Informasi mengenai penutupan tersebut disampaikan PT Jasa Marga melalui akun X @PTJASAMARGA sekitar pukul 22.00 WIB. Pengendara yang hendak melintas di kawasan terdampak diminta memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.
Beberapa akses masuk Tol Dalam Kota yang ditutup sementara meliputi GT Angke 2, GT Jalembar 2, GT Tanjung Duren, GT Slipi 2, serta GT Pejompongan arah Cawang.
Selain akses masuk, akses keluar Pejompongan KM 09+700 arah Grogol juga ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena adanya kegiatan penyampaian aspirasi di jalan arteri depan kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Jasa Marga juga memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk kendaraan yang hendak menuju Tol Dalam Kota.
Pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Tol Layang Ir. Wiyoto Wiyono maupun Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR).
Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dampak aksi penyampaian aspirasi yang masih berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Informasi mengenai pengalihan arus pertama kali disampaikan Jasa Marga pada pukul 21.32 WIB dan kemudian diperbarui pada pukul 22.00 WIB.
Pengendara diimbau memperhatikan informasi lalu lintas terkini dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama rekayasa berlangsung.
Dampak penutupan sejumlah akses Tol Dalam Kota juga dirasakan di ruas Tol Jakarta-Tangerang atau Tol Janger.
Pada pukul 21.51 WIB, Jasa Marga melaporkan ruas Kebon Jeruk-Tomang terpantau padat.
Sementara itu, kendaraan yang melintas menuju Slipi/Cawang dialihkan ke arah Tanjung Priok. Pengalihan dilakukan sebagai dampak kegiatan penyampaian aspirasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.
Kondisi tersebut membuat pengendara yang biasanya menggunakan jalur menuju Slipi dan Cawang perlu menyesuaikan perjalanan.
Penutupan dan rekayasa lalu lintas terjadi ketika massa masih bertahan di kawasan Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Jakarta Barat.
Sebelumnya, situasi di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI juga sempat diwarnai aktivitas massa dan pengamanan aparat.
Keberadaan massa di sejumlah ruas jalan membuat petugas harus melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional untuk menjaga keamanan sekaligus mengurangi dampak terhadap pengguna jalan.
Pengendara yang tidak memiliki keperluan mendesak di sekitar kawasan DPR/MPR dan Slipi disarankan mempertimbangkan rute lain hingga kondisi lalu lintas kembali normal.
Penutupan akses tol tersebut bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Karena itu, pengguna jalan perlu memantau informasi resmi Jasa Marga maupun kepolisian sebelum melakukan perjalanan melalui kawasan terdampak.(dhil/kmps)










