Koranindopos.com – Jakarta. Mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi baru saja dilantik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo). Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu disambut baik oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar.
Menurut Abdul Halim, penunjukan Budi Arie sebagai Menkominfo akan membuat kolaborasi Kemendes PDTT dengan Kemenkominfo akan semakin baik. Salah satunya mempercepat digitalisasi, yakni pembangunan infrastruktur digital hingga ke pelosok desa. Digitalisasi hingga pelosok desa selama ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
”Kita menjadi bagian penting dari keberadaan Kemenkominfo,” kata Gus Halim -sapaan akrab Abdul Halim Iskandar dalam acara serah terima jabatan (sertijab) Wamendes dari Budi Arie kepada Paiman Raharjo di Jakarta, Senin (24/7) seperti dikutip dari laman resmi Kemendesa PDTT.
Gus Halim berkelakar, pihaknya sengaja tidak cepat-cepat menjalin kerja sama begitu Kemenkominfo dijabat Budi Arie. Hal itu lantaran dirinya ingin menguji komitmen Budi Arie perihal pembangunan desa dan transmigrasi. Namun ternyata Budi Arie yang sudah 3 tahun 9 bulan menjadi bagian keluarga besar Kemendes PDTT masih peduli dan ingat jumlah desa di Indonesia yang belum memiliki akses internet.
”Ternyata masih punya tanggung jawab, buktinya masih hafal ada 12 ribu desa yang belum punya sinyal. Sekarang sudah waktunya berkoordinasi lebih intensif lagi karena sudah terbukti beliau punya tanggung jawab terhadap desa,” ujar Gus Halim disambut tawa para pegawai Kemendes PDTT.
Gus Halim mengingatkan Budi Arie agar membuat tolak ukur yang jelas perihal kategori desa memiliki akses internet. Jangan sampai hanya karena balai desa sudah ada sinyal lalu kemudian seluruh desa dianggap selesai masalah internet. ”Hari ini ukuran desa ada sinyal itu satu titik ada sinyal sudah dianggap seluruh desa ada sinyal,” tandas Gus Halim.










