Koranindopos.com – Bali. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat literat dengan menyelenggarakan Pertemuan Pembelajaran Sebaya Tingkat Nasional 2024. Selama tiga hari, dari 6 hingga 8 November 2024, pertemuan ini menghadirkan ratusan pemangku kepentingan di bidang literasi dari seluruh penjuru Tanah Air di Sanur, Bali.
Acara ini dirancang sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memperkuat sinergi antarperpustakaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalam pidato pembukaannya, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, menekankan pentingnya peran perpustakaan dalam menghadapi tantangan global dan memanfaatkan momentum bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2045.
“Bonus demografi harus diubah menjadi peluang besar bagi Indonesia. Perpustakaan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan SDM unggul melalui peningkatan literasi dan akses informasi,” kata Adin pada Kamis (7/11/2024)
Adin menjelaskan bahwa perpustakaan tidak sekadar tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran yang membangun keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi. Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi era disrupsi yang ditandai dengan dominasi teknologi dan otomatisasi, sebagaimana diprediksi Forum Ekonomi Dunia sejak 2016.
Dalam upaya memperkuat peran perpustakaan, Perpusnas telah meluncurkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini terbukti memberikan dampak positif dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengatasi masalah stunting di berbagai daerah.
“Kemiskinan informasi adalah akar dari banyak masalah sosial, termasuk kemiskinan ekstrem dan stunting. Dengan TPBIS, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menciptakan solusi,” jelas Adin.
Keberhasilan TPBIS juga menarik perhatian internasional. Pada forum Colombo Plan Agustus lalu, sejumlah negara datang untuk mempelajari langsung implementasi program ini di Indonesia.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Perpusnas terus mengembangkan ruang baca di desa/kelurahan, memperkuat perpustakaan keliling, serta menyediakan akses digital melalui pojok baca digital (Pocadi) dan QR Code. Langkah ini bertujuan menciptakan ruang belajar yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat.
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Nani Suryani, menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi puncak dari rangkaian diskusi daring yang telah melibatkan lebih dari 600 perpustakaan desa/kelurahan di 143 kabupaten/kota.
“Ini adalah kesempatan bagi para mitra untuk bertukar pengalaman, berbagi strategi, dan mendapatkan wawasan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing,” ujar Nani.
Pertemuan ini diikuti oleh lebih dari 700 peserta secara langsung dan ribuan lainnya secara daring. Para narasumber yang hadir, di antaranya Didik Darmanto dari Bappenas, Sosiolog Paulus Wirutomo, dan praktisi UMKM, diharapkan mampu memantik diskusi serta menciptakan ide-ide inovatif.
Dengan kolaborasi yang kuat, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk membangun masyarakat literat dan adaptif dalam menghadapi perubahan global.









