan Solo Safari
Peristiwa

Orangutan Didi Berhasil Dievakuasi dalam 30 Menit Oleh Kemenhut dan Solo Safari

oleh Editor : Anggoro
20 Agustus 2026
Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores
Peristiwa

Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Gempa Flores

oleh Editor : Anggoro
20 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Tantowi Yahya Bawa Musik Indonesia ke Tiga Negara Eropa, Kenalkan Budaya hingga Potensi Wisata

Tantowi Yahya Bawa Musik Indonesia ke Tiga Negara Eropa, Kenalkan Budaya hingga Potensi Wisata

20 Agustus 2026
Aa Juju Bongkar Pengalaman Kurang Menyenangkan Pakai Hyundai Ioniq 5, dari Fast Charging hingga Head Unit

Aa Juju Bongkar Pengalaman Kurang Menyenangkan Pakai Hyundai Ioniq 5, dari Fast Charging hingga Head Unit

22 Agustus 2026
Warga Bukit Duri Minta Polisi Terus Sisir Gang Usai Tawuran Tiga Kali Sepekan

Warga Bukit Duri Minta Polisi Terus Sisir Gang Usai Tawuran Tiga Kali Sepekan

22 Agustus 2026
Modus “Pengantin Pesanan”, Ketika Tawaran Menikah dengan WNA Berujung TPPO

Modus “Pengantin Pesanan”, Ketika Tawaran Menikah dengan WNA Berujung TPPO

22 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4410 shares
    Share 1764 Tweet 1103
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Kampung Legendaris Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Bawa Lebih dari 40 Kuliner Nusantara

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Danantara Buka Suara soal GOTO Terdepak dari Indeks MSCI

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Badai Finansial Berujung Status Tersangka, Ruben Onsu Buka Pintu Damai Perkara Rp3,5 M

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya