Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Hadapi Volatilitas Pasar, Mirae Asset Sekuritas Soroti Fundamental Ekonomi dan Reformasi Pasar Modal

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
in Ekonomi
A A
0
Hadapi Volatilitas Pasar, Mirae Asset Sekuritas Soroti Fundamental Ekonomi dan Reformasi Pasar Modal

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menekankan pentingnya strategi investasi yang selektif di tengah tingginya volatilitas pasar global dan ketidakpastian domestik. Pesan ini menjadi sorotan utama dalam ajang Media Day bertajuk “Navigating Uncertainty: A New Perspective on Indonesia’s Market” pada Selasa (20/10/2026).

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai pasar keuangan Indonesia masih menghadapi tekanan ganda dari faktor eksternal dan internal.

Tingginya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat, ekspektasi suku bunga global yang higher for longer, serta kenaikan harga energi internasional memperkuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang. Hal ini tecermin pada nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS pada pertengahan Oktober 2026.

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026 menjadi 5,75% guna menjaga stabilitas nilai tukar. Sementara itu, inflasi September 2026 tercatat sebesar 3,28%, dan diproyeksikan berpotensi menyentuh 4,0% pada akhir tahun akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga pangan.

Artikel Terkait

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

BCA Perpanjang Periode Buyback Saham Hingga 23 Oktober 2026

IHSG Melesat Kembali Tembus Level 5.000, Saham Perbankan dan Infrastruktur BUMN Beterbangan

“Investor perlu melihat kondisi pasar secara menyeluruh, karena tekanan global tidak hanya berdampak pada pergerakan saham, tetapi juga nilai tukar, imbal hasil obligasi, dan arus modal. Di tengah kondisi ini, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif resilien, tetapi tekanan terhadap daya beli dan risiko inflasi tetap perlu dicermati,” ujar Rully.

Selain tantangan makroekonomi, dinamika bursa sempat dipengaruhi oleh wacana usulan MSCI terkait kemungkinan perubahan status klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market. Rully menegaskan wacana tersebut belum final karena masih dalam tahap konsultasi.

Di saat yang sama, otoritas pasar modal sedang memacu pembenahan untuk meningkatkan transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, dan kualitas pasar secara keseluruhan. Konsistensi reformasi ini dinilai menjadi kunci penentu kepercayaan investor asing ke depan.

Ketidakpastian terkait isu MSCI sebelumnya sempat memicu gejolak tinggi di bursa. Pada 16 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 11,6% dalam sehari, yang diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) cukup deras oleh investor asing.

“Valuasi saham yang sudah terkoreksi memang dapat membuka peluang, tetapi harga yang lebih murah tidak otomatis berarti pasar akan segera pulih. Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan arus dana asing, kemajuan reformasi pasar, dan kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja fundamentalnya,” tambah Rully.

Tekanan pasar turut berdampak pada saham-saham di sektor consumer. Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Putu Chantika Putri Dhammayanti, mengimbau investor untuk lebih selektif mengingat dampak volatilitas berbeda-beda pada tiap emiten.

Saat IHSG merosot 11,6% pada 16 Oktober lalu, sektor consumer non-cyclicals terkikis 10,1%. Sejumlah saham ritel dan konsumer mengalami pelemahan signifikan, seperti:

  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI): Turun 12,4%

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Terkoreksi 14,9%

Menurut Chantika, penurunan tersebut lebih dipicu oleh sentimen ketidakpastian arus dana asing (foreign outflow) terkait isu MSCI ketimbang perubahan fundamental bisnis emiten.

Perbedaan kinerja saham sektor konsumer sepanjang tahun berjalan (year-to-date) mempertegas pentingnya analisis mendalam berbasis emiten:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Masih mencatatkan kenaikan harga saham sebesar +13,3% YTD.

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Terkoreksi sekitar -46,6% YTD.

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Terkoreksi sekitar -46,5% YTD.

“Valuasi yang murah saja tidak cukup untuk menjadi dasar keputusan investasi. Investor perlu melihat apakah perusahaan masih mampu menjaga volume penjualan, mempertahankan profitabilitas, dan memiliki katalis pertumbuhan yang jelas,” jelas Chantika.

Dalam riset terbarunya, Mirae Asset mencermati saham MIDI, MAPI, dan CMRY dengan mempertimbangkan ketahanan volume penjualan serta daya tahan bisnis masing-masing emiten.

Guna melengkapi jangkauan solusinya bagi investor, Mirae Asset Sekuritas turut memperkenalkan layanan referral Gadai Efek hasil kerja sama dengan PT Pegadaian. Fasilitas ini hadir sebagai alternatif akses likuiditas berbasis portofolio investasi.

Head of Business Development PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Simon Gunawan Sinaga, menjelaskan bahwa skema ini memungkinkan nasabah memperoleh pinjaman dana tunai dengan menjaminkan aset seperti saham tertentu atau obligasi pemerintah tanpa harus menjual portofolionya.

Dalam skema kemitraan ini:

  1. Mirae Asset berperan sebagai mitra referral untuk pemeriksaan awal dokumen dan ketersediaan efek.

  2. PT Pegadaian berwenang penuh dalam verifikasi akhir, penilaian agunan, dan keputusan persetujuan kredit.

  3. Efek yang dijaminkan tetap tercatat atas nama nasabah, namun berstatus diblokir sementara selama masa jaminan berlangsung.(dhil)

Topik: Mirae AssetPasar Modal

TerkaitBerita

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi
Bisnis

LPDB Koperasi Perkuat Tata Kelola Penjaminan, Dorong Skema Asuransi Kredit yang Lebih Terintegrasi

oleh Editor : Anggoro
21 Oktober 2026
BCA Perpanjang Periode Buyback Saham Hingga 23 Oktober 2026
Bisnis

BCA Perpanjang Periode Buyback Saham Hingga 23 Oktober 2026

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
IHSG Melesat Kembali Tembus Level 5.000, Saham Perbankan dan Infrastruktur BUMN Beterbangan
Bisnis

IHSG Melesat Kembali Tembus Level 5.000, Saham Perbankan dan Infrastruktur BUMN Beterbangan

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026
BEI Depak 80 Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) dari Perhitungan IHSG demi Gambaran Pasar yang Wajar
Ekonomi

BEI Depak 80 Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) dari Perhitungan IHSG demi Gambaran Pasar yang Wajar

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

21 Oktober 2026
Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

21 Oktober 2026
Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

21 Oktober 2026
Selebriti Ramaikan Kompetisi Padel Bareng Padelbro dan Blibli Sport

Selebriti Ramaikan Kompetisi Padel Bareng Padelbro dan Blibli Sport

21 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1079 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5010 shares
    Share 2004 Tweet 1253
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya