
JAKARTA, koranindopos.com – Meningkatnya kasus varian Omicron Covid-19 di Indonesia direspons serius oleh wakil rakyat di Senayan. Terutama para politisi yang bertugas di Komisi IX yang membidani persoalan kesehatan. Mereka menuntut pemerintah serius dalam mengendalikan penanganan varian Covid-19 yang penularannya lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya itu. Tuntutan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena. Dia meminta pemerintah untuk meningkatkan testing dan tracing di tengah meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia untuk melacak dan membatasi dengan cepat penyebaran varian Omicron.
Politisi yang akrab disapa Melki itu mengungkapkan, pemerintah harus bisa melokalisir dan merespons dengan lebih cepat perkembangan kasus Omicron. Membatasi penyebarannya melalui testing dan tracing yang baik. Dalam beberapa hari terakhir angka kasus Covid-19 makin meningkat dan berpotensi naik terus dalam beberapa hari ke depan. Dia menilai pemerintah harus memperketat berbagai macam kebijakan yang selama ini sudah berlangsung, termasuk mengetatkan protokol kesehatan (prokes). “Satgas ataupun TNI, Polri, Satpol PP maupun berbagai komunitas-komunitas yang mempunyai Satgas di tempat masing-masing untuk mulai mengingatkan dan mendorong agar masyarakat lebih disiplin melaksanakan prokes,” tegas Melki dalam siaran persnya, Rabu (2/2).
Politisi Partai Golkar itu mendorong Kementerian Kesehatan memastikan kesiapan rumah sakit menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19. Vaksinasi juga harus terus dijalankan. “Bagi yang vaksinasi 1 belum segera dilakukan, bagi yang vaksinasi 2 belum juga segera, dan sudah lewat 6 bulan tentu sudah bisa dapat vaksinasi booster,” ucap Melki. Pendapat tersebut ditambahkan oleh rekan Melki di Senayan. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah transparan dalam pengambilan langkah antisipatif menyikapi penyebaran varian Omicron. Dari data yang dia terima dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan, tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di DKI Jakarta naik hingga 54 persen pada 29 Januari 2022.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, jangan sampai masyarakat lengah akibat informasi yang mengatakan bahwa Omicron tidak separah varian Delta. “Benarkah Omicron tidak berbahaya? Tapi mengapa jumlah ranjang terisi di rumah sakit makin meningkat, termasuk ruang ICU? Pemerintah harus dapat menjelaskan ini dengan baik,” tegas Netty dalam keterangan persnya, Senin (31/1). Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, hingga 26 Januari 2022, total pasien yang sudah terkonfirmasi Covid-19 Omicron di Indonesia berjumlah 1.988 orang. Dari jumlah tersebut, lanjut Netty, 3 di antaranya meninggal dunia. Karena itu, dia meminta masyarakat agar membangun kewaspadaan terhadap varian Omicron.(hai)









