Koranindopos.com – JAKARTA — Sosok pria yang diduga menendang seorang wanita di area food court Senayan City, Jakarta Pusat, pada Minggu (13/9/2026), sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Pria berinisial RS (44) tersebut bahkan sempat dikaitkan warganet dengan latar belakang maupun pengaruh tertentu. Spekulasi itu muncul setelah video kejadian viral dan pihak pengelola mal memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
Selain itu, informasi mengenai identitas RS juga berkembang di media sosial. Salah satu pengguna Threads dengan akun @darmasartiko menyebut RS sebagai kader salah satu partai politik.
Namun, polisi memastikan informasi tersebut tidak benar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan RS tidak memiliki afiliasi dengan partai politik maupun organisasi kepentingan tertentu.
“Tidak. Yang bersangkutan tetap (karyawan) swasta, tidak ada terafiliasi dengan partai, tidak terafiliasi dengan organisasi lain, sebagai sosok pribadi seorang (karyawan) swasta,” kata Budi saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (18/9/2026).
Spekulasi mengenai identitas RS juga muncul karena wajahnya tidak terlihat secara jelas dalam sejumlah unggahan di media sosial, termasuk foto yang dirilis Polda Metro Jaya.
Budi menjelaskan, keputusan untuk tidak menampilkan wajah RS secara jelas berkaitan dengan proses hukum dan penerapan asas praduga tak bersalah.
Menurut dia, status seseorang yang telah diamankan polisi belum otomatis membuatnya dapat dinyatakan bersalah.
“Jadi, walaupun orang tersebut sudah diamankan oleh penyelidik dan penyidik, tapi dasar hukumnya tetap nanti proses persidangan yang akan menentukan inkrah terhadap yang bersangkutan bersalah,” jelas Budi.
Dengan demikian, polisi masih menempatkan RS dalam kerangka proses hukum yang berjalan. Penentuan bersalah atau tidak nantinya bergantung pada proses peradilan dan putusan yang berkekuatan hukum tetap.
RS sebelumnya ditangkap polisi di kediamannya di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (18/9/2026) dini hari sekitar pukul 03.55 WIB.
Setelah diamankan, penyidik melakukan pemeriksaan untuk mendalami dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Senayan City.
Polisi juga masih mendalami motif RS melakukan tindakan tersebut.
Selain memeriksa RS, penyidik turut mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan memeriksa rekaman CCTV yang merekam kejadian di area food court Senayan City.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai rangkaian peristiwa sebelum, saat, dan setelah dugaan penendangan terjadi.
Sebelumnya, rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang wanita ditendang oleh seorang pria di area tempat makan Senayan City viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, seorang wanita yang mengenakan pakaian putih terlihat sedang berdiri dalam antrean di salah satu gerai makanan.
Kejadian kemudian berlangsung secara tiba-tiba ketika pria tersebut melakukan tindakan yang membuat korban tersungkur.
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik.
Peristiwa itu juga membuat korban mengalami dampak psikologis. Sebelumnya, korban disebut belum dapat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi karena masih mengalami trauma.
Setelah RS berhasil diamankan, polisi kini melanjutkan proses penyelidikan untuk mengungkap motif serta memastikan rangkaian kejadian berdasarkan bukti dan keterangan para saksi.
Polisi menegaskan bahwa informasi mengenai latar belakang maupun afiliasi RS perlu mengacu pada hasil pemeriksaan resmi, bukan spekulasi yang beredar di media sosial.(Dhil/kmps)










