Rabu, 30 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

78 Tahun Merdeka DPR Soroti Mampukah Indonesia Kelola Energi Sendiri

Editor : Hana oleh Editor : Hana
18 Agustus 2023
in Nasional
A A
0
Kelola Energi Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 membawa refleksi dan tuntutan baru terhadap kemampuan negara untuk mengelola sumber daya energi secara berdaulat dan efisien. Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menyoroti pentingnya mengambil langkah untuk memperkuat ketahanan energi demi kemakmuran rakyat, dan menghindari ketergantungan dan campur tangan pihak asing dalam urusan energi.

Mulyanto mengungkapkan keprihatinan atas kondisi ketahanan energi saat ini. Indonesia masih memiliki ketahanan energi yang lemah, yang tercermin dalam aspek ketersediaan, harga yang terjangkau, dan aksesibilitas bagi masyarakat. Salah satu contoh adalah komoditas minyak, dimana lebih dari separuh masih harus diimpor. Indonesia telah menjadi negara net importer minyak sejak tahun 2016.

Visi untuk meningkatkan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari (BPH) pada tahun 2030, masih terasa sebagai mimpi. Target lifting minyak secara tahunan terus menurun dan realisasinya belum mencapai seratus persen. Demand minyak di Indonesia terus bertambah, sementara produksi lokal tidak bisa mengimbangi, sehingga impor minyak terus meningkat setiap tahunnya.

Tentang gas alam, produksinya cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bahkan bisa diekspor hingga 30 persen dari produksi nasional. Namun, terkait dengan gas LPG, Indonesia sangat tergantung pada produk impor. Permintaan terhadap gas LPG terus meningkat dari tahun ke tahun, mengakibatkan peningkatan impor yang berdampak pada defisit transaksi berjalan sektor migas.

Artikel Terkait

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

Polda Periksa Jubir KPK Budi Prasetyo 50 Pertanyaan

Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar

Dalam sektor energi listrik, meski produksi dalam negeri cukup dan bahkan berlebih untuk Jawa dan Sumatera, Mulyanto mencatat bahwa ketahanan energi dalam hal keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat masih lemah. Energi listrik masih menjadi salah satu komoditas yang dibiayai subsidi oleh negara agar bisa terjangkau oleh masyarakat. Ini mengakibatkan ketika harga energi dunia naik, seperti saat perang Rusia-Ukraina baru-baru ini, beban subsidi negara semakin berat.

Dalam hal aksesibilitas dan distribusi, Indonesia juga masih menghadapi tantangan. Kasus kelangkaan komoditas subsidi seperti solar, pertalite, dan gas melon 3 kg masih terjadi akibat meningkatnya permintaan dan masalah dalam distribusi ke sektor industri besar, pertambangan, dan pengoplosan.

Khususnya dalam hal elektrifikasi, Indonesia belum mencapai target nasional yang ditetapkan pemerintah. Rasio elektrifikasi masih berada pada 98,7 persen, yang berarti masih ada daerah-daerah yang belum teraliri listrik. Pemerintah sebenarnya telah menargetkan rasio 100 persen sejak tahun 2020, tetapi target ini belum tercapai.

Dalam menyambut usia ke-78, Mulyanto mengharapkan bahwa Indonesia dapat menemukan solusi dan kemajuan dalam bidang energi. Merdeka dalam pengelolaan sumber daya energi, termasuk peningkatan ketahanan energi dan penguatan infrastruktur, menjadi tujuan penting untuk masa depan yang lebih cerah.(dni)

Topik: DPRKelola Energi Sendiri

TerkaitBerita

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan
Nasional

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

oleh Editor : Affandy
30 September 2026
JANALANI PEMERIKSAAN: Tim Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto Ilustrasi: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/aa)
Nasional

Polda Periksa Jubir KPK Budi Prasetyo 50 Pertanyaan

oleh Editor : Memoarto
30 September 2026
Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar
Peristiwa

Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
Bareskrim Ungkap Clandestine Lab Etomidate di Apartemen Jakut, 7 Orang Diamankan
Nasional

Bareskrim Ungkap Clandestine Lab Etomidate di Apartemen Jakut, 7 Orang Diamankan

oleh Editor : Affandy
29 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

30 September 2026
JANALANI PEMERIKSAAN: Tim Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto Ilustrasi: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/aa)

Polda Periksa Jubir KPK Budi Prasetyo 50 Pertanyaan

30 September 2026
LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

29 September 2026
PROTES KERAS: Warga Thailand menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Bangkok pada 10 September. (Foto Ilustrasi: AFP/ARNUN CHONMAHATRAKOOL)

Turis Israel Bikin Ulah Terus, Warga Thailand Protes Keras

30 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4800 shares
    Share 1920 Tweet 1200
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya