Koranindopos.com – JAKARTA — Setiap perjalanan menghadirkan kondisi berkendara yang berbeda. Jalanan perkotaan yang padat membutuhkan respons kendaraan yang halus dan efisien, sementara medan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi membutuhkan pengelolaan tenaga dan traksi yang berbeda.
Untuk menyesuaikan karakter kendaraan dengan berbagai kondisi tersebut, iCAR V23 tipe Z dibekali enam pilihan driving mode, yakni ECO, Comfort, Sport, Slippery, Off Road, dan Individual.
Keenam mode tersebut tidak hanya mengubah sensasi berkendara. Di baliknya terdapat strategi kontrol dan parameter kerja yang berbeda, mulai dari respons kendaraan terhadap input pengemudi, distribusi torsi pada sistem iWD, regenerative braking, hingga pengendalian traksi.
“Ketika pengemudi mengganti driving mode, sistem akan menyesuaikan strategi kontrol kendaraan berdasarkan karakter yang ingin dicapai pada mode tersebut. Jadi, perubahan yang dirasakan bukan hanya pada berat setir, respon akselerator, atau karakter rem, tetapi juga pada bagaimana sistem motor listrik iWD, distribusi torsi, regenerative braking, dan kontrol traksi bekerja,” ujar Tommy Hermansyah selaku Product Planning Manager iCAR Indonesia.
Bagi pengemudi yang mengutamakan efisiensi energi, ECO Mode dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan tenaga.
Pada iCAR V23 iWD, sistem dapat mengurangi keterlibatan motor depan dan memprioritaskan motor belakang sebagai penggerak utama.
Strategi tersebut membuat mode ECO sesuai digunakan untuk aktivitas harian ketika kendaraan tidak membutuhkan performa penuh dari kedua motor.
Dengan pengaturan tersebut, penggunaan energi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, terutama ketika kendaraan digunakan di jalan perkotaan maupun kondisi berkendara yang relatif normal.
Berbeda dengan ECO, Comfort Mode dirancang untuk memberikan karakter berkendara yang lebih seimbang, ringan, dan nyaman.
Mode ini ditujukan untuk penggunaan sehari-hari dengan respons kendaraan yang lebih natural dan halus.
Karakter tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan di dalam kota hingga perjalanan jarak lebih jauh ketika pengemudi menginginkan pengalaman berkendara yang lebih smooth.
Ketika pengemudi membutuhkan respons yang lebih spontan, Sport Mode menjadi pilihan dengan karakter yang lebih agresif.
Mode ini mengoptimalkan respons akselerasi sekaligus mengatur distribusi torsi antara motor depan dan belakang untuk menghasilkan performa yang lebih maksimal.
Dengan pengaturan tersebut, respons kendaraan terhadap input akselerator menjadi lebih dinamis. Mode Sport dapat digunakan ketika pengemudi membutuhkan akselerasi yang lebih spontan atau menginginkan sensasi berkendara yang lebih responsif.
Kondisi jalan dengan tingkat grip rendah membutuhkan strategi penyaluran tenaga yang berbeda. Untuk situasi tersebut, iCAR V23 menyediakan Slippery Mode.
Mode ini mengoptimalkan distribusi torsi untuk membantu mempertahankan traksi sekaligus mengurangi potensi wheel spin.
Pengaturan tersebut dapat dimanfaatkan ketika kendaraan melewati permukaan jalan basah atau kondisi lain yang membuat cengkeraman ban terhadap permukaan jalan berkurang.
Dengan tenaga yang disalurkan secara lebih terkontrol, sistem membantu kendaraan mempertahankan traksi ketika kondisi permukaan jalan tidak ideal.
Sementara itu, Off Road Mode ditujukan untuk kondisi medan yang lebih menantang.
Dalam mode ini, distribusi torsi diatur secara dinamis sesuai kebutuhan traksi. Sistem juga memanfaatkan electronic limited slip untuk membantu mempertahankan traksi ketika kendaraan melewati medan dengan tingkat grip rendah.
Karakter tersebut mendukung kemampuan iCAR V23 ketika melewati permukaan yang tidak rata maupun medan yang membutuhkan pengelolaan traksi lebih optimal.
Artinya, Off Road Mode tidak hanya mengubah respons kendaraan, tetapi juga menyesuaikan cara sistem mengelola tenaga agar kendaraan dapat menghadapi kondisi permukaan yang lebih beragam.
Selain lima mode dengan karakter yang telah ditentukan, iCAR V23 juga menawarkan Individual Mode bagi pengemudi yang ingin mengatur karakter kendaraan sesuai preferensi pribadi.
Pada mode ini, terdapat empat parameter yang dapat diatur secara terpisah, yaitu:
- Accelerator pedal sensitivity
- Brake character
- Steering weight
- Regenerative braking
Keempat parameter tersebut dapat dikombinasikan sesuai gaya maupun kebutuhan berkendara.
Pengemudi, misalnya, dapat memilih respons akselerator yang diinginkan, menentukan karakter pengereman, menyesuaikan bobot setir, hingga mengatur karakter regenerative braking.
Dengan demikian, Individual Mode memberikan fleksibilitas lebih besar dibandingkan mode yang memiliki pengaturan karakter bawaan.
Kehadiran enam driving mode pada iCAR V23 tipe Z menunjukkan bahwa pengaturan karakter kendaraan tidak hanya berkaitan dengan rasa berkendara.
Setiap mode memiliki strategi berbeda dalam mengelola respons kendaraan, distribusi torsi, regenerative braking, hingga kontrol traksi sesuai kebutuhan.
“Dengan enam pilihan tersebut, driving mode pada iCAR V23 menjadi bagian dari sistem yang memungkinkan kendaraan beradaptasi dengan beragam kebutuhan berkendara. Pengemudi dapat memilih karakter yang paling sesuai, baik untuk penggunaan sehari-hari, perjalanan yang membutuhkan respons lebih dinamis, maupun kondisi jalan yang membutuhkan pengelolaan traksi lebih baik. Fleksibilitas ini memberikan pengalaman berkendara yang berbeda dalam satu kendaraan,” tutup Tommy.
Dengan pilihan mulai dari ECO untuk efisiensi, Comfort untuk kenyamanan, Sport untuk respons dinamis, Slippery untuk menjaga traksi, Off Road untuk medan menantang, hingga Individual yang dapat dikustomisasi, iCAR V23 tipe Z menawarkan enam pendekatan berbeda dalam mengatur karakter berkendara sesuai kondisi perjalanan.(dhil)










