Koranindipos.com, JAKARTA-Masalah penanganan banjir di Jakarta menjadi salah satu tugas Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono dari Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, hari pertama memimpin Jakarta, Heru langsung menemui Kementerian PUPR pada Senin (17/10/2020).
Terkait pertemuan tersebut, Heru menyebutkan, hari sebelumnya, Sekda DKI Marullah Matali dengan para asistennya sudah berkomunikasi dengannya. ’’Harus sesegera mungkin menghadap pak menteri (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) untuk beberapa poin. Pertama, sinergi. Kedua, apa yang harus dilakukan pemerintah daerah. Tentunya, bekerja sama dengan pemerintah pusat secepatnya dalam penanggulangan banjir. Kira-kira seperti itu,’’ terang Heru di Balai Kota DKI, Gambir, Jakarta Pusat.
Untuk lebih rinci, Heru juga menjelaskan hal-hal yang membuat banjir di Jakarta. Pertama, banjir rob karena permukaan tanah di Jakarta berada di bawah permukaan air laut. ’’Terkait rob, kita harus antisipasi. Yang pertama adalah dengan membangun waduk di sekitar Jakarta Barat dan Jakarta Utara,’’ ujarnya.
Selain itu, hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi banjir rob yakni dengan Program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau pembangunan tanggul raksasa di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. ’’Dan mungkin, beberapa lokasi tertentu seperti Jakarta Utara, Cilincing, Sebagian Jakarta Barat itu harus disambung tanggulnya,’’ imbuhnya.
Sementara untuk penyebab kedua banjir di Jakarta yakni curah hujan lokal yang cukup tinggi. Untuk mengatasi banjir akibat curah hujan tinggi tersebut, dia menyebutkan akan merevitalisasi saluran dan melakukan pengerukan. ’’Ini dalam waktu dekat dilakukan . Terus penguatan-penguatan di rumah pompa, menaruh rumah pompa di tempat strategis, ’’ katanya.
Lalu, untuk penyebab banjir ketiga, yakni air kiriman dari daerah lain, dia menyebutkan itulah yang perlu disinergikan dengan Menteri PUPR. ”Ada beberapa yang akan dibahas, mulai dari Pembangunan Waduk Ciawi, Sukamahi, sudetan, dan seterusnya. Ya (normalisasi) juga, kita lihat ya,’’ ujarnya.
Terkait Program Sumur Resapan yang menjadi salah satu program andalan Mantan Gubernur DKI Anies Baswedan mengatasi banjir, dia menyebutkan akan dievaluasi. Menurutnya, sumur resapan itu bisa dimanfaatkan untuk daerah-daerah yang cekung. ’’Untuk Sumur Resapan, itu kita lihat dulu. Kan pembahasannya juga nanti dengan DPRD,’’ katanya.
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang ada di sebelah Heru menyebutkan, sebetulnya program sumur resapan itu baik. ’’Cuman salah penempatannya. Kalau di jalan, sumur resapan di aspal, airnya gak meresap, kan gak ada gunanya. Tapi kalau di area yang memang tanahnya masih bisa diserap, itu monggo. Tapi permasalahannya, Jakarta itu kan janji semua, cagub itu kan hulu hilir dibereskan, pertanyaannya apakah itu masih banjir? saya jawab iya masih banjir, nah yang kecil-kecil itu dibereskan,’’ katanya. (wyu/mmr)










