Rabu, 27 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Teknologi

Lihat Prediksi Ancaman Kaspersky Untuk Tahun 2022

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
13 Desember 2021
in Teknologi
A A
0
Lihat Prediksi Ancaman Kaspersky Untuk Tahun 2022
Share on FacebookShare on Twitter
1 2 - Lihat Prediksi Ancaman Kaspersky Untuk Tahun 2022

JAKARTA, koranindopos.com – Seperti tiap tahunnya, pakar Kaspersky terus memantau perkembangan situasi keamanan siber terbesar secara menyeluruh selama 12 bulan terakhir sebagai bagian dari seri Buletin Keamanan Kaspersky untuk membantu pengguna dan bisnis mengantarkan tahun baru yang lebih aman. Berikut adalah prediksi keamanan siber utama Kaspersky untuk sektor industri, sektor kesehatan, dan privasi.

Machine “unlearning” mengalami peningkatan 

Pembelajaran mesin modern dapat menghafal banyak informasi tentang perilaku pribadi pengguna. Saat pemerintah mempertimbangkan kebijakan baru untuk melindungi privasi warga negara, apakah itu juga akan meluas ke data pribadi yang digunakan untuk melatih model machine learning (ML)? Jika ya, maka perusahaan dan para peneliti kedepannya diharapkan untuk mulai mengembangkan teknologi baru, seperti “machine unlearning“, yang memungkinkan mereka menghapus data dari algoritme yang sudah terlatih.

Artikel Terkait

6 Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2026, Hasil Foto Makin Mirip Kamera Profesional!

HONOR Rilis Pad X8b di Indonesia, Tablet Keluarga Dibanderol Mulai Rp2,9 Juta

Infinix HOT 70 Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Desain Stylish dan Baterai Jumbo

Sejalan dengan itu, pemerintah dan pengguna secara umum turut menyerukan transparansi yang lebih besar dalam hal algoritme ML. Karena algoritme semacam itu akan semakin banyak digunakan untuk berbagai pembuatan keputusan, mulai dari menentukan apakah orang memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman atau tidak hingga iklan yang ditampilkan di layar pengguna. Tetapi ini dapat menyebabkan masalah privasi—dan bahkan diskriminasi. Di tahun mendatang, masyarakat akan dihadapkan dengan lebih banyak diskusi dan kebijakan seputar sistem yang kian otomatis.

Serangan terhadap organisasi industri akan terus berlanjut dan mungkin menjadi lebih sulit untuk dideteksi dan dicegah secara otomatis.

Diperkirakan serangan akan terus mengganggu operasi dan membahayakan bisnis di tahun mendatang—dan bahkan dengan cara yang lebih membahayakan. Para pelaku kejahatan siber terpaksa menyerang secara lebih agresif seiring dengan tindakan pemerintah untuk berinvestasi dalam keamanan operasi default dan untuk mengurangi risiko keamanan, serangan yang menargetkan finansial mungkin muncul, dan para pengguna dan pemilik bisnis perlu mengadopsi taktik dan teknologi yang lebih efisien dalam menanggapi serangan terhadap kontrol keamanan mereka.

Dengan demikian, para pelaku kejahattan siber sekarang mulai memperpendek siklus hidup malware yang digunakan. Sampel berbahaya tertentu dapat digunakan terhadap kumpulan target yang sangat terbatas dan hanya aktif selama beberapa minggu saat berada pada efektivitas puncaknya dan kemudian build baru akan dirilis untuk melewati deteksi. Mereka juga membatasi penggunaan infrastruktur berbahaya agar tidak terlalu mencurigakan. 

Penelitian terhadap beberapa aktivitas APT baru-baru ini menunjukkan bahwa beberapa server Komando dan Kontrol kampanye mungkin hanya aktif selama beberapa jam selama fase operasi yang relevan. Beberapa penyerang bahkan sama sekali menghindari menggunakan infrastruktur berbahaya di sumber serangan. Ini adalah beberapa tren yang akan berlanjut, dan kemungkinan besar, sebagai akibatnya, kita akan menghadapi serangan siber dengan potensi ancaman dan bahaya yang lebih besar dan sulit dideteksi.

Digitalisasi di sektor kesehatan = lebih banyak pelanggaran data

Tahun lalu, para peneliti Kaspersky memperkirakan bahwa, ketika pandemi berlangsung, sektor kesehatan akan mendapat perhatian besar dari para pelaku kejahatan siber. Ini tentu saja terbukti benar, karena para penyerang berusaha meraup keuntungan dari vaksinasi dan ransomware yang menyerang rumah sakit hingga membahayakan nyawa pasien.

Di tahun mendatang, vektor serangan untuk sektor kesehatan masih akan terus berkembang, karena lebih banyak data pasien berpindah ke internet dan penyedia layanan kesehatan terus mengadopsi layanan perawatan digital, seperti telehealth. Tahun 2021 telah terjadi peningkatan pelanggaran data terhadap sektor kesehatan satu setengah kali lebih besar dibandingkan tahun 2019. 

Diperkirakan penyerang akan mencari kerentanan yang dapat mereka eksploitasi di perangkat wearable baru dan aplikasi medis yang sedang dikembangkan. Selain itu mereka juga dapat membuat aplikasi palsu yang mungkin diunduh secara keliru oleh pengguna. Terlebih lagi, karena negara yang berbeda menetapkan aturan vaksinasi yang berbeda pula untuk bepergian dan berkunjung ke tempat umum, ruang untuk paspor dan sertifikat vaksinasi digital palsu akan terus tumbuh.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang tren terpenting dalam industri keamanan siber pada tahun 2022, cek tautan berikut ini: Kaspersky Security Bulletin 2021.Mari lihat serial Kaspersky terbaru hacker:HUNTER Behind the Screens. Dibuat oleh Tomorrow Unlocked, serial ini mengeksplorasi serangan siber baru-baru ini terhadap bisnis besar dan menawarkan rekomendasi tentang bagaimana organisasi Anda dapat tetap aman dari ancaman serupa. (dni/rls)

Topik: KasperskyKeamananSiber

TerkaitBerita

6 Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2026, Hasil Foto Makin Mirip Kamera Profesional!
Teknologi

6 Rekomendasi HP Kamera Terbaik 2026, Hasil Foto Makin Mirip Kamera Profesional!

oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
HONOR
Teknologi

HONOR Rilis Pad X8b di Indonesia, Tablet Keluarga Dibanderol Mulai Rp2,9 Juta

oleh Editor : Hana
26 Mei 2026
Infinix HOT 70 Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Desain Stylish dan Baterai Jumbo
Teknologi

Infinix HOT 70 Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Desain Stylish dan Baterai Jumbo

oleh Editor : Affandy
25 Mei 2026
Aqua Elektronik
Elektronik

AQUA Hadirkan Water Heater Nova Series dengan Fitur Keamanan Modern

oleh Editor : Hana
21 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

27 Mei 2026
Cerita Penumpang KRL Terjebak 1,5 Jam di Stasiun Duri, Gagal Temani Anak Takbiran

Cerita Penumpang KRL Terjebak 1,5 Jam di Stasiun Duri, Gagal Temani Anak Takbiran

27 Mei 2026
Klinik Yasmin

Gangguan Kesuburan Meningkat, Teknologi Fertilitas Kian Dibutuhkan Masyarakat

27 Mei 2026
Pelibatan TNI dalam Penanganan Begal Tuai Perdebatan, Kemhan Jelaskan Dasarnya

Pelibatan TNI dalam Penanganan Begal Tuai Perdebatan, Kemhan Jelaskan Dasarnya

27 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3264 shares
    Share 1306 Tweet 816
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    377 shares
    Share 151 Tweet 94
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Heboh “Pocong” di Cipondoh Tangerang Dipastikan Hoax, Warga Sempat Patroli Malam

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • PSSI Segera Jual Tiket FIFA Matchday 2026

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya