Koranindopos.com – JAKARTA – Situasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, terpantau kondusif pada Rabu (26/8/2026) malam, sehari menjelang rencana aksi demonstrasi yang akan digelar sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa.
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 22.45 WIB, masih terlihat sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan relawan yang berjaga untuk menerima serta mengamankan bantuan logistik dari masyarakat.
Bantuan tersebut mayoritas berupa makanan dan minuman yang dipersiapkan untuk mendukung massa yang akan mengikuti aksi unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026).
Sejumlah kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, terlihat silih berganti datang membawa donasi. Setiap kali kendaraan pembawa bantuan tiba, para ojol yang berjaga terdengar bersorak.
Mereka kemudian segera mengambil barang-barang tersebut dan membawanya menuju titik penyimpanan logistik.
Jenis bantuan yang paling banyak diterima berupa air mineral kemasan serta makanan ringan, seperti roti.
Salah seorang pengemudi ojol yang ikut membantu penerimaan logistik mengatakan, bantuan tersebut berasal dari masyarakat dari berbagai daerah. Donasi tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga dari luar Pulau Jawa.
“Ada yang dari Tanjung Priok. Malah tadi ada yang dari Kaltim. Iya (bantuan) dari masyarakat biasa. Kebanyakan ada air mineral, makanan, roti-roti. (Bantuan berdatangan) dari tadi siang,” ujar pengemudi ojol tersebut.
Para pengemudi ojol yang menunggu kedatangan bantuan terlihat berjaga di tepi Jalan Gatot Subroto.
Namun, petugas kepolisian beberapa kali memberikan teguran ketika kerumunan mulai melebar hingga ke badan jalan dan berpotensi mengganggu kendaraan yang melintas.
Meski demikian, kondisi lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada malam hari terlihat lebih lengang dibandingkan situasi pada sore sebelumnya.
Jumlah massa aksi maupun personel kepolisian juga berangsur berkurang setelah proses negosiasi antara Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Polres Metro Jakarta Pusat mencapai kesepakatan.
Negosiasi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut menghasilkan kesepakatan agar massa AMPB dan personel kepolisian sama-sama menarik diri dari depan Gedung DPR/MPR RI.
Selain itu, titik penyimpanan bantuan logistik juga dipindahkan dari area depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI ke trotoar di sisi kiri gerbang.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga akses jalan sekaligus memastikan aktivitas penerimaan bantuan tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Situasi di kawasan Gedung DPR/MPR RI pun tetap dipantau menjelang aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026). Berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa sebelumnya telah menyatakan akan menyampaikan aspirasi dengan sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut.(dhil/kmps)










