Koranindopos.com, JAKARTA -Keberlanjutan kini tidak lagi sekadar menjadi jargon perusahaan. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan lingkungan dan limbah, dunia usaha dituntut mampu menghadirkan solusi yang memberi manfaat nyata, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.
Hal tersebut menjadi perhatian J&T Express melalui J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP). Program ini berangkat dari sesuatu yang dekat dengan aktivitas operasional perusahaan, yakni seragam kurir yang sudah tidak digunakan. Alih-alih berakhir sebagai limbah, material tersebut diolah kembali melalui pendekatan upcycling menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.
Sebanyak 146 kilogram atau sekitar 663 potong seragam berhasil diolah menjadi pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover. Dari proses tersebut, J&T memperkirakan sekitar 1,25 ton CO₂e emisi dapat ditekan.
Menariknya, dampak program tidak berhenti pada aspek lingkungan. J&T Express menggandeng Liberty Society dengan melibatkan 18 perempuan perajin, yang menghasilkan sekitar 1.488 jam kerja produktif dalam proses produksi. Lantas, apa yang melatarbelakangi lahirnya J&T SIP?
Mengapa seragam operasional dipilih sebagai material upcycling? Sejauh mana program ini memberikan dampak lingkungan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat?
Berikut wawancara dengan Herline Septia, Brand Manager J&T Express, mengenai latar belakang, tujuan, dampak, serta arah pengembangan J&T Sustainability Impact Program.
- Apa yang melatarbelakangi J&T Express meluncurkan Sustainability Impact Program
(J&T SIP)?
J&T SIP berangkat dari aktivitas operasional kami sehari-hari. Sebagai perusahaan logistik, tentunya ada banyak material yang kami gunakan dalam kegiatan operasional,
salah satunya seragam kurir. Ketika seragam tersebut sudah tidak digunakan lagi, kami
melihat ada kesempatan untuk mengolahnya kembali daripada langsung menjadi limbah. Dari situ, kami mulai melihat bagaimana hal-hal yang ada di sekitar operasional J&T bisa
memberikan manfaat yang lebih panjang, tidak hanya dari sisi lingkungan tetapi juga
sosial.
- Mengapa isu keberlanjutan dan ekonomi sirkular menjadi penting bagi J&T sebagai perusahaan logistik?
Sebagai perusahaan logistik, aktivitas operasional J&T berlangsung setiap hari dan
melibatkan penggunaan berbagai material dalam jumlah besar. Karena itu, kami melihat
keberlanjutan bukan sebagai sesuatu yang terpisah dari bisnis, tetapi sebagai bagian dari bagaimana kami menjalankan operasional secara lebih bertanggung jawab.
Dari situ, kami melihat adanya kesempatan untuk berkontribusi memberikan manfaat lingkungan dan sosial melalui pendekatan ekonomi sirkular. Jadi, kami mencoba melihat bagaimana sesuatu yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Apa tujuan utama yang ingin dicapai melalui J&T SIP?
Melalui J&T SIP, kami ingin mendorong agar aktivitas operasional J&T tidak hanya menghasilkan manfaat dari sisi bisnis, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi
lingkungan dan masyarakat.
Secara khusus, kami ingin mengeksplorasi bagaimana kami dapat berkontribusi lebih dalam inisiatif sustainability lewat program ini.
- Bagaimana program ini menjadi bagian dari strategi bisnis dan ESG J&T Express?
J&T SIP merupakan salah satu cara kami menerapkan prinsip keberlanjutan ke dalam
aktivitas yang memang dekat dengan operasional bisnis. Kami tidak ingin keberlanjutan hanya menjadi program yang berdiri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari bagaimana kami melihat dan mengevaluasi aktivitas operasional J&T.
- Apa perbedaan J&T SIP dibandingkan dengan program CSR yang selama ini dilakukan perusahaan?
Kalau program CSR umumnya lebih banyak berfokus pada kegiatan sosial atau bantuan
kepada masyarakat, melalui J&T SIP kami mencoba melihat dampak yang lebih menyeluruh. Di sini kami tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga dari mana materialnya berasal, bagaimana material tersebut diolah, siapa yang terlibat, sampai manfaat yang dihasilkan dari proses tersebut. Jadi ada aspek lingkungan sekaligus aspek sosial yang berjalan bersama.
