Senin, 25 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

BPS Catat Inflasi Terendah Sepanjang Sejarah, Namun Daya Beli Masyarakat Lesu

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
3 Januari 2025
in Bisnis
A A
0
bps
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka inflasi tahun kalender (year to date/YTD) Desember 2024 sebesar 1,57%, yang menjadi rekor terendah sejak perhitungan inflasi dilakukan. Angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada tahun 2020 yang mencapai 1,68% saat pandemi COVID-19. Catatan inflasi yang sangat rendah ini menarik perhatian banyak pihak, terutama terkait dengan dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Menurut BPS, faktor utama yang menyebabkan rendahnya inflasi ini adalah menurunnya harga pangan pokok. Setelah mengalami lonjakan yang signifikan pada tahun 2022 dan 2023, harga pangan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya menunjukkan penurunan yang cukup besar pada 2024. Penurunan harga ini membantu menahan tekanan inflasi dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas harga barang dan jasa di pasar.

Namun, meskipun inflasi terjaga pada level yang rendah, banyak pihak yang memandang bahwa situasi ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat, mengingat daya beli masyarakat yang masih lesu.

Peneliti Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS), Tira Mutiara, berpendapat bahwa rendahnya inflasi pada 2024 dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat. Menurut Tira, turunnya daya beli ini disebabkan oleh fenomena penurunan kelas menengah yang semakin banyak mengalami kesulitan ekonomi. Banyak keluarga yang sebelumnya berada di kelas menengah kini terpaksa turun kasta, yang menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam kondisi ekonomi masyarakat.

Artikel Terkait

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja

​Modal Kepercayaan Angkat Derajat Perempuan Pengusaha Kriya di Cikarang Barat

PLN Minta Maaf atas Listrik Padam Berjam-jam di Sumatera

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan pemerintah juga dinilai memperburuk situasi ini. Tira menyebutkan bahwa rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang sempat menjadi wacana juga menambah kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama terkait dengan beban hidup yang semakin berat.

Tira juga menambahkan bahwa selain faktor daya beli, ketidakpastian ekonomi yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang dinilai kurang jelas arahannya juga berperan dalam menciptakan kondisi ekonomi yang kurang kondusif. Kebijakan fiskal yang tidak konsisten dan adanya potensi kenaikan pajak dinilai semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi jangka panjang.

Meskipun inflasi terjaga pada angka yang rendah, BPS dan banyak ekonom sepakat bahwa rendahnya inflasi bukan berarti ekonomi sedang dalam kondisi baik. Penurunan inflasi yang terjadi di tengah lesunya daya beli masyarakat menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam siklus ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memperhatikan dinamika yang ada dan mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah yang rentan mengalami penurunan ekonomi.(dhil)

Topik: BPSInflasi

TerkaitBerita

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja
Bisnis

Kemnaker Jembatani Alumni MagangHub ke Dunia Kerja

oleh Editor : Anggoro
23 Mei 2026
​Modal Kepercayaan Angkat Derajat Perempuan Pengusaha Kriya di Cikarang Barat
Ekonomi

​Modal Kepercayaan Angkat Derajat Perempuan Pengusaha Kriya di Cikarang Barat

oleh Editor : Akula
23 Mei 2026
PLN Minta Maaf atas Listrik Padam Berjam-jam di Sumatera
Bisnis

PLN Minta Maaf atas Listrik Padam Berjam-jam di Sumatera

oleh Editor : Affandy
23 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 12.000 per Gram

oleh Editor : Affandy
22 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

DUEL SENGIT: Christopher Nkunku mengeksekusi penalti ke gawang Genoa pada Minggu (17/5/2026) (Foto Ilustrasi: (c) AC Milan Official)

Cagliari Mati-matian Hadapi AC Milan di San Siro

24 Mei 2026
TERLIBAT KETEGANGAN: Sebuah kapal coast guard Jepang (bawah) saling semprot air dengan kapal coast guard Taiwan yang mengawal puluhan kapal nelayan Taiwan berlayar melewati perairan dekat pulau sengketa di Laut China. (Foto Ilustrasi: Reuters)

Kapal Taiwan dan China Bersitegang di Pulau Pratas

24 Mei 2026
Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

24 Mei 2026
Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

Harga Tiket Pesawat Naik, Industri Pariwisata Sulsel Mulai Tertekan

24 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3230 shares
    Share 1292 Tweet 808
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya