Koranindopos.com – Jakarta. Persaingan bisnis di industri skincare semakin ketat, dengan berbagai produk berlomba-lomba mendapatkan ulasan positif demi menarik minat konsumen. Namun, belakangan muncul dugaan terkait praktik yang kurang sehat di balik ulasan produk, yang melibatkan sejumlah pihak.
Sebuah akun media sosial Instagram, @laskar.penegak, menyampaikan dugaan adanya skema tertentu yang melibatkan pemilik brand, selebriti, dan kreator konten di media sosial.
Berdasarkan unggahan tersebut, praktik ini diduga dilakukan dengan cara memberikan tekanan kepada pemilik produk skincare agar membayar sejumlah uang demi menghindari ulasan negatif di media sosial.

Dalam skema yang dipaparkan, disebutkan adanya tahapan dimulai dari pihak tertentu yang menyuarakan kritik terhadap produk skincare secara publik. Setelah itu, pihak pemilik produk diklaim akan dihubungi dan diminta membayar sejumlah uang agar kritik tersebut dihentikan. Jika negosiasi buntu, ulasan negatif dari pihak lain, termasuk dari kreator kecantikan, akan muncul.
Lebih lanjut, unggahan akun tersebut juga menyebut bahwa jika permintaan tidak dipenuhi, tekanan akan meningkat melalui berbagai cara, termasuk ancaman dan teror, hingga akhirnya pihak pemilik produk menyerah dan menyetujui pembayaran yang diminta.
Meski demikian, informasi ini masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai isu tersebut. Penting untuk diingat bahwa dalam dunia persaingan bisnis, semua pihak diharapkan menjunjung tinggi etika dan praktik yang sehat.
Perkembangan lebih lanjut terkait isu ini tentu menarik untuk diikuti, sembari menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yang disebutkan.










