Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Mirae Asset: Masih Ada Ruang Kenaikan Lanjutan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
19 Juni 2026
in Ekonomi
A A
0
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Mirae Asset: Masih Ada Ruang Kenaikan Lanjutan

Foto: ilustasi ihsg

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen mencerminkan komitmen kuat bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

Kenaikan terbaru ini merupakan yang ketiga secara beruntun dalam dua bulan terakhir. Secara keseluruhan, Bank Indonesia telah melakukan pengetatan kebijakan moneter sebesar 100 basis poin sejak April 2026.

Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, mengatakan langkah tersebut terutama ditujukan untuk mendukung penguatan rupiah dan menjaga stabilitas eksternal Indonesia.

“Kenaikan suku bunga ini terutama bertujuan mendukung apresiasi rupiah dan menjaga stabilitas eksternal. Setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS, rupiah mulai menunjukkan pemulihan dan menguat ke sekitar Rp17.730 per dolar AS secara month to date,” ujar Jessica.

Artikel Terkait

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm

Selain faktor nilai tukar, Bank Indonesia juga mulai mencermati potensi tekanan inflasi domestik. Hal tersebut terlihat dari kenaikan Wholesale Price Index (WPI) menjadi 5,76 persen secara tahunan pada Mei 2026. Sementara itu, inflasi inti di luar komponen emas meningkat menjadi 1,63 persen dari sebelumnya 1,36 persen pada April 2026.

Menurut Mirae Asset Sekuritas, daya tarik aset keuangan Indonesia juga ditopang oleh kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hingga 18 Juni 2026, yield SBN tenor 10 tahun telah naik sekitar 92 basis poin sejak awal tahun menjadi 7 persen. Sementara yield SBN tenor dua tahun mencapai 7,08 persen.

Kondisi tersebut dinilai turut mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik, seiring meningkatnya daya tarik instrumen investasi berbasis rupiah.

Tidak hanya menaikkan suku bunga, BI juga memperkuat upaya stabilisasi rupiah melalui berbagai instrumen pendukung, seperti pemberian diskon biaya hedging swap bagi investor asing dan pembukaan kembali fasilitas lelang repo dengan berbagai tenor. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, likuiditas pasar, dan daya tarik aset domestik.

Jessica menilai ruang kenaikan suku bunga masih terbuka apabila tekanan terhadap rupiah kembali meningkat. Menurutnya, tren penurunan cadangan devisa sejak awal tahun menunjukkan bahwa suku bunga akan menjadi instrumen yang semakin penting dalam menjaga stabilitas eksternal Indonesia.

“Karena itu, BI masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan terhadap rupiah kembali muncul,” jelasnya.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati pergerakan rupiah, arah kebijakan moneter global, serta perkembangan inflasi domestik. Selama ketidakpastian eksternal masih tinggi, stabilitas nilai tukar diperkirakan akan tetap menjadi fokus utama kebijakan Bank Indonesia.

Dengan kombinasi kebijakan suku bunga yang lebih ketat dan berbagai instrumen pendukung lainnya, Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus mempertahankan stabilitas pasar keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.(dhil)

Topik: BIMirae Asset

TerkaitBerita

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan
Ekonomi

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081
Bisnis

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm
Ekonomi

Usung Konsep New Look Branch, KCP Bank Jakarta Kebayoran Park Resmikan Sistem eForm

oleh Editor : Akula
21 Juli 2026
Bank Jakarta
Ekonomi

​Diresmikan Rano Karno, Bank Jakarta KCP Kebayoran Park Usung Konsep Future Branch

oleh Editor : Akula
20 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    568 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya