Jumat, 17 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

BPS Catat Inflasi Terendah Sepanjang Sejarah, Namun Daya Beli Masyarakat Lesu

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
3 Januari 2025
in Bisnis
A A
0
bps
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka inflasi tahun kalender (year to date/YTD) Desember 2024 sebesar 1,57%, yang menjadi rekor terendah sejak perhitungan inflasi dilakukan. Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada tahun 2020 yang mencapai 1,68% saat pandemi COVID-19. Catatan inflasi yang sangat rendah ini menarik perhatian banyak pihak, terutama terkait dengan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Menurut BPS, faktor utama yang menyebabkan rendahnya inflasi ini adalah menurunnya harga pangan pokok. Setelah mengalami lonjakan yang signifikan pada tahun 2022 dan 2023, harga pangan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya menunjukkan penurunan yang cukup besar pada 2024. Penurunan harga ini membantu menahan tekanan inflasi dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas harga barang dan jasa di pasar.

Namun, meskipun inflasi terjaga pada level yang rendah, banyak pihak yang memandang bahwa situasi ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat, mengingat daya beli masyarakat yang masih lesu.

Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Tira Mutiara, berpendapat bahwa rendahnya inflasi pada 2024 dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat. Menurut Tira, turunnya daya beli ini disebabkan oleh fenomena penurunan kelas menengah yang semakin banyak mengalami kesulitan ekonomi. Banyak keluarga yang sebelumnya berada di kelas menengah kini terpaksa turun kasta, yang menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam kondisi ekonomi masyarakat.

Artikel Terkait

Rano Karno Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Anugerah Jurnalistik MHT 2026

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta

BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan pemerintah juga dinilai memperburuk situasi ini. Tira menyebutkan bahwa rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang sempat menjadi wacana juga menambah kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan beban hidup yang semakin berat.

Tira juga menambahkan bahwa selain faktor daya beli, ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang dinilai kurang jelas arahannya juga berperan dalam menciptakan kondisi ekonomi yang kurang kondusif. Kebijakan fiskal yang tidak konsisten dan adanya potensi kenaikan pajak dinilai semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang.

Meskipun inflasi terjaga pada angka yang rendah, BPS dan banyak ekonom sepakat bahwa rendahnya inflasi bukan berarti ekonomi sedang dalam kondisi baik. Penurunan inflasi yang terjadi di tengah lesunya daya beli masyarakat menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam siklus ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memperhatikan dinamika yang ada dan mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah yang rentan mengalami penurunan ekonomi.(dhil)

Topik: BPSInflasi

TerkaitBerita

Rano Karno Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Anugerah Jurnalistik MHT 2026
Bisnis

Rano Karno Apresiasi Dukungan Bank Jakarta untuk Anugerah Jurnalistik MHT 2026

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,633 Juta

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung
Bisnis

BCA Hadirkan Promo Belanja Perhiasan, Diskon hingga 35 Persen, Cashback Rp3,5 Juta, dan Hadiah Langsung

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
Brand Lencir
Bisnis

Brand Lencir Klarifikasi Isu Produk Detox, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Keamanan Konsumen

oleh Editor : Hana
15 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Kapolri

Kapolri Perkuat Sinergi dengan Pecalang dan Ojek Online untuk Jaga Keamanan

16 Juli 2026
Bamsoet

Presiden Sudah Tahu Abnormalitas Pada Tata Kelola Program Prioritas

16 Juli 2026
Edukasi Mitigasi Bencana

Edukasi Mitigasi Bencana Harus Diperkuat untuk Bangun Kesiapsiagaan Masyarakat

16 Juli 2026
Kemandirian Energi Nasional

Ketegangan Selat Hormuz Jadi Alarm Percepat Kemandirian Energi Nasional

16 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3897 shares
    Share 1559 Tweet 974
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    542 shares
    Share 217 Tweet 136
  • PERPUHA Dukung Pemindahan Penerbangan Umrah ke Terminal 2 Soekarno-Hatta

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • AFA Perketat Aturan Kontrak, Lionel Messi Beruntung Tak Terdampak

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya