Koranindopos.com – Jakarta. Kasus harian Covid-19 di Jakarta meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Bahkan, selama dua hari terakhir, kasus harian yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah lebih dari 3.000-an kasus. Kamis (17/11/2022), dari pemeriksaan PCR, ada sebanyak 3.474 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti menuturkan, dengan kondisi kasus yang mulai meningkat, warga Jakarta dihimbaunya untuk tetap waspada. ”Poinnya adalah kita tetap waspada dan tetap mengingatkan bahwa Covid-19 belum selesai meskipun masih PPKM Level 1. Tapi tetap, kita terus ingatkan bahwa protokol kesehatan tetap kita jaga,” terangnya.
Terkait penyebab peningkatan kasus tersebut, dia menyebutkan ada beberapa hal. Salah satunya, masyarakat yang mulai longgar protokol kesehatan dan juga temuan baru varian Covid-19. Yakni, varian XBB, yang merupakan turunan dari Omicron SARS-CoV-2 atau B.1.1.529. Varian jenis itu memiliki kekhasan pada kecepatan penyebaran, namun mayoritas gejala yang dilaporkan bersifat ringan.
Lebih lanjut, selain protokol kesehatan, dia juga menyebutkan poin penting lainnya yang harus diperhatikan warga Jakarta untuk menekan laju kasus Covid-19 yakni mengikuti program vaksinasi. Hal itu disampaikannya karena cakupan vaksinasi booster di Jakarta masih rendah. ”Meskipun di Jakarta vaksinasi dosis pertama, kedua sudah bagus, tapi untuk yang booster masih perlu ditingkatkan,” katanya.
Berdasar data Kementerian Kesehatan, total vaksinasi dosis 1 di Jakarta mencapai 135,29 persen, dosis 2 sebanyak 115,43 persen, dosis 3 sebanyak 55,34 persen, dan dosis 4 (yang baru diizinkan untuk tenaga kesehatan) sebanyak 61,53 persen.
Dari semua sasaran vaksinasi, yang paling rendah itu capaian vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun. Vaksin dosis 1 baru diberikan kepada 849.305 anak, vaksin dosis 2 sebanyak 723.009 anak, dan vaksin dosis 3 baru diberikan kepada 7 anak. Sampai saat ini, baru jenis vaksin Sinovac yang diberikan izin untuk diberikan anak usia 6-11 tahun. Sayangnya, Jakarta saat ini kosong vaksin Sinovac.
”Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pemenuhan vaksin di Jakarta. Saat ini, di Jakarta sudah ada jenis Vaksin Pfizer yang siap kami berikan kepada masyarakat,” ujarnya. (wyu/mmr)