- Mengapa J&T memilih seragam operasional yang sudah tidak digunakan sebagai salah
satu material dalam program upcycling?
Seperti yang sudah disampaikan, seragam merupakan bagian dari aktivitas operasional J&T Express. Pergantian seragam secara berkala menghasilkan limbah kain dalam jumlah masif yang berisiko berakhir di TPA jika tidak dikelola. Mengubahnya menjadi barang baru yang berguna memberi “kehidupan kedua” pada material tersebut sekaligus memperkuat identitas keberlanjutan perusahaan.
- Apakah J&T bekerja sama dengan pihak ketiga, komunitas, UMKM, atau pelaku usaha
lokal dalam proses upcycling?
Ya. Untuk inisiatif ini, kami bekerja sama dengan Liberty Society, yang kemudian
melibatkan para perempuan perajin dari komunitas yang mereka bina dalam proses
produksinya. Jadi prosesnya bukan hanya J&T mengumpulkan seragam lalu menjadi produk baru, tetapi ada pihak yang memang memiliki keahlian untuk mengolah material tersebut dan ada masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam proses produksinya.
- Apakah bisa disebutkan berapa banyak pengurangan yg bisa dihindari terkait dampak Lingkungan dan emisi CO2?
Dalam inisiatif ini, sebanyak 146 kg atau sekitar 663 potong seragam operasional berhasil diolah kembali menjadi berbagai produk baru. Dari proses upcycling tersebut, diperkirakan ada sekitar 1,25 ton CO₂e yang dapat ditekan. Angka tersebut kurang lebih setara dengan emisi dari perjalanan mobil
berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.
- Selain pengurangan emisi, berapa banyak limbah tekstil yang berhasil dialihkan dari tempat pembuangan?
Total ada 146 kg limbah tekstil atau sekitar 663 potong seragam yang kami olah kembali
melalui program ini. Material tersebut kemudian dibuat menjadi beberapa produk seperti pouch, reusable bag, bag charm, dan notebook cover.
- Bagaimana kontribusi J&T SIP terhadap target net zero atau pengurangan emisi J&Tsecara keseluruhan?
Untuk saat ini, kami melihat J&T SIP sebagai salah satu langkah untuk mengurangi dampak lingkungan dari material yang digunakan dalam operasional kami. Dari satu inisiatif ini sendiri, estimasi pengurangan dampaknya mencapai 1,25 ton CO₂e. Namun, angka tersebut tentunya merupakan kontribusi dari program upcycling ini dan tidak kami klaim sebagai keseluruhan kontribusi terhadap emisi J&T atau target net zero perusahaan. Ke depannya, kami akan terus melihat berbagai peluang lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional.
- Siapa saja yang dilibatkan dalam pelaksanaan J&T SIP?
Untuk program upcycling ini, J&T Express bekerja sama dengan Liberty Society. Dalam
proses produksinya, Liberty Society melibatkan 18 perempuan perajin dari komunitas yang mereka bina.
Dari kolaborasi tersebut, tercipta sekitar 1.488 jam kerja produktif selama proses pengerjaan produk.
memastikan manfaat program tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga masyarakat yang kami ingin pastikan adalah manfaatnya tidak berhenti di produk yang dihasilkan.
Karena itu, kami memilih bekerja sama dengan partner yang juga memiliki fokus pada pemberdayaan masyarakat.
Melalui Liberty Society, ada perempuan perajin yang terlibat langsung dalam proses
produksi. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bekerja, mengembangkan keterampilan, dan mendapatkan manfaat ekonomi dari proses tersebut.
Jadi, bagi kami, keberhasilan program ini bukan hanya dilihat dari berapa banyak seragam yang berhasil diolah, tetapi juga dari bagaimana proses tersebut bisa memberikan manfaat bagi orang-orang yang terlibat.
- Apakah ada pemberdayaan terhadap komunitas atau pelaku usaha dalam proses pengolahan material bekas?
Ada. Dalam prosesnya, kami melibatkan para perempuan perajin melalui Liberty Society.
Mereka terlibat langsung dalam mengolah material seragam menjadi produk baru.
Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak hanya memberikan pekerjaan dalam satu
proyek, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan
membuka peluang ekonomi bagi mereka.
(*)










