Selasa, 6 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Edukatif & Inspiratif

Wamendiktisaintek Minta Kampus Mobilisasi Ahli untuk Mitigasi Erupsi Anak Krakatau

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
8 September 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Wamendiktisaintek Minta Kampus Mobilisasi Ahli untuk Mitigasi Erupsi Anak Krakatau

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) masih dirasakan di sejumlah wilayah hingga Selasa (8/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi sebaran abu vulkanik pada ketinggian sekitar 15.000 kaki.

Kondisi tersebut mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meminta perguruan tinggi ikut berperan dalam upaya mitigasi dan penanganan dampak erupsi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan meminta perguruan tinggi memobilisasi tenaga ahli dari berbagai bidang untuk membantu memantau perkembangan erupsi sekaligus memberikan penanganan yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami menghimbau kepada pimpinan perguruan tinggi untuk memobilisasi para pakar, baik pakar kesehatan, teknik, lingkungan, kebencanaan, hingga psikologi untuk terlibat aktif memantau dan menangani perkembangan erupsi ini,” ujar Fauzan dalam Konferensi Pers Update Situasi Terkini Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau yang disiarkan melalui YouTube Badan Komunikasi (Bakom), Minggu (6/9/2026).

Artikel Terkait

Ancaman Megathrust Selatan Jawa, Pakar Unair Ungkap Tiga Lapis Kesiapsiagaan

Akses Bacaan Belum Merata, CIA Fest 2026 Dorong Pemenuhan Hak Baca Anak

UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027

Fauzan menilai keberadaan tenaga ahli dari perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadapi dampak bencana.

Menurut dia, para pakar tidak hanya dibutuhkan untuk memberikan analisis, tetapi juga diharapkan dapat memberikan bantuan nyata di lapangan sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Hal-hal lain terkait penanganan akibat erupsi ini kami akan selalu koordinasi dengan para pihak termasuk pemerintah daerah setempat, sehingga apa yang kami lakukan, yang dilakukan oleh Kemendiktisaintek ini dapat terukur karena memang selalu berkoordinasi dengan para stakeholder,” katanya.

Koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai penting agar dukungan dari perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah terdampak.

Selain mengerahkan tenaga ahli, Fauzan meminta perguruan tinggi yang berada di wilayah terdampak untuk mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing.

Posko tersebut diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi untuk berbagai kebutuhan, baik yang berkaitan dengan sivitas akademika maupun masyarakat sekitar.

“Kemudian, kami juga menghimbau kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk mengaktifkan posko siaga di lingkungan masing-masing dan selalu berkoordinasi dengan kepala daerah setempat,” ujar Fauzan.

Ia juga meminta kampus memobilisasi bantuan yang diperlukan masyarakat maupun sivitas akademika, terutama bantuan yang berkaitan dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat berkontribusi langsung dalam penanganan bencana di wilayah sekitarnya.

Fauzan menegaskan bahwa aspek kesehatan harus menjadi prioritas dalam menghadapi paparan abu vulkanik.

Kemdiktisaintek telah mengimbau perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk mengambil langkah strategis guna mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi masih terdampak erupsi.

“Oleh karena itu, aktivitas layanan kantor maupun proses pembelajaran dan aktivitas akademik yang lain dapat dilakukan secara daring atau hybrid,” tambahnya.

Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas bagi kampus untuk menyesuaikan kegiatan akademik dengan kondisi di masing-masing wilayah.

Sejumlah perguruan tinggi di sekitar wilayah terdampak Gunung Anak Krakatau telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Di Lampung, beberapa kampus yang menerapkan PJJ antara lain Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), dan UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL).

Sementara itu, di Banten terdapat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang juga mengambil langkah penyesuaian kegiatan pembelajaran.

Kebijakan serupa diterapkan sejumlah perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek, termasuk Universitas Indonesia (UI), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan IPB University.

Penerapan PJJ maupun sistem hybrid menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan terhadap abu vulkanik, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap dapat berlangsung.

Fauzan menekankan, penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Perguruan tinggi dengan sumber daya ahli dan fasilitas penelitian yang dimiliki diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi, mulai dari pemantauan kondisi lingkungan, kesehatan masyarakat, kebencanaan, hingga aspek psikologis.

Melalui mobilisasi tenaga ahli, pengaktifan posko siaga, serta penyesuaian aktivitas akademik, perguruan tinggi diharapkan dapat membantu pemerintah menghadapi dampak erupsi sekaligus menjaga keselamatan sivitas akademika dan masyarakat di wilayah terdampak.(dhil/dtk)

Topik: erupsiwamendiktisaintek

TerkaitBerita

Ancaman Megathrust Selatan Jawa, Pakar Unair Ungkap Tiga Lapis Kesiapsiagaan
Edukatif & Inspiratif

Ancaman Megathrust Selatan Jawa, Pakar Unair Ungkap Tiga Lapis Kesiapsiagaan

oleh Editor : Affandy
4 Oktober 2026
Akses Bacaan Belum Merata, CIA Fest 2026 Dorong Pemenuhan Hak Baca Anak
Edukatif & Inspiratif

Akses Bacaan Belum Merata, CIA Fest 2026 Dorong Pemenuhan Hak Baca Anak

oleh Editor : Affandy
2 Oktober 2026
UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027
Edukatif & Inspiratif

UIN Sunan Kalijaga Jadi Kampus Terbaik Kedua di Indonesia Versi THE WUR 2027

oleh Editor : Affandy
1 Oktober 2026
Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker
Edukatif & Inspiratif

Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

oleh Editor : Affandy
29 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

Kematian Pekerja Lab di Rusia Disorot, Eks WHO Ungkap 5 Fakta soal Penyakit Pes

6 Oktober 2026
Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

6 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

6 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram

6 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4899 shares
    Share 1960 Tweet 1225
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1005 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya