Selasa, 13 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Cerita Korban Loker Bodong di Kelapa Gading, Diminta Buka Rekening dengan Saldo Rp2 Juta

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
12 September 2026
in Megapolitan
A A
0
Cerita Korban Loker Bodong di Kelapa Gading, Diminta Buka Rekening dengan Saldo Rp2 Juta

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – El, salah satu korban dugaan lowongan kerja (loker) bodong di Kelapa Gading, Jakarta Utara, menceritakan pengalamannya saat mengikuti proses wawancara yang kemudian membuatnya curiga telah menjadi sasaran penipuan.

El mengaku awalnya tidak menaruh kecurigaan ketika menerima pemberitahuan untuk mengikuti interview kerja. Ia kemudian mendatangi lokasi yang ditentukan pada Rabu (9/9/2026) untuk menjalani proses seleksi.

“Besoknya gua hadir, ketika gua sampai di sana, gua dipersilahkan masuk sama sekuritinya, lalu diarahkan ke resepsionis yang ada di bawah. Di situ gue disuruh nulis data kehadiran gitu, dan gue ke yang 25,” ujar El, dikutip dari unggahan akun Threads @elita_kla, Jumat (11/9/2026).

Kompas.com telah menghubungi El untuk meminta izin mengutip pengalamannya yang diunggah melalui Threads.

Artikel Terkait

Viral Bentrokan Pekerja Proyek dan Satpol PP di Bulungan Jaksel, Ternyata Gara-Gara Parkir Liar

CFD Sudirman-Thamrin Jakarta Minggu 11 Oktober Berakhir Lebih Cepat, Ini Alasannya

BKPSDM Tangsel Selidiki 5-10 Pegawai yang Terindikasi Terlibat Judi Online

Setelah mengisi data kehadiran, El mengaku diminta memasukkan ponselnya ke dalam tas dan mengaktifkan mode senyap.

Berkas yang dibawanya juga diminta untuk diserahkan kepada pihak HRD.

El kemudian diminta menunggu di lantai bawah sebelum diarahkan menuju ruang interview yang berada di lantai dua.

Pada tahap awal, ia mengaku belum merasa ada sesuatu yang mencurigakan. Namun, kecurigaan mulai muncul ketika proses wawancara berlangsung.

Menurut El, pria yang melakukan wawancara justru mengawali percakapan dengan pembahasan mengenai asal daerah. Percakapan kemudian berkembang menjadi obrolan santai dan diselingi candaan.

Kondisi tersebut membuat El mulai merasa proses wawancara yang dijalaninya berbeda dari interview kerja pada umumnya.

“Menurut gue, obrolan setelah-setelahnya enggak formal sebagaimana wawancara interview kerja. Dia malah nge-jokes, di situ gue udah agak aneh. Terus lanjut ngobrol ke hal serius, gue mikir ‘Oh udah serius nih.’ Nah, di situ dia langsung ngomongin gaji,” tutur El.

Kecurigaan El semakin kuat ketika pria tersebut menyatakan dirinya langsung diterima bekerja.

Ia bahkan disebut dapat mulai bekerja pada hari yang sama dan akan langsung mendapatkan tempat mes atau tempat tinggal yang disediakan.

“Gue katanya langsung diterima kerja, kerja hari itu juga dan langsung ada mesnya, bla bla bla. Nambah negatif pikiran gue. Mana gue aja enggak ditanya pengalaman kerja gue gimana, enggak ditanyain kepribadian gue gimana, gue orangnya gimana, atau apa kek. Ya setidaknya ada perkenalan diri kek. Ini mah enggak,” lanjutnya.

Setelah menyatakan El diterima bekerja, pria tersebut kemudian menjelaskan mekanisme penerimaan gaji melalui salah satu bank.

Pada tahap tersebut, El mengaku diminta membuka rekening baru untuk keperluan “prakerja”.

Namun, menurut El, ia diberitahu harus memiliki saldo awal sebesar Rp2 juta untuk membuka rekening tersebut.

Pria itu kemudian menanyakan apakah El memiliki uang sebesar jumlah tersebut.

“Terus dia nanya, ‘ada (uangnya) enggak?’ gitu. Gue bilang enggak ada, dia nyuruh buat minta mama gue, gue bilang aja gue lagi ada masalah sama mama gue jadi enggak berani,” ungkap El.

