koranindopos.com – Jakarta. Paus Fransiskus memimpin Misa Malam Natal dengan khidmat di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada Selasa (24/12/2024). Dalam homilinya, Paus menyoroti penderitaan korban perang di berbagai belahan dunia dan menyerukan keberanian untuk memperbaiki dunia yang dilanda kekerasan.
Misa Malam Natal tahun ini menandai perayaan Natal ke-12 bagi Paus Fransiskus sejak masa kepemimpinannya dimulai pada 2013. Misa ini juga menjadi momen awal bagi Tahun Suci Katolik 2025 yang akan segera dibuka. Dalam pesannya, Paus Fransiskus kembali menegaskan pentingnya kepedulian terhadap mereka yang menderita akibat perang.
“Kita memikirkan perang, anak-anak yang ditembak dengan senapan mesin, bom di sekolah dan rumah sakit,” kata Paus dalam homilinya, sebagaimana dilaporkan oleh AFP dan Reuters. Paus menyampaikan keprihatinannya terhadap kekejaman yang dialami oleh anak-anak dan orang tak bersalah di wilayah konflik, serta menyerukan perdamaian dan solidaritas global.
Ribuan umat Katolik dari seluruh dunia hadir dalam Misa Malam Natal yang berlangsung di Basilika Santo Petrus, tempat bersejarah yang menjadi pusat perayaan Natal di Vatikan. Prosesi misa berlangsung dengan khidmat, dengan doa dan nyanyian yang menggema di dalam basilika.
Paus Fransiskus menekankan bahwa Natal adalah waktu untuk merenungkan makna kasih, perdamaian, dan harapan, terutama bagi mereka yang hidup dalam penderitaan akibat konflik. “Dalam kelahiran Kristus, kita menemukan panggilan untuk memperbaiki dunia yang penuh luka,” ungkapnya.
Pesan Natal tahun ini menyoroti keprihatinan mendalam Paus terhadap isu-isu global, khususnya perang dan dampaknya terhadap kemanusiaan. Paus Fransiskus mengajak seluruh umat Katolik dan masyarakat dunia untuk menunjukkan keberanian dalam menghadapi tantangan zaman dan memberikan bantuan nyata kepada mereka yang membutuhkan.
Momen Natal ini juga menjadi awal dari persiapan Tahun Suci Katolik 2025, yang mengusung tema harapan dan solidaritas. Dalam rangkaian perayaan mendatang, Vatikan akan menyelenggarakan berbagai kegiatan spiritual dan sosial yang diharapkan dapat menginspirasi perdamaian dan persatuan di tengah masyarakat global.(dhil)










