Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

BPS Catat Inflasi Terendah Sepanjang Sejarah, Namun Daya Beli Masyarakat Lesu

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
3 Januari 2025
in Bisnis
A A
0
bps
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka inflasi tahun kalender (year to date/YTD) Desember 2024 sebesar 1,57%, yang menjadi rekor terendah sejak perhitungan inflasi dilakukan. Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada tahun 2020 yang mencapai 1,68% saat pandemi COVID-19. Catatan inflasi yang sangat rendah ini menarik perhatian banyak pihak, terutama terkait dengan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Menurut BPS, faktor utama yang menyebabkan rendahnya inflasi ini adalah menurunnya harga pangan pokok. Setelah mengalami lonjakan yang signifikan pada tahun 2022 dan 2023, harga pangan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya menunjukkan penurunan yang cukup besar pada 2024. Penurunan harga ini membantu menahan tekanan inflasi dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas harga barang dan jasa di pasar.

Namun, meskipun inflasi terjaga pada level yang rendah, banyak pihak yang memandang bahwa situasi ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat, mengingat daya beli masyarakat yang masih lesu.

Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Tira Mutiara, berpendapat bahwa rendahnya inflasi pada 2024 dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat. Menurut Tira, turunnya daya beli ini disebabkan oleh fenomena penurunan kelas menengah yang semakin banyak mengalami kesulitan ekonomi. Banyak keluarga yang sebelumnya berada di kelas menengah kini terpaksa turun kasta, yang menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam kondisi ekonomi masyarakat.

Artikel Terkait

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan pemerintah juga dinilai memperburuk situasi ini. Tira menyebutkan bahwa rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang sempat menjadi wacana juga menambah kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan beban hidup yang semakin berat.

Tira juga menambahkan bahwa selain faktor daya beli, ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang dinilai kurang jelas arahannya juga berperan dalam menciptakan kondisi ekonomi yang kurang kondusif. Kebijakan fiskal yang tidak konsisten dan adanya potensi kenaikan pajak dinilai semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang.

Meskipun inflasi terjaga pada angka yang rendah, BPS dan banyak ekonom sepakat bahwa rendahnya inflasi bukan berarti ekonomi sedang dalam kondisi baik. Penurunan inflasi yang terjadi di tengah lesunya daya beli masyarakat menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam siklus ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memperhatikan dinamika yang ada dan mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah yang rentan mengalami penurunan ekonomi.(dhil)

Topik: BPSInflasi

TerkaitBerita

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung
Bisnis

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa
Ekonomi

Kukuhkan Jakarta Vision di WCCE 2026, Jakarta Siap Jadi Poros Kreatif Globa

oleh Editor : Akula
24 Oktober 2026
Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan
Ekonomi

Jakarta Financial Festival 2026 Dorong Pedagang Pasar Manfaatkan Layanan Keuangan

oleh Editor : Akula
23 Oktober 2026
WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja
Ekonomi

WCCE 2026 di Jakarta: Ekonomi Kreatif Indonesia Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

oleh Editor : Akula
23 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

ITS Buka Rekrutmen Dosen Tetap Non-PNS 2026: Cek Syarat, Formasi, dan Cara Daftar

24 Oktober 2026
Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

24 Oktober 2026
Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

Dukung Bahlil dan Arahan Prabowo, Menperin Minta Tambahan Pasokan Gas Domestik untuk Industri di Jabar dan Lampung

24 Oktober 2026
RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

RI Pangkas Pasokan Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Selaras dengan ‘Survival Mode’ Prabowo

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5048 shares
    Share 2019 Tweet 1262
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1091 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya