Selasa, 6 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Mirae Asset: Masih Ada Ruang Kenaikan Lanjutan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
19 Juni 2026
in Ekonomi
A A
0
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Mirae Asset: Masih Ada Ruang Kenaikan Lanjutan

Foto: ilustasi ihsg

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen mencerminkan komitmen kuat bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

Kenaikan terbaru ini merupakan yang ketiga secara beruntun dalam dua bulan terakhir. Secara keseluruhan, Bank Indonesia telah melakukan pengetatan kebijakan moneter sebesar 100 basis poin sejak April 2026.

Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, mengatakan langkah tersebut terutama ditujukan untuk mendukung penguatan rupiah dan menjaga stabilitas eksternal Indonesia.

“Kenaikan suku bunga ini terutama bertujuan mendukung apresiasi rupiah dan menjaga stabilitas eksternal. Setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, rupiah mulai menunjukkan pemulihan dan menguat ke sekitar Rp17.730 per dolar AS secara month to date,” ujar Jessica.

Artikel Terkait

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram

Selain faktor nilai tukar, Bank Indonesia juga mulai mencermati potensi tekanan inflasi domestik. Hal tersebut terlihat dari kenaikan Wholesale Price Index (WPI) menjadi 5,76 persen secara tahunan pada Mei 2026. Sementara itu, inflasi inti di luar komponen emas meningkat menjadi 1,63 persen dari sebelumnya 1,36 persen pada April 2026.

Menurut Mirae Asset Sekuritas, daya tarik aset keuangan Indonesia juga ditopang oleh kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hingga 18 Juni 2026, yield SBN tenor 10 tahun telah naik sekitar 92 basis poin sejak awal tahun menjadi 7 persen. Sementara yield SBN tenor dua tahun mencapai 7,08 persen.

Kondisi tersebut dinilai turut mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, seiring meningkatnya daya tarik instrumen investasi berbasis rupiah.

Tidak hanya menaikkan suku bunga, BI juga memperkuat upaya stabilisasi rupiah melalui berbagai instrumen pendukung, seperti pemberian diskon biaya hedging swap bagi investor asing dan pembukaan kembali fasilitas lelang repo dengan berbagai tenor. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, likuiditas pasar, dan daya tarik aset domestik.

Jessica menilai ruang kenaikan suku bunga masih terbuka apabila tekanan terhadap rupiah kembali meningkat. Menurutnya, tren penurunan cadangan devisa sejak awal tahun menunjukkan bahwa suku bunga akan menjadi instrumen yang semakin penting dalam menjaga stabilitas eksternal Indonesia.

“Karena itu, BI masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan terhadap rupiah kembali muncul,” jelasnya.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati pergerakan rupiah, arah kebijakan moneter global, serta perkembangan inflasi domestik. Selama ketidakpastian eksternal masih tinggi, stabilitas nilai tukar diperkirakan akan tetap menjadi fokus utama kebijakan Bank Indonesia.

Dengan kombinasi kebijakan suku bunga yang lebih ketat dan berbagai instrumen pendukung lainnya, Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus mempertahankan stabilitas pasar keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.(dhil)

Topik: BIMirae Asset

TerkaitBerita

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial
Properti

Satu Dekade Astra Property, Perkuat Bisnis Komersial dan Industrial

oleh Editor : Doe
6 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130
Ekonomi

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,20% ke Level 6.130

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp10.000, Jadi Rp2,57 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
6 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta
Ekonomi

Bank Jakarta Siapkan Duplikasi Biodigester ke Wilayah Lain di Jakarta

oleh Editor : Akula
5 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Harga Galaxy S26 Naik hingga Rp3,2 Juta, Imbas Kelangkaan Memori Global

Harga Galaxy S26 Naik hingga Rp3,2 Juta, Imbas Kelangkaan Memori Global

6 Oktober 2026
Chery iCar V27 Resmi Meluncur di China, SUV EREV Bertenaga 335 kW

Chery iCar V27 Resmi Meluncur di China, SUV EREV Bertenaga 335 kW

6 Oktober 2026
Bandung World Cinema Hadirkan Sinema Dunia hingga Layar Terbuka di Balai Kota

Bandung World Cinema Hadirkan Sinema Dunia hingga Layar Terbuka di Balai Kota

6 Oktober 2026
Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Orang Tua Perlu Kenali Potensinya

Anak Tak Harus Unggul di Semua Bidang, Orang Tua Perlu Kenali Potensinya

6 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4903 shares
    Share 1961 Tweet 1226
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1007 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya