Koranindopos.com – JAKARTA – Menjaga kadar kolesterol kerap dianggap harus dilakukan dengan menerapkan diet ketat dan mengurangi berbagai makanan yang disukai. Padahal, pola makan sehat tidak selalu berarti harus mengorbankan kenikmatan saat menyantap makanan.
Dengan memilih bahan makanan dan metode pengolahan yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati beragam menu sekaligus menerapkan gaya hidup yang lebih sehat.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat larut. Jenis serat ini dapat ditemukan dalam sejumlah makanan sehari-hari, termasuk oat yang mengandung beta-glukan.
Oat dapat menjadi salah satu pilihan makanan dalam pola makan untuk membantu menjaga kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).
Serat pangan larut berupa beta-glukan yang terdapat dalam oat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan rendah kolesterol dan rendah lemak jenuh.
Kadar kolesterol yang terjaga merupakan salah satu bagian penting dalam upaya mengurangi risiko penyakit jantung.
Selain beta-glukan, oat juga merupakan sumber serat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian sekaligus mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Dalam satu porsi oatmeal sebanyak 35 gram atau sekitar delapan sendok makan, terdapat sekitar 2,9 gram serat pangan atau setara dengan 12 persen kebutuhan harian, serta 1,2 gram beta-glukan.
Kandungan serat tersebut juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini membuat oat dapat menjadi salah satu pilihan makanan dalam pengelolaan berat badan sebagai bagian dari penerapan gaya hidup sehat.
Oat dapat dikonsumsi sebagai salah satu pilihan menu sarapan karena memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, terutama beta-glukan.
Selain serat, oat juga mengandung sejumlah mikronutrien, seperti tiamin atau vitamin B1, asam folat atau vitamin B9, fosfor, magnesium, mangan, seng, tembaga, dan zat besi.
Salah satu produk yang dapat menjadi pilihan adalah Quaker Oats. Produk tersebut terbuat dari 100 persen oat utuh dan mengandung serat, protein, serta beta-glukan.
Quaker Oats tersedia dalam beberapa pilihan sesuai kebutuhan, mulai dari Quaker Instant Oats yang praktis diseduh, Quaker Quick Cook Oats yang dapat dimasak dalam waktu singkat, hingga Quaker Rolled Oats yang memiliki tekstur oat lebih utuh.
Tidak hanya praktis, oat juga mudah dikreasikan menjadi berbagai menu sarapan. Oat dapat diolah menjadi oatmeal hangat, overnight oats, maupun dipadukan dengan buah, susu, yogurt, dan berbagai topping sehat lainnya.
Dengan fleksibilitas tersebut, oat dapat menjadi pilihan sarapan yang mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Marketing Manager Quaker Indonesia, Shiera Maulidya, mengatakan semakin banyak masyarakat, termasuk kelompok usia muda dan produktif, yang mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui pilihan sederhana sehari-hari.
Menurutnya, salah satu kebiasaan yang dapat dibangun adalah memilih menu sarapan yang lebih baik dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami sadar bahwa banyak konsumen, mulai dari usia muda hingga produktif, yang semakin paham bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari pilihan-pilihan kecil setiap hari. Salah satunya adalah membangun kebiasaan sarapan yang lebih baik setiap pagi dengan pilihan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang, seperti rutin mengonsumsi oatmeal,” ujar Shiera.
Melalui kampanye “Sobat KoLESSterol”, Quaker Oats juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih sehat melalui langkah-langkah sederhana.
Shiera menilai kebiasaan tersebut dapat dimulai sejak pagi dengan memilih menu sarapan yang lebih sehat, salah satunya semangkuk oatmeal.
“Kunci dari pola hidup sehat adalah konsistensi. Masyarakat tidak perlu merasa bahwa menjaga kolesterol berarti harus berhenti menikmati makanan. Yang lebih penting adalah memahami pilihan makanan yang lebih baik dan menjadikannya bagian dari kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Ia menambahkan, menjaga kesehatan bukan hanya bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap orang-orang terdekat agar dapat menikmati lebih banyak momen bersama di masa mendatang.
Pada akhirnya, perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara drastis. Kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi makanan yang mengandung serat larut, berolahraga secara rutin, serta mengelola stres dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Dengan membangun kebiasaan sarapan yang lebih sehat dan konsisten, perhatian terhadap kesehatan dapat dimulai sejak pagi dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.(dhil)




