Koranindopos.com – JAKARTA — Kesaksian pilu diungkapkan oleh Lutfi, seorang pemilik fasilitas toilet umum di seberang Stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. Ia menceritakan momen-momen mencekam saat mendengar jeritan dan tangisan balita berusia 1 tahun 10 bulan berinisial SF pada Sabtu (31/10/2026) malam.
Peristiwa tersebut terkuak sekitar pukul 23.00 WIB ketika Lutfi hendak mandi sebelum beristirahat. Dari salah satu bilik toilet yang tertutup rapat, ia mendengar suara tangisan anak yang terputus-putus.
“Sedikit-sedikit nangis, ntar diam. Nangis, diam. ‘Ada apa?’ Sampai makin penasaran. Saya urungin niat saya untuk mandi, saya keluar lagi,” kata Lutfi saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (3/11/2026).
Lutfi mengamati pintu bilik tersebut selama kurang lebih 30 menit hingga akhirnya seorang anak perempuan bertubuh kecil keluar dari bilik yang pintunya terbuka.
Bocah malang berinisial SF tersebut keluar dalam kondisi tubuh basah kuyup dan tampak kedinginan dengan sorot mata penuh ketakutan.
Saat Lutfi menegur pria yang berada di dalam bilik tersebut, pria yang kemudian diketahui merupakan ayah tiri korban, Alfian Rudiansyah (22), berdalih bahwa ia hanya sedang memberi pelajaran kepada sang anak.
“Saya tegor, ‘Itu kenapa itu anak?’ Dia jawab, ‘Enggak, Bang, bandel doang. Nakal dia.’ Udah, cuman gitu doang,” jelas Lutfi.
Mendengar percakapan tersebut, korban SF sempat melangkah mendekati Lutfi. Namun, langkah kaki kecilnya terhenti karena rasa mual hingga muntah mengeluarkan cairan air dari mulutnya.
Alfian kembali berdalih bahwa sang anak memuntahkan air akibat masuk angin usai mandi malam.
-
Sentuhan Terakhir Korban: Korban sempat memegang kaki Lutfi dengan tangan kecilnya yang dingin.
-
Tindakan Pelaku: Alfian mengeringkan tubuh korban menggunakan popok bekas dan meminta izin menggunakan keset musala sebagai pakaian ganti.
-
Upaya Bantuan Saksi: Lutfi sempat menawarkan diri untuk mengambilkan pakaian bekas anaknya. Namun, saat kembali, Alfian telah menggendong korban dan bergegas pergi meninggalkan lokasi tanpa menghiraukan panggilan Lutfi.
Insiden penganiayaan di toilet umum dekat Stasiun Kebayoran ini berujung tragis setelah bayi berusia 20 bulan tersebut dinyatakan tewas.
Penyidikan kepolisian mengungkap bahwa korban mengalami tindakan kekerasan berat—termasuk ditenggelamkan ke dalam ember toilet—serta indikasi mengalami kurang gizi. Kasus dugaan penganiayaan dan pembunuhan balita ini saat ini ditangani secara intensif oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.(dhil/kmps)









