Koranindopos.com – JAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi simbolik di Fakultas Teknik (FT) UI, Kamis (24/9/2026). Dalam aksi tersebut, peserta diminta mengenakan pakaian berwarna hitam.
Ketua BEM UI Yathalatof Himawan mengatakan, warna hitam dipilih sebagai simbol duka cita sekaligus refleksi atas berbagai peristiwa pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.
“Hitam itu seperti simbol mengenai bentuk duka dan ironi atas tragedi-tragedi yang dilakukan oleh negara. Justru negara harus melindungi,” jelas Yathalatof atau Athof saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (23/9/2026).
Salah satu peristiwa yang akan diperingati dalam aksi tersebut adalah kematian aktivis UI Yap Yun Hap.
Yap Yun Hap tewas ditembak ketika mengikuti aksi unjuk rasa di kawasan Semanggi pada 1999. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kasus yang disebut dalam agenda memorial BEM UI.
Aksi tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperingati satu peristiwa, tetapi juga menjadi bagian dari refleksi terhadap sejumlah kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.
Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI 2026, Lionel Sihaloho, menjelaskan bahwa penggunaan pakaian serba hitam juga berkaitan dengan istilah “Black September” atau September Hitam.
Menurut Lionel, istilah tersebut merujuk pada konflik militer yang terjadi di Yordania pada 1970.
“Sejak saat itu, frasa September Hitam menjadi metafora global untuk menandai bulan yang dipenuhi tragedi,” jelas Lionel saat dihubungi secara terpisah.
Dalam konteks Indonesia, Lionel mengatakan istilah September Hitam kemudian digunakan sebagai bentuk memorial terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada bulan September.
“Di Indonesia sendiri, istilah September Hitam telah digunakan sejak tahun 2000-an sebagai respons memorial terhadap segala pelanggaran HAM yang terjadi di bulan September,” tambahnya.
Penggunaan warna hitam dalam aksi BEM UI tersebut karena itu dimaksudkan sebagai simbol untuk mengenang para korban sekaligus mengingat kembali berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari sejarah pelanggaran HAM di Indonesia.
Selain menyampaikan tuntutan dan pesan memorial, rangkaian kegiatan BEM UI juga akan dilanjutkan dengan pameran digital.
Aksi akan berlangsung di Fakultas Teknik UI dengan agenda penyampaian tuntutan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI melalui pameran digital.
Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyampaikan informasi mengenai peristiwa-peristiwa yang diperingati sekaligus mengajak mahasiswa mengingat kembali berbagai catatan HAM.
Melalui aksi simbolik tersebut, BEM UI menyampaikan pesan bahwa peringatan terhadap kasus pelanggaran HAM tidak hanya dilakukan melalui demonstrasi, tetapi juga melalui kegiatan memorial dan edukasi di lingkungan kampus.(dhil/kmps)










