koranindopos.com – Jakarta. Di balik tugas berat sebagai anggota kepolisian, ada kisah inspiratif dari Ps Pamin Subbid Paminal Propam Polda Jambi, Ipda Desri Iswandy. Tak hanya menjaga keamanan, Ipda Desri mendedikasikan waktunya untuk membantu dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus di Yayasan Bina Insani, Jambi.
Ipda Desri mulai tertarik mengajar setelah melihat langsung suasana hangat di Yayasan Bina Insani. Saat itu, ia masih bertugas di bagian lalu lintas dan sering berkunjung ke yayasan tersebut setelah patroli pagi. “Saya melihat ada kedekatan anak-anak dengan terapis. Itu membuat saya ingin terlibat lebih jauh,” ujarnya dalam program Hoegeng Corner di detikPagi.
Setelah berinteraksi lebih dalam dengan pengelola yayasan, Ipda Desri ditawarkan untuk ikut menjadi pengajar. Ia pun dengan senang hati menerima tawaran tersebut. Meskipun tak memiliki sertifikasi sebagai terapis, ia diajarkan dasar-dasar metode terapi dan cara bermain yang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus.
Dedikasi Ipda Desri tidak berhenti hanya di kegiatan mengajar. Ia turut membantu Yayasan Bina Insani yang sempat hampir tutup pada tahun 2019. Dengan menyisihkan sebagian dari gajinya, ia menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap, dimulai dari perbaikan kelas-kelas yang sudah tidak layak. “Di bulan pertama, saya rapikan kelas-kelas, memperbaiki sekat, dan memberikan warna yang disukai anak-anak,” ungkapnya.
Tak hanya itu, di bulan kedua, ia juga membantu penyediaan alat edukasi dan terapi bagi anak-anak. Semua dilakukan dengan sepenuh hati, tanpa mengharapkan imbalan. “Semua material saya berikan secara gratis. Ini panggilan hati,” tambahnya.
Saat pandemi COVID-19 melanda, Yayasan Bina Insani menghadapi masa-masa sulit. Namun, berkat dukungan Ipda Desri, yayasan ini berhasil bertahan dan bahkan pindah ke tempat baru pada tahun 2022. Menariknya, tempat baru tersebut dibangun di samping rumah orang tua Ipda Desri dan diberikan secara cuma-cuma untuk kegiatan belajar mengajar. “Saya gratiskan tempatnya. Sedikit pun saya tidak menerima uang,” ujarnya dengan tulus.
Kini, yayasan tersebut telah menjadi rumah belajar bagi sekitar 28 anak dengan didukung oleh tujuh pendidik. “Alhamdulillah, anak-anak semakin banyak yang bisa dididik, dan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya,” tutur Ipda Desri.
Dedikasi Ipda Desri Iswandy bukan hanya membantu anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan yang layak, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, melampaui tugas dan tanggung jawab resmi. Keterlibatannya di Yayasan Bina Insani menunjukkan bahwa dengan kepedulian dan aksi nyata, kita semua bisa membuat perubahan positif bagi lingkungan sekitar.
Kisah Ipda Desri menjadi bukti nyata semangat kepedulian yang tak mengenal batas. Semoga dedikasinya menginspirasi banyak pihak untuk terus berbuat kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus.(dhil)










