Koranindopos.com – JAKARTA — Kasus campak di Amerika Serikat terus bertambah sepanjang 2026. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat 3.887 kasus campak terkonfirmasi hingga 1 Oktober 2026.
Kasus tersebut telah dilaporkan di 47 negara bagian dan menyebabkan dua kematian. CDC juga mencatat 42 wabah campak baru sepanjang 2026.
Sebanyak 95 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi diketahui berkaitan dengan wabah yang terjadi di sejumlah wilayah.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 3.869 kasus dilaporkan dari 47 negara bagian AS. Sementara 18 kasus lainnya melibatkan pengunjung internasional.
Berdasarkan kelompok usia, kasus campak paling banyak ditemukan pada kelompok usia 5 hingga 19 tahun.
Tercatat sebanyak 1.653 kasus berasal dari kelompok usia tersebut. Selanjutnya, kelompok usia 20 tahun ke atas menyumbang 1.533 kasus.
Sementara itu, sebanyak 683 kasus terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Adapun 19 kasus lainnya tidak diketahui kelompok usianya.
Jumlah kasus campak sepanjang 2026 tersebut telah melampaui total kasus yang tercatat selama 2025, yakni sebanyak 2.289 kasus.
Jumlah kasus pada 2025 sebelumnya disebut sebagai angka tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.
Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius.
Meski kematian akibat campak tergolong jarang, penyakit ini dapat berakibat fatal. Kematian akibat campak diperkirakan terjadi pada sekitar satu hingga tiga dari setiap 1.000 pasien.
Gejala campak umumnya mulai muncul sekitar tujuh hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus.
Pada tahap awal, gejala yang dapat muncul antara lain:
- Demam yang dapat mencapai 40,6 derajat Celsius.
- Batuk kering.
- Pilek.
- Mata merah dan berair atau konjungtivitis.
Sekitar dua hingga tiga hari setelah gejala awal muncul, penderita dapat mengalami bintik-bintik putih kecil di dalam mulut.
Selanjutnya, sekitar tiga hingga lima hari setelah gejala pertama muncul, ruam kulit biasanya mulai terlihat. Ruam dapat berupa bintik-bintik besar dan datar serta benjolan kecil yang menonjol.
Ruam umumnya pertama kali muncul di wajah atau leher, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk dada, lengan, hingga kaki.
Karena campak sangat mudah menular, orang yang mengalami gejala perlu menghindari kontak dekat dengan orang lain dan mendapatkan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi serta penanganan yang tepat.(dhil/dtk)










