
JAKARTA, koranindopos.com – Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk berkomitmen menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Salah satu caranya yaitu melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap nelayan, agar menggunakan alat tangkap ramah lingkungan sesuai aturan yang berlaku. KKP harus berada di garda terdepan dalam mencegah dan memberantas penggunaan alat tangkap perikanan yang merusak lingkungan kelautan.
Johan mendorong KKP agar mempelopori pengembangan teknologi penangkapan ikan yang efektif dan efisien. Serta ramah lingkungan sesuai tren kemajuan perikanan tangkap untuk memperluas ruang bisnis perikanan yang lebih maju dengan metode penangkapan yang sesuai dengan tingkah laku ikan. “Selain itu dalam rangka pengembangan ekonomi bahari tahun 2022, saya mendesak KKP untuk memperkuat program pengembangan kawasan UMKM perikanan,” tegas legislator dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu melalui siaran persnya, Rabu (16/2).
Menurut Johan, memperkuat program pengembangan kawasan UMKM perikanan bertujuan untuk memacu peningkatan nilai tambah serta memiliki pasar ekspor yang besar. KKP memiliki tanggung jawab besar membina nelayan agar semakin maju dalam perikanan tangkap melalui penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan. Memberantas perilaku illegal fishing demi kedaulatan bahari Nusantara. “Serta menyiapkan program kawasan perikanan yang lebih menguntungkan nelayan dari sisi ekonomi bisnis perikanan,” ucap Johan. Menurutnya, KKP harus menjadikan perikanan tangkap sebagai andalan bagi penyediaan sumber pangan nasional.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai dengan anggaran yang terbatas, KKP harus segera melakukan penguatan integrasi dan kolaborasi lintas sektor. Serta memperkuat dukungan berbagai stakeholders kelautan perikanan untuk melakukan terobosan demi kesejahteraan nelayan. Hal tersebut penting dilakukan agar ke depan sektor kelautan perikanan memiliki integrasi yang terpadu dengan sektor lainnya. “Kami mendorong KKP agar lebih fokus pada pengembangan perikanan tangkap berkelanjutan sebagai sumber pangan utama dan sebagai sarana memperluas kegiatan ekonomi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil,” jelas Johan.(hai)









