Koranindopos.com – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menunjukkan hasil positif dalam membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. OMC berhasil memicu turunnya hujan ringan hingga sedang di beberapa titik sasaran.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa intervensi cuaca ini disesuaikan secara dinamis dengan kondisi atmosfer di masing-masing daerah terdampak.
“Di Kalimantan Barat, wilayah sasaran OMC meliputi Sekadau, Ketapang, dan Sintang. Pada 23 Oktober, hujan ringan hingga sedang dilaporkan terjadi di tujuh kabupaten, termasuk tiga wilayah sasaran,” ujar Berton dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Pada periode waktu yang sama, hujan juga sempat dilaporkan turun di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Sementara itu, di Sumatra Selatan, meski OMC belum berhasil memicu curah hujan secara signifikan, operasi tersebut terbukti efektif dalam memperbaiki tingkat jarak pandang (visibility) di udara.
Kendati demikian, tantangan di lapangan masih ada. Di Kalimantan Tengah, misalnya, pelaksanaan OMC sebanyak delapan sortie dengan mengerahkan 7.200 kilogram bahan semai —yang terdiri atas 5.200 kg dry ice dan 2.000 kg natrium klorida (NaCl)— belum memicu turunnya hujan hingga laporan dirilis pada 23 Oktober.
“Upaya ini menjadi bagian dari dukungan penanganan karhutla bersama operasi pemadaman darat dan dukungan udara,” imbuh Berton.
Di tengah upaya pemadaman darat, udara, dan modifikasi cuaca yang terus digencarkan, BNPB mencatat ribuan hektare lahan di pulau Kalimantan dan Sumatra masih dalam proses penanganan akibat karhutla.
-
Wilayah Kalimantan: Total lahan terbakar yang masih ditangani mencapai 3.392 hektare. Rinciannya meliputi Kalimantan Tengah seluas 2.458 hektare, Kalimantan Barat 884 hektare, dan Kalimantan Selatan seluas 52 hektare.
-
Wilayah Sumatra: Total lahan terbakar tercatat seluas 990 hektare. Sebaran luas lahan terdampak meliputi Sumatra Selatan sekitar 889 hektare, Jambi 89 hektare, serta kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung seluas kurang lebih 12 hektare.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat proses pemadaman serta memitigasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di wilayah-wilayah terdampak.(dhil/kmps)










