Paulo Fonseca, yang baru saja bergabung dengan Milan awal musim ini, dinilai gagal membawa stabilitas dan konsistensi ke dalam tim. Di bawah arahannya, Rossoneri tampil inkonsisten di Serie A, sehingga harapan untuk bersaing di papan atas semakin menjauh.
Hasil imbang melawan Roma dianggap menjadi puncak kekecewaan bagi manajemen klub. Meski sempat unggul lebih dulu, Milan gagal mempertahankan keunggulan, sehingga harus puas berbagi poin di laga tersebut.
Tak butuh waktu lama, Milan langsung menunjuk Sergio Conceição sebagai pelatih baru. Conceição, yang sebelumnya menangani FC Porto, dikenal sebagai pelatih berkarakter tegas dengan gaya bermain agresif. Ia sukses membawa Porto mendominasi Liga Portugal dan tampil kompetitif di Eropa.
Keputusan menunjuk Conceição diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat juang tim sekaligus mengembalikan Milan ke jalur kemenangan. Manajemen klub optimistis bahwa pengalaman dan visi Conceição akan membawa perubahan positif bagi Rossoneri.
Sebagai pelatih baru, Conceição menghadapi tugas berat untuk mengangkat performa Milan di paruh kedua musim ini. Dengan jadwal yang padat dan tekanan tinggi, ia harus segera menemukan formula terbaik untuk mengembalikan Milan ke jalur persaingan di Serie A dan kompetisi Eropa.
Para pendukung Milan berharap kehadiran Conceição bisa menjadi awal baru yang membawa kebangkitan bagi tim kesayangan mereka. Kini, semua mata tertuju pada debut Conceição yang akan menjadi langkah awal dalam menulis babak baru perjalanan AC Milan.(dhil)










