Koranindopos.com, Jakarta – Huni (RSLH) kembali menyelesaikan proyek perbaikan hunian di wilayah Jawa Tengah. Sebanyak 12 unit rumah di Kabupaten Pati kini telah selesai direnovasi total dan siap dihuni secara aman. Inisiatif sosial tersebut memakan total anggaran mencapai angka Rp840 juta.
Pelaksanaan serah terima bantuan secara resmi digelar di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan ceremonial ini dihadiri jajaran pejabat daerah, pimpinan penyalur bantuan, hingga perwakilan penerima manfaat dari tingkat desa.
Sembilan belas bangunan yang direnovasi tersebar di dua wilayah kecamatan terpisah. Sebanyak tujuh unit rumah berada di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, sementara lima unit lainnya terletak di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo. Rata-rata alokasi dana pembangunan berkisar Rp70 juta untuk tiap bangunan.
Proses perbaikan hunian disesuaikan dengan kapasitas anggota keluarga di masing-masing lokasi. Tata ruang berupa kamar tidur, area dapur, hingga fasilitas sanitasi dirancang secara teliti guna memastikan standar kesehatan serta kenyamanan penghuninya terjaga secara optimal.
Syaiful Anam, seorang penjahit asal Desa Cengkalsewu, berbagi kisah mengenai kondisi tempat tinggalnya sebelum menerima bantuan. Selama bertahun-tahun, ia beserta istri dan anaknya menghuni rumah ber dinding bambu dengan alas tanah yang sering mengalami kebocoran.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali mendapat kabar rumah kami mau direnovasi, saya sudah sangat senang. Sampai akhirnya selesai, pastinya makin senang. Sebelum ini kondisi rumahnya kalau hujan ya bocor. Tembok rumah saya itu masih dari gedek (anyaman bambu) lantainya masih tanah. Kalau lagi panas ya sumuk (gerah), kalau hujan itu bocor. kadang-kadang ada ular masuk lewat belakang,” kata Syaiful Anam.
Kini bangunan tempat tinggal Syaiful telah berubah menjadi struktur permanen berlantai keramik dan berdinding bata. Perubahan fisik bangunan tersebut memberikan dampak positif terhadap kualitas istirahat keluarga, terutama bagi anaknya.
“Dulu anak saya kalau siang jarang tidur karena panas. Tapi sekarang lantainya sudah keramik, dindingnya sudah bataan, atapnya sudah bagus. Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang, lebih enak, lebih layaklah untuk keluarga. Sudah permanen. Terima kasih PT Djarum, Semoga program ini terus berjalan sehingga semakin banyak keluarga yang membutuhkan bisa merasakan manfaatnya,” ujar Syaiful.
Pemerintah Kabupaten Pati memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan program perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah ini. Langkah lintas sektor ini dinilai membantu menuntaskan persoalan pemukiman tidak layak huni di daerah.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan pihak swasta. Ia menilai keterlibatan pemangku kepentingan dapat mempercepat pemerataan kesejahteraan warga di wilayah Pati.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Pati tentu mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Djarum atas kepeduliannya kepada masyarakat Pati melalui program Rumah Sederhana Layak Huni. Bantuan ini merupakan suatu anugrah yang sangat berarti bagi para penerima manfaat. PT Djarum sudah berkontribusi besar pada masyarakat Pati. Dengan penuh rasa syukur kami ucapkan terima kasih mewakili masyarakat yang sudah mendapatkan RSLH. Banyak daerah kami yang rumahnya masih harus diperbaiki, tentu dengan hadirnya PT Djarum di Pati ini sangat membantu kami. Kami harap kerjasamanya yang terjalin tidak hanya di program RSLH ini, tapi juga di bidang lain dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Risma Ardhi.
Pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang sehat dipandang berhubungan erat dengan tingkat kebahagiaan serta produktivitas penghuninya. Penyediaan tempat beralas kokoh dan sanitasi memadai menjadi prioritas dasar pelaksanaan perbaikan.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menyampaikan pandangannya terkait urgensi pemenuhan fasilitas tempat tinggal yang layak bagi keluarga.
“Bagaimanapun juga, rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan hidup pokok manusia. Kami merasa mereka (penerima manfaat) perlu diberikan tempat yang layak. Karena hal itu berpengaruh terhadap produktivitas, terutama untuk keluarga-keluarga yang masih punya anak kecil. Jadi kami berharap kalau rumahnya sudah dibenahi, kehidupan mereka bisa lebih sejahtera,” beber Achmad Budiharto.
Pengerjaan renovasi di lapangan menerapkan prinsip gotong royong dengan melibatkan warga sekitar secara aktif. Seluruh biaya pengerjaan ditanggung sepenuhnya oleh penyedia bantuan tanpa membebankan biaya kepada penerima manfaat.
Sistem pengerjaan terpadu ini ditujukan untuk membangun kepedulian sosial di lingkungan pemukiman penerima bantuan. Budiharto menambahkan mengenai harapan kolaborasi antarinstansi dalam penanganan masalah sosial.
“Kami juga berharap apa yang kami lakukan ini meenjadi satu trigger buat perusahaan-perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat. Karena program ini merupakan salah satu komitmen perusahaan, kami ingin masyarakat sekitar menjadi tumbuh, maju, dan berkembang bersama-sama. Mungkin ini kontribusi kecil kami buat Indonesia, tapi kalau dilakukan secara konsisten, semoga bisa membantu kehidupan masyarakat lebih meningkat sesuai tagline kami, ‘Tumbuh Bersama Indonesia’,” katanya.
Inisiatif perbaikan rumah tinggal ini telah berjalan sejak tahun 2022. Sepanjang periode 2022 hingga 2025, program RSLH tercatat telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 626 unit hunian yang tersebar di sembilan kabupaten Jawa Tengah, antara lain Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Pada tahun 2026, target pembangunan ditingkatkan menjadi 492 unit rumah di berbagai kabupaten. Sebelum penyerahan 12 unit rumah di Pati, pengerjaan telah diselesaikan di beberapa area lain, seperti Kudus sebanyak 292 unit, Salatiga 12 unit, Brebes 10 unit, serta Wonogiri 10 unit. (RIS/Hend)










