Koranindopos.com – GAMBIR. Kasus Covid-19 mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menyebutkan salah satu penyebab lonjakan kasus tersebut karena subvarian baru Omicron XBB.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama menuturkan, ada beberapa hal kasus Covid-19 disebutkan terkendali. Terutama, saat terjadi lonjakan kasus di periode tertentu. Menurutnya, setiap enam bulan sekali, kemungkinan ada lonjakan kasus Covid-19.
”Tapi, defenisi terkendali itu tidak disertai dengan kenaikan kematian maupun pemakaian RS,” terang Ngabila. Menurutnya, kenaikan kematian maupun pemakaian RS di Jakarta masih terkendali.
Dalam sepekan terakhir, Ngabila juga menyebutkan dari kondisi kasus Covid-19 di Jakarta, varian Omicron XBB sudah di kisaran 30-an persen. ”Melihat data ini, kita harus berhati-hati. Bisa jadi puncaknya gelombang itu dua sampai empat minggu ke depan. Jadi harus kita nilai terus trend-nya. Kondisi yang saya sampaikan ini dua minggu bahkan tiga minggu sebelumnya. Kalau kondisi dua minggu sebelumnya 30 persen, mungkin sekarang kondisinya sudah dominan 60 persen. Sehingga untuk mencapai 100 persen butuh waktu dua minggu lagi. Jadi, benar-benar puncak Omicron XBB tadi,” bebernya.
Ngabila juga menjelaskan angka kematian dalam sepekan terakhir di Jakarta mencapai 55 kasus. Menurutnya, jumlah tersebut mayoritas belum divaksin sama sekali. ”Sekitar 33-an persen yang belum vaksin sama sekali. Dan, kalau kita lihat juga, 90 persen usia 40 tahun ke atas dan rata-rata semua dengan komorbid berat,” imbuhnya.
Kondisi itu juga disebutkannya sangat perlu diperhatikan untuk kebijakan terhadap anak sekolah. Namun dari hasil data mereka, dari jumlah kasus Covid-19 di Jakarta, kasus anak masih 10-15 persen. ”Artinya, belum ada kenaikan signifikan terhadap proporsi. Jika naik dominan, itu lebih dari 20 persen. Kalau naiknya lebih dari 20 persen untuk anak, apalagi dewasa. Itu mungkin menunjukkan banyak kasus tidak terdeteksi di lapangan maupun transmisi Covid masih tinggi di masyarakat,” jelasnya.
Untuk mencegah lonjakan kasus, dia menyebutkan Pemprov DKI sudah mendekatkan sentra vaksinasi ke masyarakat. Meskipun, dia tidak menampik bahwa orang yang vaksin tidak kebal dari Covid-19. ”Walaupun kita vaksin memang masih bisa Covid-19. Tapi, bisa mengurangi keparahan dan long Covid,” jelasnya.
Lantaran angka kematian usia 40 tahun cukup besar di Jakarta, dia menghimbau agar warga yang masuk kelompok usia tersebut untuk melakukan deteksi dini. ”Memang, usia di atas 40 tahun ini harus concern. Apalagi, yang punya satu komorbid, selain vaksin, itu juga harus hati-hati dan pertimbangkan mengikuti kegiatan publik di indoor,” katanya. (wyu/mmr)