El mengatakan, pria tersebut kemudian memberikan alternatif dengan menyarankan dirinya meminjam uang kepada orang lain. Ia juga tetap didorong untuk meminta uang kepada ibunya.

Pada saat itulah El mulai berusaha mencari informasi mengenai mekanisme pembukaan rekening yang disebut dalam proses penerimaan kerja tersebut.

Ia mengaku mencari informasi melalui Google untuk memastikan apakah pembukaan rekening dengan kewajiban saldo awal Rp2 juta memang merupakan prosedur yang berlaku.

“Di situ gue iyain aja, terus gue sambil buka Google, enggak ada, mana ada pembukaan rekening Rp2 juta,” imbuhnya.

Temuan tersebut semakin memperkuat kecurigaan El terhadap proses rekrutmen yang sedang dijalaninya.

Ia kemudian mempertanyakan permintaan uang tersebut karena sebelumnya tidak mendapatkan informasi bahwa calon pekerja harus menyediakan uang Rp2 juta sebagai syarat pembukaan rekening.

Pengalaman El menjadi salah satu gambaran mengenai modus yang diduga digunakan dalam kasus loker bodong di Kelapa Gading. Proses yang awalnya terlihat seperti rekrutmen kerja disebut berlanjut dengan permintaan calon pekerja menyediakan sejumlah uang.

Masyarakat yang menerima tawaran pekerjaan perlu berhati-hati apabila diminta membayar sejumlah uang sebagai syarat mendapatkan pekerjaan, membuka rekening, atau menerima gaji. Calon pekerja juga disarankan memeriksa identitas perusahaan, alamat kantor, informasi rekrutmen, serta memastikan prosedur administrasi melalui kanal resmi perusahaan sebelum menyerahkan uang maupun data pribadi.

Pengalaman El tersebut merupakan kesaksian pribadi yang disampaikannya melalui media sosial. Dugaan penipuan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus loker bodong tersebut tetap perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat penegak hukum.(Dhil/kmps)

Topik: kelapa gadingloker bodong

TerkaitBerita

Viral Bentrokan Pekerja Proyek dan Satpol PP di Bulungan Jaksel, Ternyata Gara-Gara Parkir Liar
Megapolitan

Viral Bentrokan Pekerja Proyek dan Satpol PP di Bulungan Jaksel, Ternyata Gara-Gara Parkir Liar

oleh Editor : Affandy
12 Oktober 2026
CFD Sudirman-Thamrin Jakarta Minggu 11 Oktober Berakhir Lebih Cepat, Ini Alasannya
Megapolitan

CFD Sudirman-Thamrin Jakarta Minggu 11 Oktober Berakhir Lebih Cepat, Ini Alasannya

oleh Editor : Affandy
11 Oktober 2026
BKPSDM Tangsel Selidiki 5-10 Pegawai yang Terindikasi Terlibat Judi Online
Megapolitan

BKPSDM Tangsel Selidiki 5-10 Pegawai yang Terindikasi Terlibat Judi Online

oleh Editor : Affandy
10 Oktober 2026
LEDAKAN GAS: Kebakaran melanda sebuah rumah makan (RM) Padang di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) pada Jumat (9/10/2026). (Foto: Dok./Sudin Gulkarmat Jaktim)
Megapolitan

Aksi Heroik Perempuan Berhasil Selamatkan Bocah 4 Tahun Dalam Kebakaran di Jaktim

oleh Editor : Memoarto
10 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

BULOG Cetak Rekor Pengadaan 4,13 Juta Ton, Jawa Timur Sumbang Hampir Seperempat Capaian Nasional

BULOG Cetak Rekor Pengadaan 4,13 Juta Ton, Jawa Timur Sumbang Hampir Seperempat Capaian Nasional

12 Oktober 2026
Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

Akselerasi Pembiayaan Koperasi, LPDB Siap Jalankan Innovative Credit Scoring

12 Oktober 2026

Whales: Giants of the Ocean

12 September 2026

Whales: Giants of the Ocean

12 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1036 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Real Madrid Buang Antonio Rudiger di Musim 2027/2028

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya