JAKARTA, koranindopos.com – Akhir pekan ini Anda mau berlibur ke mana? Jika opsinya hanya jalan-jalan bersama keluarga, mungkin Pos Bloc Jakarta bisa menjadi pilihan.
Itu merupakan ruang publik kreatif yang berada di Gedung Filateli, Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Ruang publik kreatif itu lekat dengan nuansa bangunan bersejarah. Pos Bloc Jakarta memanfaatkan aset bekas gedung Kantor Pos era Hindia Belanda bergaya art deco.
Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menuturkan, Pos Bloc Jakarta memanfaatkan lahan seluas 7 ribu meter persegi yang dibangun dalam dua fase. Pada fase pertama, area seluas 2.400 meter persegi telah dimanfaatkan. Sisanya akan dibangun pada fase kedua di awal tahun depan.
Sejak dibuka, pengunjung rata-rata 2 ribu orang per hari yang sebagian besar adalah milenial. ’’Karena itu, tahun depan segera dibuka lagi Pos Bloc tahap kedua dengan luas 4.200 meter persegi,’’ katanya.
Di gedung bersejarah yang menjadi bangunan cagar budaya itu, telah hadir beragam tenant. Antara lain, Mini M Bloc Market, Twalen, Coldheart, Canggu Bakehouse, Filosofi Kopi, dan Bakmi Sedjuk. ’’Pos Bloc memiliki spirit perubahan dan kebanggaan. Adanya Pos Bloc juga kami harapkan membawa Pos Indonesia bertransformasi menuju masa depan yang lebih baik,’’ paparnya.
Pos Bloc Jakarta beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 10.00–21.00 dan pada akhir pekan mulai pukul 07.00–21.00. Selaras dengan aturan pemerintah, saat masuk ke area Pos Bloc Jakarta, pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dan menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi.
CEO Pos Bloc Jakarta Jimmy Saputro menuturkan, hadirnya Pos Bloc Jakarta dapat menjadi game changer untuk menghidupkan kembali dinamika kreatif di sekitar kawasan Pasar Baru dan berdampak bagus bagi lingkungan di sekitarnya. ’’Kami menyambut gembira dapat berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia dalam mengalihfungsikan serta mengelola aset negara yang sangat bersejarah ini menjadi ruang kreatif publik yang berjiwa kekinian, namun tidak menanggalkan identitas awalnya,’’ ucapnya. (ids/brg)










