koranindopos.com – SAUDI ARABIA. Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) semakin menjadi sorotan publik dunia. Terutama, ambisinya menggenjot pendapatan kerajaan menuai kritik publik. Sebagaimana diketahui, Saudi saat ini sedang melakukan berbagai objek destinasi wisata untuk menarik wisatawan mancanegara.
Mulai dari ‘surga alkohol’ di kota futuristik, Neom, hingga gedung pencakar langit The Mukaab yang disebut mirip ‘Ka’bah Baru.’ MbS meluncurkan proyek gedung itu pada 16 Februari. Gedung ini akan setinggi 400 meter dengan sisi-sisinya sepanjang 400 meter juga, dan berlokasi di Riyadh.
Sejak MbS memimpin Saudi, banyak gebrakan baru di bidang pariwisata, budaya, hingga hiburan sesuai Visi 2030. Dalam visi ini, Kerajaan memang ‘mengubah wajah baru Saudi’ demi ekonomi.
Berikut Lima Proyek MbS:
- Kawasan Wisata Raksasa Neom
Saudi disebut berencana menjadikan kota futuristik Neom sebagai ‘surga alkohol.’ Di Neom, Saudi akan mengizinkan penjualan dan konsumsi wine, cocktails, hingga sampanye di sebuah resor, demikian laporan yang dirilis Middle East Eye. Neom merupakan bagian dari mega proyek Saudi di Pulau Sindalah, Laut Merah. Resor ini rencananya dibuka pada 2023.
- Tempat Judi di Pulau Saudi
Saudi juga akan membuka kasino demi mendapat pemasukan negara dari turis asing. Pemerintah menyiapkan lokasi judi di Pulau Tiran dan Pulau Sanafir yang berada di sekitar Laut Merah. Sebetulnya, kedua pulau itu tak punya sumber daya alam besar. Namun, dari sisi lokasi pulau ini menjadi pintu masuk wisatawan dari Laut Merah ke Eliat, pusat ekonomi dan perdagangan Israel. Selain itu, Kerajaan membuka pintu bagi investor asal Israel yang ingin investasi di pulau tersebut.
- Pantai Bikini di Pure Beach
Di kawasan King Abdullah Economic City terdapat pantai privat di mana pengunjung boleh memakai bikini di Pure Beach. Saudi membuka Pure Beach pada 2021. Untuk bisa memasuki wilayah ini, pengunjung harus membayar 300 riyal atau sekitar Rp 1,1 juta.
- Wisata Budaya di Tempat yang Dihindari Nabi
Demi mendongkrak cuan, Saudi juga membangun wisata di tempat yang sempat dihindari Nabi Muhammad, Al Ula. Mulanya Al Ula dikenal sebagai kawasan ‘berhantu.’ Kemudian pada 2020, MbS berusaha menyulap kawasan ini menjadi wisata melalui pembangunan Al Ula Journey Through Time Masterplan’ yang diharapkan selesai pada 2035. Saudi disebut menggelontorkan modal hingga US$15 miliar atau sekitar Rp214 triliun untuk proyek kota bersejarah itu, demikian dikutip Arab News.
- Proyek ‘Ka’bah Baru’ The Mukaab
The Mukaab merupakan bagian dari New Murabba. Dalam pernyataan resmi, Saudi mengatakan The Mukaab akan menarik minat wisatawan asing. “Pusat kota modern terbesar di dunia. Inilah wajah baru Riyadh,” demikian pernyataan soal The Mukaab di situs resmi New Muraba. Gedung ini nantinya akan berisi pameran budaya dan wisata, teater imersif, hunian, hotel, ruang kantor, serta atrium. (cnni/mmr)










