Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Dinkes DKI Prediksi Puncak Gelombang Omicron XBB Dua Pekan Lagi

Editor : Hana oleh Editor : Hana
3 Desember 2022
in Megapolitan
A A
0
Omicron XBB

FOTO: IST TRACING: Petugas medis mengumpulkan hasil swab test Covid-19.

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – GAMBIR. Kasus Covid-19 mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menyebutkan salah satu penyebab lonjakan kasus tersebut karena subvarian baru Omicron XBB.

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama menuturkan, ada beberapa hal kasus Covid-19 disebutkan terkendali. Terutama, saat terjadi lonjakan kasus di periode tertentu. Menurutnya, setiap enam bulan sekali, kemungkinan ada lonjakan kasus Covid-19.

”Tapi, defenisi terkendali itu tidak disertai dengan kenaikan kematian maupun pemakaian RS,” terang Ngabila. Menurutnya, kenaikan kematian maupun pemakaian RS di Jakarta masih terkendali.

Dalam sepekan terakhir, Ngabila juga menyebutkan dari kondisi kasus Covid-19 di Jakarta, varian Omicron XBB sudah di kisaran 30-an persen. ”Melihat data ini, kita harus berhati-hati. Bisa jadi puncaknya gelombang itu dua sampai empat minggu ke depan. Jadi harus kita nilai terus trend-nya. Kondisi yang saya sampaikan ini dua minggu bahkan tiga minggu sebelumnya. Kalau kondisi dua minggu sebelumnya 30 persen, mungkin sekarang kondisinya sudah dominan 60 persen. Sehingga untuk mencapai 100 persen butuh waktu dua minggu lagi. Jadi, benar-benar puncak Omicron XBB tadi,” bebernya.

Artikel Terkait

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

Ngabila juga menjelaskan angka kematian dalam sepekan terakhir di Jakarta mencapai 55 kasus. Menurutnya, jumlah tersebut mayoritas belum divaksin sama sekali. ”Sekitar 33-an persen yang belum vaksin sama sekali. Dan, kalau kita lihat juga, 90 persen usia 40 tahun ke atas dan rata-rata semua dengan komorbid berat,” imbuhnya.

Kondisi itu juga disebutkannya sangat perlu diperhatikan untuk kebijakan terhadap anak sekolah. Namun dari hasil data mereka, dari jumlah kasus Covid-19 di Jakarta, kasus anak masih 10-15 persen. ”Artinya, belum ada kenaikan signifikan terhadap proporsi. Jika naik dominan, itu lebih dari 20 persen. Kalau naiknya lebih dari 20 persen untuk anak, apalagi dewasa. Itu mungkin menunjukkan banyak kasus tidak terdeteksi di lapangan maupun transmisi Covid masih tinggi di masyarakat,” jelasnya.

Untuk mencegah lonjakan kasus, dia menyebutkan Pemprov DKI sudah mendekatkan sentra vaksinasi ke masyarakat. Meskipun, dia tidak menampik bahwa orang yang vaksin tidak kebal dari Covid-19. ”Walaupun kita vaksin memang masih bisa Covid-19. Tapi, bisa mengurangi keparahan dan long Covid,” jelasnya.

Lantaran angka kematian usia 40 tahun cukup besar di Jakarta, dia menghimbau agar warga yang masuk kelompok usia tersebut untuk melakukan deteksi dini. ”Memang, usia di atas 40 tahun ini harus concern. Apalagi, yang punya satu komorbid, selain vaksin, itu juga harus hati-hati dan pertimbangkan mengikuti kegiatan publik di indoor,” katanya. (wyu/mmr)

Topik: Covid-19KesehatankoronaOmicronpandemic

TerkaitBerita

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR
Megapolitan

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada
Megapolitan

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

PERLUAS PASAR: KPJ Penang Specialist Hospital, Malaysia, memperkuat layanan kesehatan unggulan di bidang jantung dan ortopedi bagi pasien Indonesia. (Foto Ilustrasi: Dok./medifly.ai)

KPJ Penang Specialist Hospital Unggulkan Layanan Jantung dan Ortopedi

22 Oktober 2026
Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

21 Oktober 2026
Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

21 Oktober 2026
Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

21 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1080 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5010 shares
    Share 2004 Tweet 1253
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya