Koranindopos.com – JAKARTA — Kepolisian Daerah Metro Jaya menerapkan strategi taktis yang tak biasa saat menggelar operasi penggerebekan sarang narkoba di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026) pagi. Sebanyak 1.800 personel gabungan dikerahkan, termasuk dengan memanfaatkan Kereta Rel Listrik (KRL) khusus untuk menyergap lokasi sasaran secara mendadak melalui jalur rel.
PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) membenarkan penggunaan armada kereta oleh aparat kepolisian tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa pengoperasian kereta pengangkut personel kepolisian beserta perlengkapan taktis ini merupakan hasil koordinasi resmi.
“Dapat kami sampaikan bahwa perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok pada hari ini, Minggu 1 November sekitar pukul 06.25 WIB dengan perjalanan Kereta Luar Biasa (KLB) merupakan hasil koordinasi dari pihak Kepolisian kepada KAI Commuter untuk mobilitas hingga ke Tanjung Priok,” jelas Karina dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/11/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar pukul 05.30 WIB ratusan personel kepolisian berpakaian lengkap—membawa pelontar gas air mata, baton, dan tameng anti-huru-hara—naik ke gerbong KRL dari Stasiun Tanjung Priok.
Rangkaian Kereta Luar Biasa (KLB) tersebut kemudian melaju dan sengaja diberhentikan di tengah jalur rel, tepatnya di perbatasan antara Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.
Menggunakan bantuan tangga kayu kecil, para petugas turun dari gerbong kereta dan langsung membentuk formasi barisan taktis di area rel. Personel penutup dengan tameng ditempatkan di barisan terdepan sebelum bergerak merangsek masuk ke gang-gang pemukiman warga.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, membenarkan penggunaan transportasi massal tersebut sebagai bagian dari taktik pendadakan untuk menutup akses melarikan diri bagi para pelaku.
Karina Amanda memastikan bahwa jadwal operasional armada Kereta Luar Biasa (KLB) untuk aparat kepolisian tidak mengganggu grafik perjalanan reguler Commuter Line di koridor Jakarta Kota–Tanjung Priok secara keseluruhan.
Kendati demikian, situasi dinamis di lokasi penggerebekan sempat memicu kerumunan warga di sekitar area rel kereta api, sehingga jalur lintasan sempat tidak steril demi alasan keselamatan.
Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan perjalanan pada tiga jadwal Commuter Line reguler:
-
Jumlah Perjalanan Terdampak: 3 perjalanan KRL rute Jakarta Kota–Tanjung Priok
-
Durasi Keterlambatan: Berkisar antara 4 hingga 19 menit
“KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya. Terdapat tiga perjalanan Commuter Line Jakarta Kota-Tanjung Priok mengalami keterlambatan 4 sampai 19 menit yang disebabkan oleh kerumunan warga di rel dalam proses penggerebekan yang dilakukan,” ucap Karina.(dhil/kmps)










