Rabu, 3 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Megapolitan

Dinkes DKI Prediksi Puncak Gelombang Omicron XBB Dua Pekan Lagi

Editor : Hana oleh Editor : Hana
3 Desember 2022
in Megapolitan
A A
0
Omicron XBB

FOTO: IST TRACING: Petugas medis mengumpulkan hasil swab test Covid-19.

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – GAMBIR. Kasus Covid-19 mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menyebutkan salah satu penyebab lonjakan kasus tersebut karena subvarian baru Omicron XBB.

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama menuturkan, ada beberapa hal kasus Covid-19 disebutkan terkendali. Terutama, saat terjadi lonjakan kasus di periode tertentu. Menurutnya, setiap enam bulan sekali, kemungkinan ada lonjakan kasus Covid-19.

”Tapi, defenisi terkendali itu tidak disertai dengan kenaikan kematian maupun pemakaian RS,” terang Ngabila. Menurutnya, kenaikan kematian maupun pemakaian RS di Jakarta masih terkendali.

Dalam sepekan terakhir, Ngabila juga menyebutkan dari kondisi kasus Covid-19 di Jakarta, varian Omicron XBB sudah di kisaran 30-an persen. ”Melihat data ini, kita harus berhati-hati. Bisa jadi puncaknya gelombang itu dua sampai empat minggu ke depan. Jadi harus kita nilai terus trend-nya. Kondisi yang saya sampaikan ini dua minggu bahkan tiga minggu sebelumnya. Kalau kondisi dua minggu sebelumnya 30 persen, mungkin sekarang kondisinya sudah dominan 60 persen. Sehingga untuk mencapai 100 persen butuh waktu dua minggu lagi. Jadi, benar-benar puncak Omicron XBB tadi,” bebernya.

Artikel Terkait

Korban Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Miliar

Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Benda Diduga Granat Nanas Ditemukan di Bekasi, Tim Gegana Langsung Turun Tangan

Ngabila juga menjelaskan angka kematian dalam sepekan terakhir di Jakarta mencapai 55 kasus. Menurutnya, jumlah tersebut mayoritas belum divaksin sama sekali. ”Sekitar 33-an persen yang belum vaksin sama sekali. Dan, kalau kita lihat juga, 90 persen usia 40 tahun ke atas dan rata-rata semua dengan komorbid berat,” imbuhnya.

Kondisi itu juga disebutkannya sangat perlu diperhatikan untuk kebijakan terhadap anak sekolah. Namun dari hasil data mereka, dari jumlah kasus Covid-19 di Jakarta, kasus anak masih 10-15 persen. ”Artinya, belum ada kenaikan signifikan terhadap proporsi. Jika naik dominan, itu lebih dari 20 persen. Kalau naiknya lebih dari 20 persen untuk anak, apalagi dewasa. Itu mungkin menunjukkan banyak kasus tidak terdeteksi di lapangan maupun transmisi Covid masih tinggi di masyarakat,” jelasnya.

Untuk mencegah lonjakan kasus, dia menyebutkan Pemprov DKI sudah mendekatkan sentra vaksinasi ke masyarakat. Meskipun, dia tidak menampik bahwa orang yang vaksin tidak kebal dari Covid-19. ”Walaupun kita vaksin memang masih bisa Covid-19. Tapi, bisa mengurangi keparahan dan long Covid,” jelasnya.

Lantaran angka kematian usia 40 tahun cukup besar di Jakarta, dia menghimbau agar warga yang masuk kelompok usia tersebut untuk melakukan deteksi dini. ”Memang, usia di atas 40 tahun ini harus concern. Apalagi, yang punya satu komorbid, selain vaksin, itu juga harus hati-hati dan pertimbangkan mengikuti kegiatan publik di indoor,” katanya. (wyu/mmr)

Topik: Covid-19KesehatankoronaOmicronpandemic

TerkaitBerita

Umrah Hanania
Megapolitan

Korban Dugaan Penggelapan Dana Umrah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum, Kerugian Ditaksir Capai Rp100 Miliar

oleh Editor : Hairul
1 Juni 2026
Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Megapolitan

Rumah Dinas di TPU Jatinegara Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

oleh Editor : Affandy
1 Juni 2026
Benda Diduga Granat Nanas Ditemukan di Bekasi, Tim Gegana Langsung Turun Tangan
Megapolitan

Benda Diduga Granat Nanas Ditemukan di Bekasi, Tim Gegana Langsung Turun Tangan

oleh Editor : Affandy
31 Mei 2026
Kebakaran Hebat di Tambora Hanguskan 27 Bangunan, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
Megapolitan

Kebakaran Hebat di Tambora Hanguskan 27 Bangunan, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

oleh Editor : Affandy
30 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Run for Equality

Run For Equality 2026 Hadirkan Ruang Aman dan Setara bagi Penyandang Disabilitas

2 Juni 2026
Indro Warkop Tuangkan Kerinduan kepada Rekan Seperjuangan Lewat Lagu Baru

Indro Warkop Tuangkan Kerinduan kepada Rekan Seperjuangan Lewat Lagu Baru

2 Juni 2026
Honda Racing Indonesia Sambut Musim Balap 2026 dengan Wajah Baru dan Semangat Regenerasi

Honda Racing Indonesia Sambut Musim Balap 2026 dengan Wajah Baru dan Semangat Regenerasi

2 Juni 2026
Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

2 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3370 shares
    Share 1348 Tweet 843
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya