Koranindopos.com , Jakarta – Masalah kesuburan kini menjadi salah satu tantangan kesehatan yang semakin banyak dialami pasangan usia produktif. Faktor gaya hidup, stres, pola makan tidak sehat, hingga kondisi medis tertentu dinilai turut memengaruhi meningkatnya kasus infertilitas di Indonesia. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan reproduksi dan program kehamilan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Para ahli menilai penanganan infertilitas tidak hanya berfokus pada perempuan, tetapi juga harus melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap laki-laki. Gangguan kesuburan pada pria dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gangguan hormonal, infeksi, hingga kebiasaan sehari-hari seperti merokok, kurang tidur, konsumsi alkohol, dan paparan polusi.
Perkembangan teknologi kesehatan reproduksi pun kini semakin membantu pasangan memperoleh peluang kehamilan yang lebih besar. Berbagai inovasi seperti program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF), inseminasi intrauterin (IUI), pembekuan sperma dan embrio, hingga pemeriksaan genetik embrio menjadi solusi modern dalam penanganan infertilitas.
Ketua Umum PP POGI, Prof. Budi Wiweko, mengatakan teknologi reproduksi berbantu terus berkembang dan mampu meningkatkan tingkat keberhasilan program kehamilan. Menurutnya, teknologi seperti Frozen Embryo Transfer (FET) dan Pre-implantation Genetic Testing for Aneuploidies (PGT-A) membantu memastikan kualitas embrio yang lebih baik sehingga peluang kehamilan meningkat dan risiko keguguran dapat ditekan.
Selain itu, teknologi Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI) juga memungkinkan proses seleksi sperma berkualitas tinggi melalui pembesaran mikroskop hingga ribuan kali. Teknologi pembekuan sel telur dan sperma pun kini menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menjaga peluang kesuburan di masa depan.
Di tengah perkembangan tersebut, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo melalui RSCM Kencana resmi meluncurkan wajah baru Klinik Yasmin Reproductive Cluster sebagai pusat layanan fertilitas dan kesehatan reproduksi yang lebih modern dan komprehensif.
Peluncuran kembali Klinik Yasmin dilakukan dengan mengusung tema “Fertility and Beyond with Compassion, Care with Heart” dan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono serta Direktur Utama RSCM dr. Supriyanto.
Sebagai salah satu pionir klinik fertilitas di Indonesia sejak 2010, Klinik Yasmin menjadi pusat rujukan nasional dalam bidang teknologi reproduksi berbantu. Klinik ini didukung para guru besar obstetri, ginekologi, dan andrologi dengan pengalaman klinis yang luas serta kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas layanan.
Sepanjang 2025, Klinik Yasmin berhasil mencatatkan 95 kehamilan dari 221 siklus program fertilitas yang dijalankan. Klinik ini juga menghadirkan delapan layanan utama, mulai dari program IVF, penanganan endometriosis, PCOS, keguguran berulang, hingga preservasi fertilitas.
Melalui pengembangan layanan tersebut, RSCM berharap masyarakat dapat memperoleh akses layanan fertilitas yang lebih modern, nyaman, dan berbasis teknologi terkini sehingga semakin banyak pasangan memiliki kesempatan untuk mendapatkan keturunan melalui penanganan kesehatan reproduksi yang menyeluruh. (Ana)










