Jumat, 23 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Temuan Gagal Ginjal Akut Capai 63 Kasus

Editor : Hana oleh Editor : Hana
29 Oktober 2022
in Megapolitan
A A
0
Gagal Ginjal

WAHYU TRIONO/ KORANINDOPOS.COM PELAYANAN KESEHATAN: Ibu memeriksakan Kesehatan anak ke pos pelayanan terpadu. Dinkes DKI mencatat ada sebanyak 135 kasus gagal ginjal misterius pada anak di fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Artikel Terkait

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

Koranindopos.com, JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mencatat ada sebanyak 135 kasus gagal ginjal misterius pada anak di fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta. Data kasus tersebut merupakan data dari Januari hingga 27 Oktober 2022. Dari total kasus yang sudah terdeteksi tersebut, kasus fatality rate atau kasus kematiannya cukup besar. Yakni, sebanyak 63 kasus. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinkes DKI Widyastuti.

”Dari 135 kasus, ada 63 kasus yang meninggal, 46 yang sembuh (sisanya masih dalam perawatan). Namun, dari data tersebut tidak semuanya berdomisili di Jakarta. Tapi, ada balita yang memang kebetulan dirawat di RS di Jakarta,” terangnya kepada awak media.

Besarnya angka tersebut, Widyastuti tidak menampiknya. Dia menjelaskan bahwa ratusan data tersebut merupakan data kumulatif dari hasil hospital record review. Oleh karena itu, bertambahnya jumlah kasus disebut bukan karena ada temuan kasus baru. Tapi, kasus itu merupakan rinci sejak Januari 2022 yang dikumpulkan oleh tim dengan melihat rekam medis apabila ada rumah sakit (RS) yang merawat kelainan gagal ginjal akut progresif atipikal. ”Jadi, data itu ditemukan dari mencari dan menganalisa kasus yang kriteria inklusinya sesuai dengan edaran Kemenkes,” imbuhnya.

Namun, lanjutnya, kami harus pilah-pilih  lagi, mana yang kasus baru mana yang tidak. Sementara untuk obat gagal ginjal misterius akut pada anak tersebut, dia menyebutkan masih dalam koordinasi Kemenkes, bukan Dinkes DKI. ”Jadi, langsung diberikan kepada RS yang memberikan perawatan. Setiap RS yang melakukan perawatan kasus gagal ginjal akut misterius, bisa mengajukannya ke Kemenkes langsung. Itu untuk antidote atau penawaran,” jelasnya.

Widyastuti mengakui, ada beberapa alasan antidote tersebut langsung diberikan ke RS yang melakukan perawatan. Salah satunya, karena RS rujukan yang paling banyak menerima pasien gagal ginjal akut misterius pada anak tersebut merupakan rumah sakit vertikal. Yakni, RSCM dan Rumah Sakit Harapan Kita. ”Antidote langsung diberikan Kemenkes ke RS rujukan secara gratis,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa penyaluran antidote langsung dilakukan ke RS Rujukan karena tidak semua RS di Jakarta bisa menangani kasus gagal ginjal akut misterius pada anak tersebut. Sebab, RS rujukan harus memiliki spesialis ahli nefrologi anak. ”Saat ini (ahli) itu ada sekitar tiga orang di Jakarta dan itu ada di RS vertikal,” ujarnya.

Meski penyaluran antidote dilakukan langsung Kemenkes, Widyastuti juga menyebutkan Pemprov DKI juga ikut ambil bagian dalam penanganan kasus tersebut. Salah satunya, penyiapan laboratorium yang memadai untuk pemeriksaan toksikologi. ”Faktor yang diduga menjadi pemicu sudah dirilis ya di tingkat pusat, yakni EG dan DEG yang ada di dalam zat pelarut obat cair. Jadi saat ini itu ya. Untuk mendeteksi itu sudah ditetapkan laboratorium yang mampu melakukan deteksi. Nah kebetulan, Labkesda DKI Jakarta ditunjuk oleh Kemenkes menjadi lab rujukan pemeriksaan toksikologi,” terangnya. (wyu/mmr)

Topik: anakDkigagal ginjal akutJAKARTAKesehatanPJ Gubernur DKI

TerkaitBerita

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama
Megapolitan

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 6.147 dalam Sepekan, Kualitas Udara Jadi Faktor Utama

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR
Megapolitan

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5026 shares
    Share 2010 Tweet 1257
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1084 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya