koranindopos.com – Jakarta. Ruben Amorim mengungkapkan rasa gugup yang ia rasakan saat memimpin Manchester United meraih kemenangan pertama di bawah asuhannya pada laga kontra Bodo/Glimt, Jumat (29/11/2024), di Old Trafford. Meskipun Setan Merah akhirnya menang 3-2, kemenangan tersebut diraih dengan susah payah setelah sempat tertinggal lebih dulu.
Pada pertandingan tersebut, MU sempat unggul lewat gol cepat Alejandro Garnacho di menit pertama. Namun, tim tamu Bodo/Glimt mampu membalikkan keadaan dengan dua gol cepat dari Hakon Evjen (19′) dan Philip Zinckernagel (23′). Tertinggal 1-2, MU akhirnya bangkit di paruh kedua berkat dua gol yang dicetak oleh Rasmus Hojlund dalam waktu lima menit, memastikan kemenangan tuan rumah.
Kendati meraih kemenangan, Amorim mengaku sempat merasa cemas dan gugup selama pertandingan. Hal ini ia ungkapkan kepada media pasca-laga, mengatakan bahwa ia khawatir taktik yang telah disiapkan tidak akan berjalan dengan baik. “Saya merasa cemas karena saya tak tahu apa yang akan terjadi. Anda tidak dapat mengontrol apa pun saat ini. Kami mencoba melihat hal-hal yang berbeda,” ujar Amorim kepada TNT Sports, seperti dikutip ESPN.
Pelatih asal Portugal itu menjelaskan bahwa ia masih dalam proses mengenal pemain-pemainnya lebih dalam, mengingat ini adalah pertandingan pertama yang ia jalani bersama Manchester United. “Saya belum mengenal baik para pemain dan kami belum banyak bekerja sama. Kami antusias menyambut laga ini, namun pada saat yang sama Anda merasa gugup karena Anda tidak tahu bagaimana pertandingan akan berlangsung,” tambahnya.
Kemenangan ini membawa Manchester United naik ke posisi 12 klasemen sementara Liga Europa dengan 9 poin dari 5 laga, dan mereka masih memiliki peluang besar untuk lolos ke babak 16 besar dengan tiga laga tersisa. Amorim melihat adanya peningkatan performa dibandingkan dengan hasil imbang melawan Ipswich Town sebelumnya. “Kami telah membaik dari saat melawan Ipswich dan kami meningkatkan kualitas penguasaan bola,” ujar Amorim.
Namun, ia juga mencatat bahwa di akhir pertandingan, beberapa pemain mulai kelelahan, termasuk Rasmus Højlund yang sudah terlihat kehabisan tenaga. “Pada 10 menit terakhir itu sulit. Saya merasa Rasmus Højlund sudah tidak berdaya. Beberapa pemain juga kelelahan,” ungkapnya. Amorim menambahkan bahwa mereka melakukan empat pergantian pemain pada laga tersebut untuk mengatasi masalah kebugaran, termasuk mengistirahatkan Antony yang baru kembali dari cedera.
Amorim pun menekankan pentingnya kebersamaan dalam skuad, terutama saat menghadapi tantangan seperti ini. “Pada momen seperti ini kami membutuhkan skuad yang bersatu,” tutupnya.
Dengan kemenangan ini, MU berharap dapat terus menjaga momentum mereka dalam perburuan tiket ke babak berikutnya di Liga Europa.(dhil)










