Koranindopos.com – JAKARTA — Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat mulai menyiapkan langkah penataan menyeluruh terhadap kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Langkah ini diambil guna merespons operasi penertiban beruntun yang sebelumnya telah dilakukan oleh jajaran aparat kepolisian di dua wilayah yang selama ini dikenal rawan peredaran narkoba tersebut.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif tindakan tegas pihak kepolisian dan siap melanjutkan dengan langkah pembenahan fisik serta sosial.
“Kami sangat menyambut baik dan merespons positif ketika sudah dilakukan penertiban saat itu oleh pihak kepolisian,” kata Iin saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).
Iin menegaskan bahwa pembenahan kawasan padat ini tidak boleh berhenti pada tindakan represif penegakan hukum semata. Pemerintah kota berkomitmen mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada Kampung Ambon dan Kampung Boncos—di mana warga luar sering kali merasa takut dan khawatir saat melintas.
Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, pemerintah kota, pihak kecamatan, kelurahan, hingga partisipasi warga lokal, Pemkot Jakarta Barat berencana merestrukturisasi lingkungan tersebut.
“Harapannya ada keinginan untuk mengubah Kampung Ambon menjadi kampung yang lebih humanis, lebih ramah, aman, ramah anak, dan sebagainya,” ujar Iin.
Sebagai tahap awal penataan, Pemkot Jakarta Barat memfokuskan tindakan pada aspek sanitasi dan perbaikan infrastruktur publik dasar yang selama ini terbengkalai akibat terbatasnya akses.
Beberapa Suku Dinas (Sudin) teknis telah dikerahkan ke lokasi secara simultan:
-
Sudin Lingkungan Hidup (LH): Mengangkat dan membersihkan tumpukan sampah liar di kawasan pemukiman.
-
Sudin Sumber Daya Air (SDA): Melakukan pengerukan lumpur dan pembersihan saluran air yang tersumbat.
-
Sudin Bina Marga: Memperbaiki aksesibilitas jalan dan penerangan jalan umum.
Iin mengungkapkan, pengerukan saluran air sebelumnya terkendala oleh minimnya akses masuk bagi unit alat berat. Namun pasca-penertiban kepolisian, pergerakan armada pembersihan menjadi lebih leluasa.
“Setelah penertiban kita langsung masuk untuk pembersihan sampah. Luar biasa, sampahnya banyak banget di situ, kemudian juga lumpurnya,” ungkap Iin.
Penataan kawasan pemukiman ini dilaporkan tidak hanya berfokus pada titik utama Kampung Ambon dan Boncos, melainkan juga menyasar wilayah penyangga di sekitarnya yang masuk dalam lingkup administrasi Kelurahan Kapuk.(dhil/kmps)









